Jumat, 11 Oktober 2013

NEW FRIENDS pt. 3

Hai hai hai!! Maaf ya updatenya telat banget-bangetan. Aku lagi sibuk bangeeeetttt.. Jongmal mianhaeyo. *bow*. Ini aku bawain lanjutannya New Friends. Semoga suka dan RCL please ^^ 


-Sungmin POV-
Pandangan kami bertemu dalam balutan bola mata. Anehnya, detak jantungku berdebar cepat, lebih cepat daripada biasanya. Bahkan lebih cepat dibandingkan ketika aku sedang berlari. Jika dikaitkan dengan ilmu biologi, hormon adrenalinku sedang bekerja keras, sehingga menghasilkan detak jantung yang luar biasa cepat. Kurasa keanehan ini mulai menjalar ke seluruh tubuhku. Bukan hanya detak jantungku yang beraksi,sepertinya  sistem syarafku juga mulai terserang keanehan ini. Aku merasakan berjuta-juta kupu-kupu beterbangan di perutku. Geli, tapi aku tak ingin semua ini lekas selesai. Aku tetap menatap Hyejin selama beberapa detik, sebelum Hyejin memutuskan untuk menyudahi pertemuan kedua bola mata ini.
“Ah, ternyata kalian. Ada apa?” Tanya Donghae membuyarkan lamunanku.
“Anni, kami mau berkunjung saja. Apakah itu terlarang?” jawab Soojung sambil tersenyum. Bukan, bukan ke Donghae, tapi ia melontarkan senyumnya itu kepada kekasihnya,  Leeteuk.
“Tentu saja boleh jagi.” Jawab  Leeteuk.
“Ehm, maaf ya, kalau aku selalu ikut-ikutan kalian. Aku sendirian di kelas kalau tidak ada Soojung, Hyemi dan Heeyeon. Ya sudah aku ikut mereka saja. ” kata Hyejin dengan nada sedih.
“Gwenchana.” Jawabku  yang  diikuti oleh anggukan kepala  ketiga teman namjaku. “Lagian kita nggak merasa terganggu kok.” Sambungku lagi.
“Ne” serempak semua orang.
Percakapan singkat itu mengundang gelak tawa dari kami. Kamipun memulai acara rutin kami, bersenda gurau bersama, bedanya beberapa hari  belakangan dan hari-hari kedepan kami mendapat satu kawan baru,  yaitu Hyejin. Kulihat Donghae dan Eunhyuk sudah berusaha melepaskan diri dari kerumunan kami menuju tempat yang lebih special, tentu saja bersama kekasihnya masing-masing. Sekarang tinggal aku, Leeteuk, Soojung, dan Hyejin. Suasana berubah menjadi sedikit canggung, hingga akhirnya Leeteuk dan Soojung memutuskan untuk pergi ke kantin –berdua-. Tak terelakkan lagi, sekarang tinggallah aku dan Hyejin, suasana di tempat inipun menjadi sangat canggung, mungkin kalau ada binatang jangkrik yang lewat akan terdengar suaranya dengan jelas.
“Sunbae,ayo pergi ke ruang dance.” Satu kalimat yang berasal dari mulut Hyejin berhasil membuyarkan kecanggungan di antara kami berdua.
“Eoh? Mau apa?” tanyaku.
“Mau berlatih dance, tentu saja.”
“Tapi kan kakimu masih sakit.” Elakku
“Nggak masalah kok. Lagian cuma luka ringan gini aja. Ayolah, kumohon!!” rengeknya.
“Yasudahlah. Tapi, hentikan sikap kekanak-kanakanmu itu.” Jawabku sambil memberantakkan rambut Hyejin yang dihiasi sebuah bando pita putih yang sangat cocok bertengger dikepalanya.
“Yak!! Sunbae! Aku nggak kekanak-kanakan” katanya sambil mengerucutkan bibirnya.
“Aih, tuh buktinya dikit-dikit ngambek. Haha. Kada kita ke ruang dance!” ajakku menyudahi pertengkaran simple ini.
Kamipun bergegas pergi ke ruang dance yang memang lokasinya tidak jauh dari kelasku. Kulihat jam tangan pink yang bertengger di tanganku. Aku mendapati waktu kami masih cukup banyak sebelum jam istirahat habis. Tak lama kemudian kami tiba di ruang dance yang luasnya sekitar 50m x 100 m, dilengkapi dengan kaca besar dan dinding yang dilapisi sterofom untuk meredam suara music yang mungkin terlalu keras. 
Hyejin mengeluarkan iPodnya dan mulai mengaplikasikan iPodnya. Aku tidak tahu apa yang diperbuatnya sampai Hyejin berjalan kearah dimana speaker diletakkan. Hyejin menancapkan connector kabel dari loudspeaker ke iPodnya dan seketika suara alunan musik keluar dari loudspoeaker tersebut. Lagu berjudul TRAP yang dinyanyikan oleh rekan sekerjaku, Henry Lau, mulai bergerak.
Yeoja bernama Hyejin ini melepas rompi seragam yang dipakainya. Dia mulai mengeluarkan kemeja seragam putihnya dan seketika tampilannya berubah seperti anak nakal. Namun anehnya, tampilannya yang wild ini menambah kesan cantik padanya. Hyejin kini mulai meliuk-liukkan seluruh anggota tubuhnya mengikuti irama music ini. Aku hanya diam dan memperhatikan setiap gerakan Hyejin.  Sekitar 4 menit kemudian, lagu TRAP berhenti berputar dan seketika itu juga, Hyejin menghentikan segala kegiatannya. Dia tersenyum kepadaku dan berjalan kearah dimana aku berdiri.
“Sunbae, kudengar akan ada promnight untuk perpisahan kakak kelas. Apa itu benar?” tanyanya penasaran.
“Eoh.” Jawabku sambil mengangguk.
“Apakah siswa kelas dua diperbolehkan ikut?”
“Tentu saja. Bahkan kalian yang akan mengisi acara demi acara yang berlangsung.” Jawabku.
“Jincha?” kejutnya, lalu menghembuskan nafas berat seperti ‘fiuh~” dan terdiam.”Sayangnya aku tidak ada grup untuk nge-dance.”  Keluhnya.
“Kau kan bisa melakukannya sendiri. Dancemu tadi sangat luwes dan aku yakin orang-orang lain akan berpikiran sama denganku.”
“Aku tidak yakin mereka akan menyukai dance-ku ini, Sunbae” katanya sambil melontarkan nada kesedihan dan menundukkan kepalanya.
“Hyejin” panggilku yang berhasil mendongakkan kembali kepalanya. Aku meletakkan tanganku ke pundaknya lalu tersenyum “kalau kamu nggak pede akan kehebatanmu, bagaimana orang-orang diluar sana akan melihatmu. Kurasa kamu tinggal mengepakkan sayapmu dan terbang hingga semua orang akan melihatmu dan mengetahuimu.” Ujarku memberi sedikit nasihat padanya.
“Fieuh~” Hyejin menghembuskan nafas beratnya lagi, “baiklah aku akan mencobanya.” Putusnya. Keputusannya ini membuatku tersenyum lagi, lebih lebar daripada senyum-senyum yang pernah kuberikan kepada gadis manapun.
“Good girl!” pujiku. “Duduklah, kurasa kau lelah setelah berlatih lagu yang mempunyai beat yang cukup kencang.” Tawarku sambil menepuk-nepuk tempat di sebelah kananku. Sedetik kemudian Hyejin duduk di samping kananku sambil meminum air putih yang entah didapat darimana.
“Hyejin-ah! Maukah kau menjadi partner dansaku saat promnight nanti?” tanyaku tiba-tiba.
Seketika Hyejin mengeluarkan lagi air di mulutnya dengan menyemburkannya. “Mwoya? Sunbae mengajakku? Sepertinya Sunbae salah orang.” Katanya setelah menelan beberapa tetes air yang masih tersisa di mulutnya.
“Ish, jorok sekali kau Hyejin. Tentu saja aku serius. Aku yakin kalau kamu akan menjadi partner terbaikku untuk berdansa.” Sanggahku.
“Tapi sunbae, aku tidak bisa berdansa. Sungguh!” elaknya.
“Ehm..” gumamku. Pikiranku kini sedang berkecamuk untuk menemukan cara yang tepat agar aku tetap bisa mengajak yeoja ini sebagai partner dansaku. ‘Aha!’ pikirku ketika aku menemukan cara yang tepat untuk tetap mengajaknya sebagai partner dansaku. Akupun segera berdiri dan tersenyum pada Hyejin. Aku menjulurkan tanganku, menjemput dan mengajaknya berdiri. Hyejinpun segera meraih tanganku setelah aku meyakinkan kebingungan batinnya. Aku mengajaknya berjalan kearah speaker berada. Aku melakukan sama persis apa yang dilakukan oleh  Hyejin, menghubungkan connector kabel dari speaker ke iPodku dan memutar  satu lagu berjudul ‘Can I Have This Dance’ yang menjadi salah satu soundtrack serial High School Musical. Tak lama kemudian keberadaan kami berdua ditemani oleh alunan lagu ini.
Kami berdiri berhadapan dan kulihat Hyejin mulai tertawa mendengar musik intro dari lagu ini. Aku menjulurkan tanganku ketika lirik pertama lagu ini dinyanyikan. Hyejin lalu meraih uluran tanganku dan segera mengikuti langkah-langkah berikutnya yang disuguhkan di lirik-lirik pertama lagu ini.
Take my hand, take a breath
Pull me close and take one step
Keep your eyes locked on mine
And let the music be your guide
Won't you promise me?  (Now won't you promise me? That you'll never forget)
We'll keep dancing (To keep dancing)
Wherever we go next
It's like catching lightening, the chances of finding
Someone like you
It's one in a million, the chances of feeling
The way we do
And with every step together
We just keep on getting better
So can I have this dance? (Can I have this dance?)
Can I have this dance?
Take my hand, I'll take the lead
And every turn will be safe with me
Don't be afraid, afraid to fall
You know I'll catch you through it all
And you can't keep us apart (Even a thousand miles can't keep us apart)
'Cause my heart is wherever you are
It's like catching lightening, the chances of finding
Someone like you
It's one in a million, the chances of feeling
The way we do
And with every step together
We just keep on getting better
So can I have this dance? (Can I have this dance?)
Can I have this dance?
Oh, no mountain's too high and no ocean's too wide
'Cause together or not, our dance won't stop
Let it rain, let it pour, what we have is worth fighting for
You know I believe that we were meant to be! Oh!
It's like catching lightening, the chances of finding
Someone like you
It's one in a million, the chances of feeling
The way we do
And with every step together
We just keep on getting better
So can I have this dance? (Can I have this dance?)
Can I have this dance?
Can I have this dance?
Can I have this dance?

“Kau berbohong Hyejin!” kataku
“Wae? Anniyo!” sergahnya.
“Tadi buktinya kamu bisa berdansa. Bahkan sangat lancar. *imagine kalau mereka dansa kaya di  video ini.* Pokoknya kau harus jadi pasangan dansaku di promnight nanti. Titik, tidak ada koma!” paksaku.
“Baiklah jika kau memang menginginkannya.” Kata Hyejin pasrah.
‘Yes!!!’ sorakku dalam hati dengan sangat bahagianya.
*teettt~* bunyi bel berteriak-teriak menandakan bahwa waktu kita untuk beristirahat sudah habis. Hyejin segera merapikan kemeja dalamnya, memasukkannya kembali ke dalam roknya yang memang mini. Kulihat dia sesegera mungkin mengenakan rompinya yang sempat dilepasnya tadi. Setelah merasa semuanya rapih, kami kembali ke kelas masing-masing. –Sungmin POV end-
-Eunhyuk POV-
Ish kemana larinya 2 namja tengik ini? Sudah 5 menit semenjak bel yang menandakan berakhirnya waktu istirahat, namun mereka belum juga kembali ke kelas. Astaga, sepertinya mereka mencari mati dengan Song sonsaengnim. Sepertinya mereka berdua tidak kapok di hukum berkali-kali oleh Song sonsaengnim. ‘Tok tok’ pintu berbunyi dan seketika kulihat Leeteuk muncul di balik pintu yang dibukakan oleh Son Sonsaengnim.
“Kau! Bagaimana bisa kau terlambat masuk dalam kelas? Darimana saja kau ini?” cecar Song sonsaengnim.
“Jeongmal mianhaeyo sonsaengnim. Sewaktu istirahat tadi kaki saya terkilir, jadi saya ke klinik dulu.” Alibi Leeteuk.
“Yasudah, duduklah, jangan diulangi lagi! Makanya lain kali hati-hati kalau berjalan!” tegas Song sonsaenim. Beberapa detik kemudian Leeteuk, dengan gaya kesakitannya, berjalan kearah bangkunya berada, posisi bangkunya tepat berada di belakang bangkuku diletakkan. Aku dan Donghae masih terdiam karena sonsaengnim masih melihat dan memusatkan pandangannya kearah kami, tepatnya Leeteuk, dengan tatapan tajamnya. Setelah Leeteuk berhasil meraih tempat duduknya, Sonsaengnim kembali menulis materi matematika di papan tulis.
“Kau itu darimana saja? Aku tau kau hanya berpura-pura sakit. Ya kan? ” Selidikku.
“Hehehehe. Aku tadi tak sengaja lewat ke ruang dance dan menemukan dua sejoli baru sedang berdansa. Makanya aku tertarik dan menghabiskan waktuku disana.”
Jinja? nuguseyo?” kepo Donghae
“Tch~ Serius! Sungmin dan Hyejin sedang berdansa sedang berdansa dengan mesranya.”
“Jinjayo?” sahutku dan Donghae bersamaan.
“Jeongmal! Ck aku saja sampai cemburu pada mereka. Heung, kuterka sebentar lagi Sungmin akan kembali ke kelas.” Kata Leeteuk panjang lebar.
“Pantas saja Sungmin akhir-akhir ini sering melamun. Ya tanda-tanda jatuh cinta gitu deh. Ternyata selama ini Sungmin…”
~tok tok tok! Suara ketukan pintu kembali menggema di ruangan kelas dan memotong pembicaraan kami bertiga. Aku dan Donghae memutuskan untuk membenahi posisi duduk kami agar tidak mendapat pelampiasan kemarahan Song sonsaengnim. Song Sonsaenim segera membukakan pintu dan mendapati Sungmin berdiri dengan polosnya di depan pintu.
“Kau juga terlambat? Kenapa kau terlambat huh?” Tanya Song sonsaengnim.
“Aku harus mengantar seorang yeoja yang terjatuh klinik. Aku terburu-buru ke kelas dan hal ini sangat mengganggu pemandanganku sehingga aku menabraknya dan kakinya terluka. Aku tidak tega melihatnya berjalan terpincang, lalu aku mengantarnya ke klinik.” Jelasnya panjang lebar.
“Bilang saja kau sedang berpacaran. Sudahlah masuk sana.” Perintah Song sonsaengnim. “jangan lupa tutup lagi pintunya!” sambungnya.
Setelah menutup pintu kelas, Sungmin dengan sedikit berlari mendapati tempat duduknya, yang tepatnya di sebelah Leeteuk. Sempat kulihat Leeteuk menunjukkan ekspresi menahan tertawa dan kuakui wajahnya sangatlah jelek.
Setelah selesai menulis materi yang dipelajari, Song sonsaengnim menjelaskan dengan singkat materi-materi tersebut. Sebenarnya aku sendiri kurang mengerti materi tersebut, tapi karena rasa gengsiku untuk bertanya lebih besar daripada keingin-tahuanku akan materi tersebut, jadi aku memutuskan untuk berpura-pura paham. *jangan ditiru yak kawan-kawan*. Ternyata oh tenyata, akibat dari kepura-puraanku ini membuatku masuk ke dalam jurang, jurang kebingungan. Song sonsaengnim memberikan soal latihan tapi aku tidak mengerti sama sekali akan maksud dari soal-soal yang diberikan.
Biasanya, kelas akan berubah seperti pasar ketika kami mendapatkan soal. Akupun menyumbangkan suara untuk merubah kelas seperti pasar. Awalnya memang aku bertanya pada Donghae mengenai cara penyelesaian soal, namun karena ada beberapa soal yang tidak dipahami juga oleh Donghae, aku bertanya pada ahlinya, Leeteuk. Ketika aku mulai bertanya, kusempatkan diri sebentar untuk melihat kertas jawaban Leeteuk dan hasilnya adalah.. Seluruh soal sudah dijawabnya plus cara pengerjaannya. Aku melontarkan senyum kepada Leeteuk dan memohon ijin untuk menyalin jawaban dan cara pengerjaan soal-soal yang diberikan.  Beginilah untungnya mempunyai sahabat yang pintar dalam mata pelajaran. Aku segera mengambil kertas jawaban dan menyalinnya secepat kilat.
Fiuh akhirnya selesai sudah aku menyalin jawaban dan cara penyelesaian dari soal-soal iblis itu. Aku mengembalikan kertas jawaban milik Leeteuk dan memutuskan untuk ngobrol dengan 2 sahabatku dibelakang. Aku tahu topic yang tepat untuk menambah panjangnya obrolan kami di kelas saat ini. Masalah hubungannya dengan Hyejin. ‘Hahahaha’ aku melontarkan senyum iblisku kepada 2 sahabatku.
“Sungmin-ah! Palli, malhaebwa!!” perintah Leeteuk.
“Mwo?” Tanya Sungmin kebingungan.RCL
“Itu, tentang hubunganmu dengan….” Kataku menggantungkan kata terakhirku.
“nuguya??” Tanya Sungmin masih penasaran.
“Hyejin” sahut Donghae dari belakang yang seketika membuat gelak tawa kami –aku, Leetuk, dan Donghae- terlontar.
“Oh itu. Nggak ada kok. Cuma temanan aja kaya aku ke kalian.” Elak Sungmin.
“Benarkah? Lalu apa yang kulihat tadi? Aku melihatmu berdansa dengan Hyejin dengan sangat mesra. Akuilah saja Sungmin!” kata Leeteuk.
“Ehm, anniyo. Aku dan Hyejin tidak berpacaran. Aku ….” Katanya sengaja terputus.
“Mencintai Hyejin?” Tanyaku.
“Ehm…. Aku sebenarnya…”


-TBC-


RCL juseyo.. Kamsa^^

Senin, 02 Juli 2012

New Friends pt 2


annyeong, ini aku makasih banget sama @kissme_muthiah yang udh ngebuatin buat aku.
ini ff khusus buat @Katharina_ELF muga2 seneng yang chagi (?) mumumu :* so this is it. enjoy >>

New Friends (Sequel of Saranghaeyo 4Lee) 2 of 4

-Author POV-
Pukul 19.00
            “Hmm…Seojung kau mau nonton apa?”Tanya Leeteuk kepada yeojachingunya itu. Mereka berdua sedang berada di bioskop. “Hmm…bagaimana kalau kita nonton Hello Goodbye aja?*emangnya Hello Goodbye udah ada di bioskop yah? Author kumat* “Hmm..ne. ayo kita beli tiketnya”ujar Leeteuk. “Oppa,kau saja yang mengantri yah? Aku ingin beli popcorn dulu”ujar Seojung. Leeteuk mengangguk. Seojung lalu berjalan kearah loket penjualan popcorn dan memesan 2 popcorn caramel,dan 2 cocacola.
            “Nah,ini dia tiketnya.”ujar Leeteuk sambil menghampiri Seojung. “Nontonnya jam berapa?”Tanya Seojung. “Hmm…jam 20.00”ujar Leeteuk sambil melihat ketiket. “Aish~masih sejam lagi oppa. Terus popcorn ini digimanain?”Tanya Seojung. “Kita makan aja”ujar Leeteuk. Seojung memanyunkan bibirnya. “Aish~oppa !”ujar Seojung.”Daripada kita bawa kemana-mana, mending langsung dimakan saja.”ujar Leeteuk. “Ne,baiklah.”ujar Seojung lalu berjalan kearah tempat duduk terdekat dari tempatnya.
-Park Seojung POV-
            ‘Ahh~sudah jam 19.50’ujarku dalam hati. Sedetik kemudian,aku  menepuk dahiku. Leeteuk oppa berbalik kearahku. “Wae? Neo gwaenchanayo?”Tanya Leeteuk oppa kepadaku. “Oppa,aku lupa kalau aku ngajak Hyejin buat nonton bareng sama kita.”ujarku. “Aigoo~aku kira kenapa. Hanya itu saja ? Biarkan saja. Ini kan kencan kita.”ujar Leeteuk oppa sambil tersenyum,aku membalasnya.”Sudahlah. Tidak usah dipikirkan,besok kalau ke sekolah kau bisa bilang kepadanya kalau kita lupa mengajaknya.”ujar Leeteuk oppa. “Baiklah”ujarku sambil duduk tenang. Ting tong ting tong *bunyi apaan tuh?* “Pintu studio 1 sudah dibuka. Bagi yang sudah memiliki karcis dipersilahkan untuk masuk kedalam studio”suara itu terdengar dari speaker.
“Ehh…kita sudah boleh masuk. Kajja kita masuk”ujar Leeteuk oppa sambil mengenggam tanganku. “Ne”ujarku sambil mengikuti Leeteuk oppa menuju studio 1.
-Lee Hyejin POV-
Krriinnnggg….. “Hoamm…”aku menguap sambil menggerakkan tanganku untuk mematikan jam wekerku disebelah ranjangku. Aku mengucek mataku. “Sudah jam berapa ini?”tanyaku pada diriku sendiri.Aku mengambil jam wekerku,dan melihatnya. “Hmm…jam 07.30 ternyata”ujarku tenang. Aku mengembalikan jam wekerku ke meja samping kasurku. Dan ingin kembali tidur. Baru saja aku ingin menutup mataku,sedetik kemudian aku membulatkan mataku. Aku lalu mengambil lagi jam wekerku.”Jam 07.30!!!”ujarku histeris. Omona~aku terlambat!!
Aku lalu mengambil handuk dan buru2 mandi,berpakaian,dan mengatur rosterku. Aku lalu berlari kelantai bawah dan langsung menyambar roti keju yang berada di meja makan. Aku lalu mengambil sepedaku dan mengayungnya dengan kencang.
Saat ditengah jalan…
BBRRRUUUKKKK!!!!! Aku bertabrakan dengan seorang pengendara motor.
Aku tergelatak di jalan aspal.
“Awww~appo”ujarku sambil melihat lututku yang berdarah.
“Aigoo~neo gwaenchana ?”ujar namja yang memakai helm yang menabrakku tadi. Aku hanya meringis sambil menatapnya kesal. Namja itu membuka helmnya. Omona~ Sungmin sunbae ! Seketika aku ingin berdiri dan membungkuk kepadanya,tapi gara2 lututku yang berdarah ini membuatku tidak bisa berdiri.
“Annyeong sunb…awww”ujarku aku hampir saja jatuh,untung saja Sungmin sunbae memegang tanganku jadi aku tidak jatuh.
“Gwaenchana?”Tanya Sungmin sunbae.
“Ah…gwaenchanayo, sunbae”ujarku sambil tersenyum. Aku melihat ke jam tanganku.
“Aigoo~sudah 07.45!!”ujarku. Sungmin sunbae seketika melihat kearahku.
“Mworago? 07.45? Aigoo~kita berdua terlambat”ujar Sungmin sunbae panik.
“Aish~sudah terlambat,lututku berdarah,sepedaku rusak. Apes banget sih aku hari ini!”umpatku sambil melihat kearah sepedaku yang rusak.
“Kita berdua sama-sama terlambat,dan sama-sama apes hari ini. Kita harus segera ke sekolah sebelum gerbang tertutup rapat”ujar Sungmin sunbae.
“Bagaimana caranya? Sepedaku rusak”ujarku.
“Mianhae, aku sudah merusak sepedamu. Sekarang naiklah kemotorku. Kita pergi ke sekolah bersama”ujar Sungmin sunbae. Sebenarnya,aku tidak mau ikut dengan Sungmin sunbae,tapi ini sudah kepepet aku terlambat 15 menit.
“Ne,kajja sunbae”ujarku lalu mengambil helm yang disodorkan oleh Sungmin sunbae dan naik keatas motornya. Seketika Sungmin sunbae melajukan motornya sangat kencang.
“Ya! Sunbae jangan ngebut dong”ujarku.
“Kalau aku tidak ngebut kau mau terlambat hah?!”tanyanya. Aku hanya diam. Tiba-tiba dia mengerem secara mendadak karena lampu merah,tidak sengaja aku memeluknya. Lampu hijau menyala,aku melepas pelukanku.
“Kenapa kau melepas pelukanmu?”Tanya Sungmin sunbae.
“Ah..ehh…ani..sunbae”ujarku gugup. Demi apa dia menanyakan tentang pelukanku tadi.
Sedetik kemudian dia mengerem motornya dengan mendadak,seketika itu juga aku langsung memeluknya.
“Nah,gitu kek. Pegangan supaya nggak jatuh”ujar Sungmin sunbae. Aku hanya memanyunkan bibirku dan tidak melepas pelukanku. Setelah menempuh jarak 6km dari TKP(?).
‘Huhhh…akhirnya sampai juga disekolah’batinku dalam hati saat pintu gerbang sekolah sudah terlihat.
“Aigoo~pintu gerbang sudah ditutup”ujar Sungmin sunbae. Aku lalu turun dari motor Sungmin sunbae,aku berjalan terpincang-pincang kearah pintu gerbang.
“Hyejin-a, hati-hati”ujar Sungmin sunbae khawatir,aku hanya mengangguk.
“Annyeong, Lee seosangnim. Boleh tidak aku masuk ?”tanyaku kepada satpam yang duduk dikandangnya(?). Satpam itu berjalan kearahku.
“Coba kau lihat jam tanganmu ! Ini sudah jam berapa? Kalian berdua sudah terlambat 18 menit !”ujar satpam itu tegas.
“Tapi seosangnim, kaki saya sakit banget. Tadi saya sempat tertimpa kecelakaan. Masa seosangnim tega, sih ?”ujarku sambil memakai aegyoku. Satpam itu melihat kearah lututku yang masih berdarah.
“Jebal~”ujarku.
“Yasudah,lain kali kalau kalian berdua terlambat lagi tiada ampun untuk kalian berdua”ujar satpam itu aku hanya mengangguk. Satpam itu lalu membukakan pintu gerbang. Sungmin sunbae lalu masuk kedalam parkiran.
“Kamsahamnida”ujarku,aku lalu berjalan menuju koridor skolah dengan kaki terpincang-pincang *maksudnya jalan sambil terpincang-pincang*. Tiba-tiba ada orang yang mengangkat tanganku dan menaruhnya ditengkuknya,membantuku berjalan. Aku melihat kearah samping kiriku,Sungmin Sunbae,dia juga berbalik kearahku sambil tersenyum. Aigoo~mata ku dan matanya bertemu. Dia menatap mataku dalam. Aku langsung menunduk,aku tidak ingin menatap matanya bisa-bisa nanti aku meleleh. Aku rasa mukaku memerah.
“Aku akan mengantarmu ke UKS”ujar Sungmin sunbae.
“Eh? Tidak usah. Lebih baik sunbae masuk kekelas saja. Sunbae sudah sangat terlambat”ujarku.
“Andwae,aku akan mengantarmu,aku yang menabrakmu jadi aku juga harus bertanggung jawab”ujar Sungmin sunbae sambil tersenyum kearahku,aku membalas senyumannya.
“Ohh ne,pipimu merah tuh”ujar Sungmin sunbae sambil menunjuk pipiku. Aish~. Seketika aku menunduk.
“Hahahaha….Hyejin…Hyejin. kau baru digituin ajah pipinya sudah merah”ujar Sungmin sunbae sambil tertawa. Aku memanyunkan bibirku.
“Nah…sudah sampai di UKS”ujar Sungmin sunbae.
“Huhh…”ujarku lega. Aku lalu duduk diatas kursi di UKS. Sungmin sunbae berjalan kearah kotak  P3K. Dia lalu mengambil obat merah.
“Awww…appo”ujarku.
“Mianhae”ujar Sungmin sunbae. Dia mengobati lukaku dengan sangat lembut. Dengan sentuhan terakhir plaster luka.
“Hmm…sunbae”ujarku ketika Sungmin sunbae menaruh kembali kotak P3K.
“Ne?”ujarnya sambil berbalik kearahku.
“Gomawo”ujarku sambil tersenyum. dia membalas senyumanku.
“Ne”ujarnya.
 “Oh ne, kajja kita sama-sama ke ruang BK. Kita bilang saja kalau macet arra?”tanyanya. Aku mengangguk. Aku dan Sungmin sunbae lalu berjalan ke ruang BK untuk melapor kalau kami berdua terlambat.
-Park Seojung POV-
            “Heemi..Heemi kamu liat Hyejin nggak?”tanyaku sambil mencolek punggung Heemi yang duduk didepanku*maksudnya didepan bangku*. Dia berbalik dengan sangat hati-hati,mungkin takut ketahuan sama seosangnim.
            “Molla,mungkin dia sakit atau izin”ujar Heemi dia lalu berbalik kembali menghadap ke papan dimana disitu ditulis berbagai macam rumus Fisika membuatku bosan. Coba saja Hyejin ada aku pasti akan menanyakan hal yang tidak aku tau.
Tok..tokk…ada seseorang yang mengetuk pintu. Seketika aku menoleh kearah pintu kelas. Ahh~aku baru saja bilang andai saja Hyejin berada disini,dia sudah ada disini.
“Annyeong seosangnim. Mianhamnida aku sudah terlambat di pelajaranmu. Aku sudah dari ruang BK dan katanya aku boleh  masuk”ujar Hyejin sambil membungkukkan tubuhnya kearah seosangnim. Park Seosangnim menoleh kearah Hyejin.
“Ne,lain kali jangan diulangi lagi”ujar seosangnim dan kembali menulis rumus-rumus mematikan di papan tulis. Hyejin tersenyum sambil berjalan kearahku,yaiyalah secara bangkuku,bangkunya juga
“Annyeong Seojung-a”sapa Hyejin padaku lalu duduk disampingku. Aku mengangguk.
“Hyejin-shii,kenapa kau terlambat?”tanyaku
“Hmm…macet”ujar Hyejin. Aku mengangguk sambil membentuk huruf O dengan bibirku.
“Oh ne,soal nonton kemarin aku lupa mengajakmu”ujarku.
“Gwaenchana,lagipula itukan acara kencanmu dengan Leeteuk sunbae”ujar Hyejin sambil tersenyum. Aku mengangguk.
“Oh ne,Hyejin-a kau tau tidak bagaimana cara mengerjakan soal ini?”tanyaku pada Hyejin sambil memberikan buku Fisika. Hyejin mulai menjelaskan bagaimana cara mengerjakan soal Fisika ini.
-Lee Sungmin POV-
Aku mulai berjalan kearah kelasku. Aku mengingat kejadian tadi pagi. Dia memelukku,yah walaupun terpaksa.
‘Ahh~aku menyukai yeoja itu’batinku dalam hati. Sedetik kemudian aku menggeleng.
“Aish~apa yang kupikirkan ini? Tidak mungkin aku menyukainya”ujarku sambil mengeleng-geleng. Tapi…kenapa saat dia memelukku kurasa jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya? Apa ini namanya cinta?.
“Annyeong haseyo seosangnim,mianhamnida aku terlambat,tadi sangat macet”ujarku sambil membungkukkan badanku menghadap ke seosangnim. Seosangnim menoleh kearahku.
“Ne,lain kali jangan diulangi lagi. Silahkan duduk”ujar seosangnim. Aku lalu duduk kebangkuku. Sepanjang pelajaran aku sama sekali tidak memerhatikan. Aku selalu melamun.
Kkkkkrrriiinnngggg….. bunyi bel istirahat berbunyi. Aku masih saja melamun.
“Ya! Sungmin-a kenapa kau melamun terus dari tadi?”Tanya seorang namja disampingku,aku berbalik.
“Hyukkie~ wae?”tanyaku kepada Eunhyuk.
“Kenapa kau melamun terus daritadi? Kau pikir aku tidak memerhatikanmu?”tanyanya.
“Ahh,aniya. Aku tidak kenapa-kenapa”ujarku.
“Ohh….pasti kau sedang jatuh cinta,iyakan?”Tanya Eunhyuk. Hei,ada apa dengan anak ini?
“Eh? Aniya”selaku.
“Jinca? Kajja bilang saja. Kau tidak bisa bohong”ujar Eunhyuk.
“Aniya,aku tidak jatuh cinta”ujarku.
“Kau bohong. Kau pasti jatuh cinta. Jatuh cinta itu ada tanda-tandanya”ujar Eunhyuk. Aku mengerutkan dahiku.
“Apa tanda-tanda itu?”tanyaku.
“First,saat dia berkontak fisik denganmu jantung mu langsung berdetak kencang tidak seperti biasanya. Yang kedua,dia menatap matamu dengan dalam. Yang ketiga…”Eunhyuk berhenti bicara.
“Kenapa berhenti?”
“Aku lupa yang ketiga itu seperti apa.”
“Aish~kau ini dasar pelupa”ujarku. Dia terkekeh.
‘Yang dikatakan Eunhyuk itu sama yang sedang kurasakan. Apa aku jatuh cinta dengan Hyejin? Ahh…tidak mungkin’batinku sambil menggelengkan kepalaku.
“Annyeong!!!”teriak seorang yeoja. Aku menoleh kearah pintu kelas. Ya! Mereka! Seojung,Heemi,Heeyeon,dan….Hyejin. Apa yang mereka lakukan disini? Aku menatap Hyejin. Dia menatapku balik.
Deg! Jantungku berdegup lebih kencang. What Is Love? *Author nyanyi lagu What Is Love EXO*
TBC

jangan lupa RCL :Dv

Sabtu, 02 Juni 2012


New Friends (Sequel of Saranghaeyo 4Lee) 1 of 4


-Park Seojung POV-
Hari ini tepat 3 bulan aku bersama Leeteuk oppa, aku senang sekali karena nanti aku dan teman-temanku akan mengadakan triple date seperti biasa. Kriing~ terdengar bunyi telepon dari handphone.ku
“Yeobosoyo” kataku
“Mwo? Latihan? Kan kemaren sudah?” kataku lagi
“Apa? Lagunya diganti? Ah baiklah, tapi tak lebih jam 5” kataku dan kemudian mematikan telepon. Apa? Latihan lagi? Aaah, Cape!! Lagu You Are The One kemaren kan hampir selesai aku mainkan dengan piano untuk promnight kakak kelas. Aku memang ingin memberi kejutan untuk Leeteuk oppa^^ Sekarang diganti? Oh ya, aku sekarang sedang mengikuti beberapa pembelajaran musik, apalagi piano. Aku sangat terpesona ketika Leeteuk memainkan sebuah lagu saat ulang tahunku. Jadi aku ingin mempelajarinya juga. Kkk~
Omo!! Jam berapa ini? Aku harus cepat2 berangkat sekolah dan memberikan kado anniv untuk namjachingu tercintaku, Leeteuk oppa.. aaah, aku selalu tersenyum sendiri ketika mengingat bagaimana dia menipuku waktu itu. Aaa *author : mau tau? Baca Saranghaeyo 4Lee*
Aku dengan kecepatan kuda *buset* mengendarai sepeda motor miniku ke sekolah, karena aku nggak mau terlambat dan tentu saja memberikan kado untuk Leeteuk oppa^^. Setelah menempuh kurang lebih 4km, aku sampai disekolah. Kemudian aku meletakkan tas dikelas. Aku tidak melihat Heemi dan Heeyeon. Eodiga? Ah, I dont care *buset jahat banget*. Aku kemudian dengan tergesa-gesa menuju kelas Leeteuk oppa.
“Ah itu dia” kataku ketika aku memasuki kelasnya dan mendapati sosok lelaki berambut pirang dan mempunyai senyum maut itu xD
“Yaaa! Seojung-ah, waeyo?” katanya padaku.
“Ah, anniyo. Aku mau memberikan ini.” Kataku sambil menyulurkan kado kecilku padanya.
“Wae? Aku kan tidak ulangtahun.” Tanyanya kebingungan.
“Yaa!! Kau lupa? Ini 3rd month anniv kita” jawabku sambil memasang tampang ngambek.
“Ah, aku lupa. Hadiahnya nanti saja ya. Kkk~” kikiknya sambil mencubit pipiku.
“Auw!! Oppa! Appoyo!!” kataku sambil mengkrucutkan bibir
Asyik2nya bercanda dengan leeteuk oppa, aku tak sadar kalau Heeyeon  dan  Heemin juga ada disini. Merka mengagetkanku saat sedang asyik2nya bersenda gurau dengan Leeteuk oppa. Jangan salah sangka dulu. Aku dan awan-kawanku tidak selalu ngapel ke kelas oppadeul, tapi oppadeul juga sering ke kelas kita. Lebih sering malah.. kkkk~
*teeeeeeet~ bunyi bel tanda masuk kelas berbunyi, aku, Heemin dan Heeyeon segera keluar dari kelas oppadeul, dan menuju kelas kita sendiri xD
Kami segera duduk dan menyiapkan buku pelajaran pertama, Matematika. Heeyeon suka sekali. Aku? Haduh, jangan harap suka, terkadang angka2 itu digunakan dan diapakan saja aku tak mengerti. J *bow*. Beberapa menit pelajaran, tiba2 pintu terketuk dan ternyata kepala sekolah datang. Waeyo? Apakah mau memanggil anak nakal dari kelas kita? Jangan sampai deh. Oh aku salah ternyata ada anak baru. Mwo? Dia tinggi sekali, dia namja atau yeoja sih? Tinggi sekali.. ckckck~
“Annyeonghaseyo, joneun Lee Hyejin imnida. Kalian bisa memanggilku Hyejin. Bangapta” katanya singkat memperkenalkan diri.
“Kau darimana?” Tanya temanku.
“Aku dari Asrama Putri Xiulin.” Katanya sambil tersenyum.
“Oh dia yeoja. Tapi kenapa ya dia pindah ke sekolahku? Kan Asrama Putri Xiulin juga bagus” tanyaku dalam hati.
“Ehm baiklah, Hyejin-ssi, kau boleh duduk sekarang. Ehm, Kau boleh duduk di sebelah Seojung” kata Kim Songsaenim. “Gwenchana Seojung-ssi?” tanya Kim Songsaenim padaku.
“Ah, ne gwenchana. Silahkan” kataku kemudian minggir ke sebelah kiri bangku, membiarkan dia duduk di kananku.
“Hai" kataku ketika dia duduk. Apa? Aku melihatnya saja harus mendongakkan kepalaku. Kataku dalam hati.
“Hai juga. Tak kusangka kau mungil sekali, 2 temanmu yang ada didepanmu juga.” Katanya sambil sedikit terkikik dan memperkecil suaranya pada kata terakir.
Aku yg sedikit malu mendengarnya hanya dapat berkata “Ah, kami bertiga memang dikenal dengan trio imut nan mungil” untuk menutupi perasaan malu xD
“kkk~ benar2 lucu sekali.” Katanya sekilas tetap diiringi kikikan kecil agar tidak terdengar  Kim Songsaenim.
“ah, ne. Gomapta” kataku kemudian. Sedetik berikutnya kami kembali terfokus dengan pelajaran matematika itu. Ah, aku benar2 tidak mengerti maksudnya. Aku kemudian berpikir untuk menanyakan hal ini kepada Heeyeon. “Psst! Psst! Heeyeon-ah!” panggilku pada HeeYeon”
“Wae?” kata Heeyeon sesekali menengok karena takut ketahuan Kim Songsaenim.
“Otokae? Aku benar2 tak mengerti dengan semuanya.” Kataku.
“Mwo? Kau itu apasih yg ada didalam otakmu itu?” kata Heeyeon. Pluk, secercah kapur mengenai kepala Heeyeon. Upss aku merasa bersalah. Setelah Kim Seongsenim tidak melihat lagi, Heeyeon menengok ke arahku dengan tangan mengepal mengancamku. Aku hanya bisa membentuk huruf V dengan jari telunjuk dan jari tengan sambil mengucapkan “Mian” dan kemudian aku berusaha bertanya pada Hyejin
“Seojung-ah, wae?” kata Hyejin.
“Anni, aku nggak ngerti caranya ini. Otokae? Neomu arraseo?” kataku bertanya padanya.
“Ah, sedikit. Ini masukkan ke rumusnya, seperti yg dicatatkan Songsaenim tadi rumusnya. Kemudian dihitung dulu perkaliannya didalam kurung ini, baru dibagi 3. Angka berikutnya bisa dibagi dengan penyebut angka sebelum/ sesudahnya. Arrachi?” katanya.
“Ah, lumayan. Gomapta Hyejin-ah”
Kemudian Kim Songsaenim memberi beberapa soal dan memang beberapa bisa kukerjakan, tentu saja tidak selesai, aku berniat menanyakannya pada Leeteuk oppa nanti xD
*teeeet~* bunyi bel istirahat berbunyi, dan kemudian Kim Songsaenim menyudahi pelajaran dan menyuruh kami menyelesaikan soal soal tadi yg belum selesai. Aku kemudian merapikan bukuku dan bersiap untuk ke kantin.
“Hyejin-ah, kau tidak ikut?” tanyaku pada Hyejin.
“Ah, anniyo, aku bawa bekal kok.” Katanya sambil tersenyum.
“Ah geurom, annyeong” kataku sambil membungkukkan badan dan meninggalkan kelas bersama Heemin dan Heeyeon.
-di kantin-
“Yaaa!! Dia baik sekali” kataku.
“Nuguya?” tanya Heemi.
“Lee HyeJin” kataku.
“Tapi dia tadi ngejekin kita. Katanya kita pendek. Aku tadi denger loh” Kata Heeyeon, dia memang sensitif.
“Dia berkata kita mungil, bukan pendek” kataku “dan dia kelihatannya suka music juga, tadi bukunya penuh coretan not balok. Aku punya temen dong suka musik. Kkk~” lanjutku
“Eh iya, dia kan tinggi tuh, dia kayanya juga suka olahraga. Buktinya tinggi banget. Tapi gatau kalo itu keturunan dari orang tua xD” kata Heemi.
“Mwo? Ada apa dengan kalian?” tanya Heeyeon.
“Ne, dan matematikanya juga ga kalah keren” kataku.
“Mwo? Jinja? Wah kalau begitu bukan aku saja yang pervert dengan matematika” kata Heeyeon kemudian.
“Ne. Bagimana kalau dia kita gabungkan dalam persahabatan ini. Kalian mah enak sebangku. Aku kan ga ada yg asyik buat ngobrol selama ini kecuali dia.” Kataku sambil menyendok eskrim yang tanpa sadar dari tadi hanya aku aduk2 saja.
“Klop sekali” kata Heemi adan Heeyeon hampir bebarengan.
“Chagi~~~” kata 3 namja bebarengan saat aku dan temen2ku mau kembali ke kelas dan membuat kita batal kembali ke kelas.
“Yaaa! Kalian. Kenapa meninggalkanku sendirian di kelas” kata seorang namja yang barusan muncul memarahi 3 namja barusan sambil mengerucutkan bibir.
“Mian._.V” kata Leeteuk oppa sambil membuat huruf V dari jarinya.
“Yaaa!! Awas saja kalau kalian ulangi lagi” katanya sambil bergabung dengan kami. Kkk~ aku selalu tertawa melihat 4 namja imut serta lucu-lucu ini. Kami kemudian terlibat dalam obrolan2 seru diselingi dengan tawa sesekali.
“Seojung-ah!” sepertinya ada yg memanggilku, aku kemudian menoleh mencari sumber suara yg memanggilku. "Ah, Hyejin-ssi. Wae?" Tadi katanya bawa bekal. Ya sudah lah.Kemudian aku melambaikan tanganku mengisyaratkan dia untuk bergabung dengan kita.
“Wow, tinggi sekali kau. Bahkan aku dan kamu hampir sama” kata Donghae oppa kemudian. Mendengar itu, Hyejin hanya tersenyum malu2 dan kulihat Heeyeon memukul lengan Donghae kemudian dan kamu tertawa bersama.
“Seojung-ah, kukira kau akan segera kembali, tapi kau tak segera kembali, aku tak ada teman di kelas. Maaf ya kalau menggangu kalian.” Kata Hyejin kemudian.
“Ah, sudahlah, kita disini dulu saja.” Kata Sungmin hyung sebelum sempat aku menjawab pertanyaan Hyejin.
“Ne, gabung aja gapapa kok. Kkk~ lagian kan kamu temen baru kita” kataku dan mendapat angukan dari Heemi dan Heeyeon.
“Gomawo” katanya sambil tersenyum. “Ah, bukannya kalian SuperJunior?” kkk~ senang bertemu kalian.” Katanya sudah mulai terhubung.
“Ne. Aku si cute leader.” Kata Leeteuk dan mendapat “huuuuu” dari Donghae, Eunhyuk, dan Sungmin. “Apasih kalian” kata Leeteuk kemudian dan membuatku ingin sekali mencubit pipinya itu.. kkkk~
“Aku si ganteng donghae” kata Donghae kemudian “Waaa!! Kau juga pd sekali Donghae!!” kata Leeteuk tak mau kalah. “Jelas kan? Siapa lagi yang ganteng disini selain aku?” kata Donghae tetap dengan kePDan yang akut.
“AKU!!” kata Leeteuk, Eunhyuk, dan Sungmin oppa bersamaan.
“Oh ya, dan aku, king of dance Eunhyuk” kata Eunhyuk kemudian.
“Eunhyuk sunbae, aku begitu menyukaimu. Aku suka dance juga.. haha xD sulit sekali menirukan gerakanmu” kata Hyejin kemudian dan mengundang pandangan aneh dari Heemi.
“Ehm, maksudmu mengidolakan kan? Tokoh idola kan?” kataku untuk menenangkan Heemi.
“Ne. Tentu saja.” Katanya tersenyum kemudian.
“Ehm, dan aku flowers boy, Sungmin” kata Sungmin oppa dan berhasil membuat kita meleleh, omo!!
“Sudah sejak kapan genk ini terbentuk?” kata Hyejin.
“Yaaa!! Kita tidak membentuk genk!!! Hahaha” kata Heeyeon dan berhasil membuat Hyejin ketakutan. “Hyejin, aku tak bermaksud seperti itu. Kami tidak membentuk genk, kami hanya kumpul2 saja kok” kata Heeyeon melunak kemudian dan membuat senyum Hyejin muncul kembali.

Kembali kami bersenda gurau dengan yaah pacar masing2.. kkk~ aku tak mengerti, padahal Sungmin oppa tidak mempunyai couple di grup ini, tetapi dia pasti ikut kami.. gwenchana, biasanya kalau ada masalah pasti kami curhatnya ke Sungmin oppa. “Oh ya, oppa, nanti nontonnya ditunda ya? Aku ada acara khusus, jadi jam 7 saja ya? Jangan jam 5 yaya?” kataku pada Leeteuk oppa.
“Oh kalian mau nonton?” kata Hyejin.
“ne, kau mau ikut?” kata Heemi.
“Ah, nanti aku mengganggu.” Kata Hyejin malu-malu.
“Gwenchana” kataku dan Sungmin oppa bebarengan. Hal ini membuat Hyejin kaget dan Sungmin hyung diam kemudian mempersilahkan aku bicara duluan. “Kan lumayan buat refresing” sambungku
“ne, ayolah ikut saja” kata Sungmin oppa kemudian dan mengundang tawa diantara kami.
*teeeeet* bel masuk berbunyi dan kami berpisah sampai disini. Aku dan kawan2 kembali ke kelas masing2 :D

TBC

Selasa, 22 Mei 2012

Forgottable Moment part 1


Forgottable Moment (1/?)
Author : dhe_dhoki
Cast :     Shin Dongho
                Park SeoJung
                Park SooNa
                Kevin Woo Sung Hyun
                Lee Kiseop
# Castnya bukan milikku, castnya punya Tuhan. Tapi alurnya milikku. Boleh di cop.past tapi cantumin source yaa.. Juga izin ke aku jgan lupa.  Mian kalo ceritanya gajelas
Normal POV
“Annyeonghaseyo. Joneun Park Seo Jung imnida. You can callme Seojung. I’m from Chili.” Kata Seojung memperkenalkan diri.
“A, like that Seojung-ah. Can you told us, how u can go to hanguk?”  tanya Songsaenim
“Ah. Its caused of my father. My father is worked in NH Media. So, me, my father and my mother moved to Hanguk.” Kata Seojung dalam bahasa Inggris.
“Okay I see. Now u can sit. Ehmm.. My name is Han, call me Han songsaenim. Now, You can sit over Dongho’s seat.” Kata Songsaenim sambil menunjuk orang bernama Shin Dongho/
“Ok. Gamsahamnida Han Songsaenim.” Kata Seojung sambil membungkukkan badan kepada Han Songsaenim dan berjalan menuju kursi Dongho.
“Hai, aku Seojung. Senang berkenalan denganmu, Dongho-ssi” kata Seojung pada Dongho
“Oh.” Jawab dongho singkat. Mendapat perlakuan kurang sopan, seojung tidak mau berbasa-basi lagi padanya langsung duduk di sebelahnya. Tidak terjadi cakap menyakap antara  Seojung dan Dongho ketika pelajaran. ‘Benar2 memuakkan. Kenapa dia begini? Tidak ramah sekali. Aku akan menanyakan nanti.’ Pikir Seojung. *teeet* bunyi bel menandakan  ganti pelajaran.  Sekarang pelajaran Fisika. Aah, Seojung senang sekali dengan pelajaran Fisika, nilainya selalu baik dan pasti bagus. ‘tak apalah jika aku dikacangin sama teman sebangkuku yg nyebelin ini’ pikir Seojung lagi.
SEOJUNG POV
“baiklah anak2, mari kita mulai pelajaran fisika hari ini. Mari kita bentuk kelompok belajar, cukup dengan teman sebangku kalian. Kalian akan mendapat soal dari saya. Saya harap kalian dapat bekerja sama dengan baik. Rundingkan hal2 yang tidak kalian mengerti” kata Songsaenim. What? Benar2 seperti petir di tengan panas terik matahari. Sebangku? Bekerjasama? Bagaimana aku bisa bekerja sama dengan patung disebelahku? Mungkin aku harus pindah.Aku bertnya pada guru apakah boleh aku pindah bangku? Dan apa reaksinya? Aku kena semprot deh. Aaah, benar2 hari yang melelahkan.
“oke, Dongho-ssi. Kau kerjakan soal nomor 26-50. Aku yang nomer 1-25.” Kataku pada Dongho.
“Shiro!! Kerjakan semuanya! Jika tak ada yg dimengerti baru tanyakan aku.”
“Apa? Kau pikir kau cerdas sekali gitu? Aku selalu mendapat nilai sempuna di sekolahku dulu. Kalau kau pintar mengapa kau tak kerjakan semuanya?”
…. Tidak terjawab sementara oleh namja gila itu. “HEI!! Aku tidak pernah menyuruhmu duduk dengan anak pandai sepertiku.  Nah, kau sendiri bilang kau selalu mendapat nilai sempurna pada pelajaran fisika. Kau pasti bisa menyelesaikannya. Pabo!” jawabnya kemudian sambil mengeluarkan hp, dan bermain?
“Yaaa!!” kataku berteriak. “ehm, permisi, bisakah kalian diam dan segera kerjakan soal2 itu? Kalian bisa mengganggu teman2 kalian” kata Songsaenim. Ahhh aku hanya bisa mencak2 sebal dan mengerjakan soal2 yang sebelumnya ada beberapa pernah kujumpai dengan cepat dan kukumpulkan pada songsaenim. Begitukah katamu Dongho? Kau anak pandai? Okay, awas saja jika nilai2mu kalah dariku.
“Okay, nilai dari Park SeoJung dan Shin Dongho 100. Selamat untuk kalian berdua” apa? Selamat buat kita berdua? Sedangkan hanya aku yg mengerjakan. Huuh sial. Aku hanya bisa cemberut setelah pelajaran menunggu bel berbunyi. Bukannya minta maaf atau apa. Hanya diam sambil bermain hp? Ha? Dasar bocah gila. Bagaimana bisa Han songsaenim mnyuruhku duduk dengan namja gila ini. Haaah. Bisa2nya aku berpikir dia akan minta maaf. Bagaimana dia bisa pandai kalau tidak mau berlatih. Bosan sekali menunggu bel selesai pelajaran. Akhirnya aku mengikuti kegiatan Dongho, bermain hp.
“hei!” sapa seseorang di belakangku, samba mengetuk pundakku. “ne?” jawabku. “bisa kau bantu aku soal yang ini? Aku sedikit bingung.” katanya. “ha?” aku hanya bisa melongo melihat wajahnya yang dorky. Astaga, dia imut sekali, dia namja atau yeoja sih? Cantik sekali? Kemudian kulihat nama dadanya. Woo Sung Hyun. Ah, namja dia. Tapi aku tak berbohong, dia cantik sekali. “ah ne, ini caranya begini. Tinggal dimasukkan angkanya. Sudahkan? Lalu jangan lupa dibagi 2 dulu baru dikuadratkan. Arra?” kataku lalu tersenyum setelah menemukan hasilnya.
 “ne, gomawo ehmm. Seojung-ssi.”jawabnya.
“ne, cheonmaneyo..ehm, Sunghyun-ssi” kataku menyebutkan nama belakangnya. “anni.”
“mwo?” kataku. “panggil saja Kevin” selanya. “arraso, Kevin-ssi” kataku lalu tersenyum dan kembali memainkan HPku.
#Author POV
Kembali terjadi kesunyian antara Park SeoJung dan Shin Dongho. Mereka sama-sama bermain handphonenya masing2, masih beberapa menit untuk jam istirahat untuk melegakan hati Seojung terlepas dari kesunyian Shin Dongho
*kriiing!!* terdengar bunyi bel yang menandakan bel istirahat. Aaa, senangnya hati Seojung saat mendengarnya. Dia masih menunggu siapapun mengajaknya, datang beberapa teman perempuannya di kelas untuk mengajaknya ke kantin
 “Hai, pandai, kau mirip sekali dengan Soona.” Kata salah satu dari mereka
“Nuguseyo?” tanya Seojung penasaran
“Ahh tidak lupakan saja” kata salah satu dari mereka ketika melihat tangan Dongho yang mengepal siap untuk meninju mereka. “ehhm, aku Tiffany, Ini Taeyeon, dan ini Seohyun. Kami biasa disebut TaeTiSeo. Ayo ke kantin” kata salah satu dari mereka yang tenyata Tiffany, cewek blonde yang berhidung mancung dan mempunyai senyum yang sangat manis bagi SeoJung.
“Ehm, ne. Kajja :D” kata SeoJung yang akhirnya mengikuti mereka.  “Ehm, tunggu. Shin Dongho-ssi, kau tidak ke kantin? Ini kan waktunya istirahat.” Kata Seojung pada Dongho.
“Apa urusanmu? Orang pandai menghabiskan waktunya untuk membaca. Pergi kau!” bentak Dongho
“Kau itu kenapa sih? Kau kesambet apa? Kalau kau pandai kenapa kau bersekolah ha?” jawab Seojung tak mau kalah.
“Pabo! Itu bukan urusanmu! Kau sudah terlalu mencampuri urusanku. Lihat! Teman2mu sudh menunggu!! Sana pergi dan jangan ganggu aku lagi!!” jawab dongho yang mulai kehabisan kesabaran
Melihat TaeTiSeo yang sudah menunggunya, Seojung segera berlari mengikuti mereka. Tetep dengan hati dongkol pada Dongho, dia berjalan mengikuti TaeTiSeo. Setelah membeli beberapa snack kesukaannya dan ice cream vanila, SeoJung beserta teman2 barunya, TaeTiSeo kembali ke kelas. Ketika sampai dikelas, Seojung ingin duduk ke bangkunya. Melihat SeoJung membawa beberapa snack itu, Dongho sedikit ternganga. Seojung melihat di sekeliling bangkunya ada beberapa orang, mungkin teman2 dongho pikirnya, tetapi ketika ia hendak mengambil kursinya yang kosong untuk duduk bersama TaeTiSeo, Dongho menggertaknya.
#SEOJUNG POV
“Hei!” gertaknya ketika aku mulai mengambil kursi itu.
“Apa? Apa lagi?” kataku.
“Kau bisa duduk dibangku kosong itu! Sebelah Seohyun kan ada kursi.” Katanya
“So? Ini kan kursiku!! Lagian nggak dipake kan?” Kataku mengambil kursi itu lagi.
Plak! “Kau itu tuli ya? Siapa bilang ini kursimu? Kau tidak lihat kau menduduki pacarku!” tampar Dongho dan marah pada Seojung.
“Cukup Dongho!!” gertak Kevin. Kevin? Dia juga kawan Dongho? Kenapa aku baru melihatnya? Mustahil. “Soona sudah tiada!!”
“Kata siapa hyung? Soona masih disini!! Daritadi dia kesakitan. Itu semua gara2 kau!” kata Dongho pada Kevin kemudian beralih ke SeoJung.
“Naega? Wae?” kataku
“Kau menduduki pacarku!” Kata Dongho berusaha menamparku lagi.
“Sudah cukup Dongho, kau lagi2 seperti ini. Soona sudah nggak ada semenjak 2 tahun yang lalu!! Cukup cukup. Kau harus bisa melihat kenyataan bahwa Soona sudah meninggal!” kata seseorang bertindik.
“Eli hyung!! Cukup. Kau lihat? Soona menangis!!” kata Dongho. Oh jadi namja itu bernama Eli. Soona? Siapa itu? Itukan yang disebut oleh Tiffany tadi. Meninggal? Iiih, ngeri banget u,u pikirku....

-TBC-

Senin, 19 September 2011

Saranghaeyo 4-Lee


 Hai. Aku punya ff atau fanfiction nih. Maaf ya kalaojelek, banyak typo atau apapun. Yah ini akibat kegilaanku sama temen-temen SMP. Thanks for Ekky yg udah translate-in bebrapa kalimat ke bahasa korea. Hope you like it guys.
SARANGHAEYO 4 LEE


#Heeyeon POV
Fiuuuhh, panasnya hari ini. Aku berinisiatif pergi ke kantin yang tak jauh dimana aku duduk sekarang.
“Heeyeon!” pamggil seseorang yang mengagetkanku.
“Mwoeo?” jawabku sedikit kesal.
“Donghae memberitahuku dia ingin bertemu kau?” kata Soojung memberitahuku.
“Mwoeo? Onje?” tanyaku kegirangan
“Baru tadi” 
“Arraseo. Maksudku, kapan ingin bertemunya?”
“Nanti sore di cafe sebelah sekolah”
“Ne, kau mau ikut aku ke kantin?” ajakku
“Ne, kau yg traktir?” Soojung mengiyakan
“Shiro(nggak)!” jawabku ketus
“Kau selalu begitu” jawabnya sembari berjalan di sampingku.

Kantin sekolahku dekat dengan lapangan, baik lapangan basket, maupun lapangan voli. Aku memilih tempat duduk bersama teman2 akrabku menghadap ke arah lapangan basket. Bisa dibilang itu singgahsana kami J Oh ya, aku belum cerita, aku Lee Heeyeon murid kelas XI-1 di Namsadong High School . Dan teman-teman akrabku Park Heemi, Park Soojung. Kami ini sebenarnya murid yang biasa-biasa saja. Bahkan bisa dibilang judes sekali kepada adik kelas, jadi kami jadi disegani gara2 judes itu. *banggaLOL.
Hari ini bener-bener hari sialku. Aku nggak nyangka aja, aku kalah saing sama yang namanya Kyuhyun. Olimpiade Matematika tingkat provinsi. Aku tahu Kyu itu sudah terkenal dari boyband yang namanya Super Junior itu. Tapi aku yakin, dia tidak jujur, dia kan ber-uang. Siapa tahu dia nyogok. Selisih nilainya hanya 0.95. Bayangkan? Akhirnya aku hanya memenangkan juara 2. SIAL! Itulah awalnya aku sangat membenci Kyu. Kini aku berusaha menyelidiki apa benar dia itu curang? Aku mempengaruhi teman2 sekelasku dulu. Lalu aku mulai melancarkan serangan pada kelas lain. Dan terbukti, Kyu curang. Temannya sekelas menemukan soal2 yang sama persis di Olimpiade. Kyu, Kau tak akan bisa melawan Heeyeon!
Oh ya, ada beberapa anggota Super Junior yang satu sekolah dengan kita (chingu, maaf. Ini kan hanya fiksi. Jadi, mereka seperti teman). Kebanyakan mereka sunbae kita. Diantaranya : Lee Donghae-ah, Lee Hyukjae-ah(Eunhyuk), Leeteuk-ah, Lee Sungmin-ah, Kyu-ah, Yesung-ah dan Kibum-ah. Kyu-ah dan Kibum-ah seangkatan kami.                  Tapi 4-Lee(Leeteuk, LeeDonghae, LeeHyukjae<eunhyuk>, LeeSungmin) ditambah Yesung-ah adalah kakak kelas kita.
Sialnya hari ini juga, waktu istirahat, Yesung-ah, penyanyi utama Super Junior itu nembak aku. OMO! Mau dibawa kemana mukaku ini? Mana di tengah lapanagn basket. Kalian tahu? DITENGAH LAPANGAN BASKET! Apa nggak memalukan sekali. Apalagi donghae-sunbae melihatnya. Mukaku pasti memerah menahan malu. Kau tahu? Yesung-ah nembak aku pake tip-x kiriko berwarna hijau. Sangat nggak modal! Sudah akunya ilfil sama dia gara2 model rambutnya itu, ditambah seperti itu, membuat aku semakin jijik melihatnya. Kalau bukan angoota supejunior yang sedang melejit itu, mungkin aku akan menelannya bulat-bulat. Aku memaki2 dia sampai mungkin dia sendiri yang malu.
“Kau itu, namja macam apa kau. Kalau mau menyatakan rasa itu harusnya ditempat yang romantis, kek. Ngga sekalian aja kamu tembak aku di kuburan,hah? Mana pake apa itu hijau-hijau kau pegang? Sangat tidak modal! Mengapa kau tak pakai bunga layu yang sudah jatuh dipinggir jalan saja, hah?” itulah maki2ku terhadapnya. Tak lama setelah itu aku pun pergi meninggalkan tempat itu.
*******
#np_Walkin’ bunyi suara alarm handphoneku bergetar. Menandakan sudah jam 3. Apa? Jam 3? Loh, aku kan punya janjian ke cafe sebelah sekolah. Aduh mana janjian jam setengah 4. Mati aku kalo telat, aku harus pake baju apa juga? Mandi cepet2, trus berangkat!
*******
“Heeyeon!” sapa seorang namja sambil melambaikan tangannya kearahku. Aku mencari sumber suara itu berasal, tapi belum juga ketemu. :/ Eh, eh, itu dia si Donghae, waah, jal saengginiyeyo (sangat tampan). Aku tersenyum, kemudian aku berjalan ke arah dia duduk.
“neon neomu yeppeoyo (kau cantik)” puji Donghae yang mungkin dipaksakan L.
“gomawo. Kau juga tampan” balasku dengan senyum termanis yang pernah kupesembahkan.
“Ah, kau bisa saja. Kau mau pesan makan apa?” katanya mengganti topik pembicaraan.
“Tidak usah. Aku minum saja kalau boleh.’’ selakku
 “Baiklah, kau mau minum apa?” jawabnya sambil tersenyum manis kepadaku
“Greentea”
“Ne. Gidaryo (tunggu,ya) ?
“Ne.”
“Pelayaan! Greentea sama coklat panas 1 ya. Gomawo.” Panggilnya  sembari memesan kepada pelayan.
Setelah memesan kami keluar dari cafe itu, kami berjalan di taman belakang cafe ini. Kami bergandengan tangan menyusuri taman ini, seperti anak kecil saja pikirku.
“Heeyeon!” Panggil Donghae.
“Ne?” jawabku.
“Kau, kau tadi kenapa menolak Yesung sunbae? Kau kan tahu, dia adalah penyanyi utama Super Junior.” belanya
“Hajiman shironado (Tapi aku tak suka).” Jawabku membela
“Suaranya kan bagus.” Dia terus mengeyel
“Tetap saja aku tak suka.” Aku tak kalah ngeyel juga
“Baiklah, aku menyerah. Apa kau punya namja lain dihatimu sehingga menolak Yesung sunbae?” jawabnya dengan pandangan aneh.
“Mungkin saja.” Jawabku sambil mengangkat pundakku
“Nugu na? Neanun ara? (Siapa dia? Boleh aku tau?)” Tanyanya penuh selidik
“Anni. Neo aranha (kau tidak blh tahu).”
“Napuna?! Gaja! (Kau jahat?! Ayolah!)
“Araunun sarami. (kau tahu orgnya) 
“ah,gure. nuguseyo?(Ah, baiklah siapa itu)?” tanyanya penuh selidik
“Aku tak akan membocorkannya padamu” jawabku sambil menjulurkan lidahku.
“Gure (baiklah), aku menyerah. Na, Joaheyo (Aku menyukaimu).” akunya
“Mweo?” jawabku setengah kaget.
“Ne. yeojachinguga doeeojullae? (maukahkau jadi pacarku?)” tanyanya penuh harap padaku.
“Anni.” Jawabku ketus
“MwoeoNeo Shiro?(apa? Kau tak suka padaku?)” jawabnya kecewa
“Anni. Joahe” jawabku berdiri kemudian berlari
“Ahhh, neo!” jawabnya sambil berlari mengejarku

J J J J J J J

#Soojung POV
Dasar ya ni cowok sunbae kaga’ punya malu. Tadi pas istirahat dia nembak si Heeyeon, udah dimaki-maiki pula. Eh, ngapain juga pulangnya nembak gue di parkiran. Bayangin deh! PARKIRAN! Malu banget deh gue. Mana banyak chingudeul disana nyorakin lagi. Dengan amat-sangat terpaksa aku menerimanya. Aku nggak suka dengannya. Lihat saja gayanya yang sangat memuakkan. Belum2 dia sudah memanggil chaggi. OMO! Memang terdengar jahat, tapi aku hanya mempermainkannya. Itu belum setimpal dengan apa yg aku rasakan saat dia menembakku di parkiran.
 “Yeobosoyo” sapaku mengangkat telpon.
“Chaggi, jonun (ini aku), Yesung.”
‘ah, orang ini’ pikirku. “Mwoyo?” jawabku sedikit ketus.
“Mokoyo nawa hamke? (Kau mau makan bersamaku?) Aku mau memperkenalkanmu ke hyung dan dongsaeng2ku di dorm?”
“Mwoeo? Anni. Nan shiro.(aku tak mau)” Jawbku dingin
“Ayolah, chaggi. Kau akan kujemput.” Jawabnya memaksa
“Hajima...(jangan...).” jawabku yang kemudian terputus sambungannya
@ dorm super junior
Aku digandeng Yesung sunbae memasukki dorm Super Junior. Ah, pasti ramai sekali disana. Ketika aku memasuki pintu masuknya aku menemui seorang wanita yang perkiraanku bernama BoA itu. Dia menyapa Yesung, dan aku hanya tersenyum. Kemudian kami memasuki lift dengan tanganku masih diseret Yesung. Aku berusaha meronta, tapi percuma. Walau tangannya kecil, tapi dia juga kuat.
Sampailah di lantai 12, lantai asrama super junior. Setelah pintu terbuka, Yesung segera menarikku mengikutinya. ‘Dasar penyiksa’ pikirku. Setelah berjalan kira-kira 3 meter. Sampailah aku pada ruangan besar yang aku perkirakan ruang berlatih menari para anggota super junior. Ada sekitar 10 orang berkumpul disitu. ‘Tunggu! 10? Ditambanh Yesung jadinya 11. Yang dua kemana?’ pikirku. Aku lihat satu persatu wajah mereka sambil memastikan lengkap. ‘Tunggu, mana Donghae dan Leeteuk?’ pikirku.
“Hyung, ini yeojachinguku, Soojung” katanya memperkenalkanku pada Heechul dan Hangeng.
“Saeng, ini yeojachinguku, Soojung” katanya pula kepada dongsaeng2nya.
“Annyeong sunbae, Soojung imnida” jawabku memandang hyung2 dan dongsaeng2 Yesung dan mencari Leeteuk dan Donghae.
“Hai, maaf terlambat. Aku habis dipanggil Sooman....” Tiba-tiba pintu terbuka dan nampak seoang namja memakai kaos putih beserta celana ¾ berwarna abu-abu. Dia juga memakai jam putih andalannya.”Neo! Soojung kan?”
“Ne, dia Soojung, pacar Yesung hyung” jawab Kibum.
“Mwoeo?” jawabnya tak percaya.
“Annyeong sunbae, na, Soojung imnida.” Jawabku sembari membungkukkan badan menghormati Leeteuk oppa kemudian mengulurkan tangan kepadanya.
“Leeteuk imnida. Chukkae! Panggil aku leeteuk oppa!” jawabnya dengan senyum yang memperlihatkan lesung pipi di bawah dbibir sebelah kirinya.
“Ne, gomawo, sunbae. Maksudku oppa.” Jawabku tersenyum juga.
Aku hanya duduk di sofa yang tersedia di ruang dance tersebut, aku melihat betapa kerennya ternyata member2 Superjunior saat berlatih, kecuali.... Yah, kau tahu siapa kan? Aku menatap sesosok namja yang aku idolakan. Astaga betapa kerennya dia saat berlatih, berwibawa, aaaaa J. Tiba-tiba pintu terbuka, Donghae datang sembari membawa seorang yeoja yang aku kenal. Ya, dia Lee Heeyeon. Berarti mereka... Apa? Masak mereka sudah pacaran? Ah, aku tak percaya. Aku mencoba melontarkan bahasa isyarat kepadanya yang dijawab dengan anggukan kepalanya. Astaga!!!
Seperti tadi, Donghae juga memperkenalkan Heeyeon sebagai yeojachingunya kepada para member suju lainnya. Aku sebal, ini saatnya Yesung memperkenalkanku padanya dan Donghae. Aku diperkenalkan sebagai yeojachingu Yesung kepadanya. Heeyeon terbelalak mendengar penyataan Yesung. Mungkin ini yang sedang dipikirkan Heeyeon ‘bukankah tadi istirahat Yesung menyatakan cinta padaku? Bagaimana bisa?’. Lalu mereka melanjutkan latihan mereka. Heeyeon dan aku kemudian duduk di sofa dan ngobrol.
“Yaa! Neo! Mana bisa kau menerima Yesung?” kata Heeyeon
“Aku menyesal menerimanya. Lagian, aku akan hanya permainkan dia.” Jawaku kesal.
“Bagaimana bisa? Aku pikir kau sudah jadian dengan dia” jawabnya sambil menunjuk namja yang aku perhatikan daritadi
“Tadi, sepulang sekolah, kau kan pulang duluan. Heemi katanya ada keperluan, aku jadi pulang sendiri, aku melewati parkiran. Dia menembakku disana. Mana banyak orang lagi, aku kan malu, ya terpaksa aku terima.”
“Lalu bagaimana kau dengan dia?” jawabnya kembali menunjuk namja yang sedari tadi aku perhatikan.
“Molla. Aku akan menjalani dulu. Aku akan bertingkah laku buruk, kemudian Yesung akan meninggalkanku.” Jawabku pasrah
“Daebak, chingu!” jawabnya sembari mengejekku. Aku kemudian kembali memperhatikan namja yang selalu menarik perhatianku, tak sengaja mata kami bertemu kemudian aku menunduk malu menghindari tatapan matanya.
Setelah kira-kira 2 jam, mereka menyudahi latihan dan satu persatu keluar. Kemudian Donghae menghampiri Heeyeon, aku hanya tersenyum ketika mereka berpamitan. Aissh! Dimana Yesung, dasar namja aneh, aku pacarnya ditinggal, egois. Di ruang itu tinggal aku dan namja yang selalu menarik mataku. kemudian dia menghampiriku dan duduk disampingku.
“Yesung assoseyo imnika? (belum datang ya?)” sapanya
“Ah, anni. Ttonaso (dia meninggalkanku).” jawabku
“Boleh aku tau, bagaimna kau bisa jadian dengannya?” tanyanya
“Andwee. Mianhe.” jawabku
“Gwenchana.” Jawabnya yang kemudian diam seribu bahasa “Soojung!” sambungnya.
“Ne?”
“Waeyo? Kenapa kau pilih dia? Aku baru saja ingin menyatakannya padamu. Mengapa kau pilih dia?” *HarusnyaKauPilihAku mode:on*  jawabnya yang kemudian memegang tanganku.
“Mianhe oppa. Na... na... Aku nggak bisa menjelaskannya padamu. Suatu hari aku akan bercerita padamu.”
“gure, minggu depan, kau harus datang lagi kesini! Kau harus cerita padaku.” Ajaknya.
“Ne, aku akan datang.” Jawabku yang membalas pegangan tanganya dengan erat. Lalu kami keluar ruangan bersama.
J J J J J J J
#Leeteuk POV
“Setelah memenangkan MuBank, aku ingin kalian berlatih lebih giat untuk bersiap2 ke Grammy Award” kata Lee Sooman.
“Ne!” jawabku padanya. Setelah dia pergi aku dengan setengah berlari
Aku segera naik lift dan memencet angka 12, lantai dimana asrama superjunior berada. Setelah setengah berlari sekitar 3 meter, aku membuka pintu ruang berlatih dance dan berbicara “Mian aku telat, aku dipanggil Sooman....” aku kaget dengan kehadiran seorang yeoja di tengah2 kami. Kemudian aku hanya bisa berkata “.....Neo? Soojung kan?” sambil terkejut. Kibum pun menjawab “Ne, ga papa hyung, Ah, dia Soojung, yeojachingunya Yesung hyung” JGLAARR!!! Bagai disambar petir aku, Soojung-ku. Aaaa, mungkn aku saja yang terlalu menaruh harapan besar kepadanya sehingga aku dengan PDnya beranggapan bahwa dia juga mencintaiku. Jangan harap, dia sudah milik Yesung, aku tak berhak.
Aku segera memberitahukan kepada mereka apa yang  dibicarakan Sooman padaku dan kami segera berlatih dance tanpa Donghae. Selama latihan sebisa mungkin aku berkonsentasi pada dance. Sekitar 30menit kami berlatih, pintu terbuka dan Donghae hadir membawa yeoja bernama Heeyeon dan memperkenalkan sebagai yeojachingunya. Bukankah dia yang ditembak Yesung saat istirahat, bagaimana mungkin Yesung mendapat Soojung, pasti ada sesuatu. Aku lihat Soojung melontarkan suatu kalimat isyarat, ah lucunya dia. Oh ya aku lupa, aku menyuruh Soojung memanggilku oppa J.
Setelah acara perkenalan selesai, kami melanjutkan latihan dance kami. Aku lihat Soojung dan Heeyeon berbicara empat mata. Kemudian aku tak sengaja melihat Heeyeon menunjukku yang kemudian aku tindak lanjuti dengan memalingkan muka. Aku mendengar tawa dari mereka berdua yang kemudian berganti diam, sunyi yang terdengar hanya musik dance dan hitungan para member. Aku mencoba melihat apa yang mereka perbuat, terutama pada Soojung, dan tanpa sengaja mata kami bertemu, kemudian dia menunduk, aku masih mengamatinya. ‘Pemalu’ pikirku.
Ketika selesai berlatih, aku lihat Yesung malah pergi dan mengacuhkan Soojung ‘namjachingu macam apa dia?’ batinku. Setelah tinggal aku dan dia di ruangan, aku menghampirinya dan mengajaknya ngobrol 4 mata. Aku menggenggam erat tangannya saat aku bilang bahwa aku sebenarnya ingin mengatakan itu juga. Matanya berkaca-kaca dan melihatnya aku ikut berkaca2 juga. Dia juga berjanji menceritakan bagaimana dia bisa jadian dengan dongsaengku, Yesung.Setelah menghapus airmata yang sudah dipelupuk, aku dan Soojung keluar ruangan dan kuantar dia keluar dorm dan menghentikan taksi untuknya.
*******
Seminggu kemudian benar juga dia ke dorm, dia menelponku kalau dia sudah berada di depan dorm. Aku segera menjemputnya, dan mengajaknya ke asrama kami. Sesampainya di asrama, aku biarkan Soojung meminta ijin ke Yesung supaya dia tidak berfikir aneh2 kepada kami.
“Hyung, kau mau apa dengannya?” kata Hangeng sambil menunjuk Soojung yang sedang bebicara pada Yesung
“Dia mau curhat, katanya.” Jawabku bohong
“Hyung, kalau kau apa-apakan dia mati kau!” jawabnya mengancam. Dasar Hangeng! 
Setelah melihat Soojung selesai ijin kepada Yesung, aku mengajaknya ke kamarku. Dia telihat kaget karena terdapat Heechul di dalam, aku menenangkannya dan memohon pada Heechul untuk meninggalkan kami berdua.
“Jadi begini, oppa.” Katanya yang kemudian aku duduk di sebelahnya.
“Bagaimana?”
“Jadi, waktu itu aku pulang sendiri, saat Heeyeon pulang duluan gara-gara ada janji sama Donghae. Sedangkan Heemi pulang duluan katanya punya tugas. Tinggallah aku belum pulang.”
“Lalu?”
“Aku memilih jalan tersingkat, karena aku mau segera pulang saja. Aku lewat parkiran. Disanapun banyak chingudeul, kau tahu kan oppa, aku paling malu kalau banyak bocah. Di sana, Yesung sunbae tiba-tiba memelukku, aku kaget sekali. Kemudian dia mneyatakannya. Kontan bocah2 disana menyoraki aku, aku paling bising dengan itu. Jadi untuk menutupi rasa marahku dan malu aku, aku menerimanya saja.” Akuku panjang lebar.
“Lalu, apa perasaan yang kau rasakan padanya.”
“Tidak ada. Aku mutlak hanya menutupi rasa malu aku. Aku berusaha bersifat buruk padanya agar aku bisa secepatnya putus. Aku bolehkan minta tlg pada oppa?”
“Marhebwa!(katakan!) Apa yang kau butuhkan!”
“Aku akan berusaha pura2 selingkuh dengan oppa, kemudian Yesung akan memutuskanku.”
Aku memeluknya, erat sekali. Kemudian aku berkata padanya “Walau hanya berpura-pura kita berpacaran, aku sangat bahagia bila kau bahagia. Sarangheyo, Soojung”
J J J J J J J
#Heemi POV
“Eih, neo! Sini!” perintahku pada Soojung saat menemuinya.
“Aish,mwoyo??” jawabnya sambil mengikutiku.
“Apa benar kau jadian dengan Yesung sunbae?” tanyaku
“Ne, aku TERPAKSA!! Camkan, aku TERPAKSA.” Jawabnya.
“Baguslah, aku kira kau benar2 jatuh cinta pada singa itu.”
“Yaak! Kau jgn sembarangan yaa...Aku hanya mencintai Leeteuk oppa.”
“Aku mau bercerita padamu.Kau ada waktu?” tanyanya mengalihkan pembicraan.
“Mianhe, mungkin Heeyeon bisa membantumu. Aku mau ke perpus, ada buku baru disana, aku mau membaca sebelum yg lain membacanya.”
“Dasar nerd!” ejekku
“Aku akan menceritakan padamu isi bukunya!” jawabnya segera berlari.
Aku berdiri mematung di teras kelas yang dekat dengan lapangan basket. Heeyeon sudah pergi bersama Donghae, Soojung? Keranjingan buku banget tuh orang. Bahkan mungkin seluruh buku perpustakaan dia sudah baca, tapi mungkin belum yang baru. Tiba-tiba ada namja menghampiriku. Ah, jangan dia Tuhan, pleasee!!
“Yaak! Kau butuh teman?” katanya.
“Ah, anni, aku sedang memperhatikan mereka bermain basket” jawabku menyergah sambil menunjuk tim basket sekolah yg sdg berlatih.
“geojinmal (bohong). Aku tahu kau butuh teman. Aku tadi bertemu Soojung berlari menuju perpus, pasti dia mengincar buku baru. Sedang aku lihat si Heeyeon lagi mesra-mesraan tuh sama si Donghae. Aku sebel deh sama Donghae, aku belum putus sama dia, masak dia udah nembak Heeyeon? Aishh!” jelasnya panjang lebar.
“Dasar gay!” godaku sambil mecubit pinggangnya
“Yaaa! Neo!”jawabnya menjitak kepalaku “Hey, kau akan berlatih badminton kan nanti sore?” Sambungnya
“Ne,. Memangnya kau :p” jawabku mengejeknya
“Hey, aku rajin yaa.” Belanya.
“Yah, whatever. Memang kenapa? Kau juga datang kan?” tanyaku
“Aku akan datang. Aku nanti akan menjemputmu, tidak ada tolakan, tdk ada alasan. Arraso?” katanya
“Ne. Mwo? Kau menjemputku?” tanyaku ada histeris
“Aku sudah bilang, tidak ada alasan. Aku pergi atletku.” Katanya ngacir pergi
“Hyukkie-ah!” aku memanggil tapi dia tidak respon, menyebalkan. Tunggu, dia menjemputku? AH, mungkin Cuma ada kebutuhan mendadak yang bertujuan di sekitar rumahku. Tapi tetap saja mengundang tanda tanya besar di kepalaku. Mengapa? OMO! Emg kenapa sih dia pake jemput aku segala, bikin pusing, bikin dagdigdug. Ah, tak tahulah.
*******
BENER SAJA. Dia menjemputku sore ini, aduuh. Kok dia bener2 jemput aku sih? Aku pengen pipis nih. Dia mengetuk pintu rumahku dan memencet bel rumahku. Aku kemudian segera menyiapkan raket dan kokku, mana pake hilang lagi. Duh, mana sihh? Hoe! Bantu cari dong reader! Nah, ini dia! Ah, membuat lama. Aku segera memakai sepatu putihku kemudian menguncir rambutku dan memakai softlensku. Kemudian aku bejalan menuju pintu dan membukakannya.
“Yaaak! Lama sekali kau bukakan? Kau baru mandi ya?” katanya sambil menghirup bauku.
“Hey! Enak saja. Jangan mentang2 sunbae trus bisa ngejek aku yaa!” kataku mendorong Eunhyuk sunbae.
“Ne.. ne.. aku takut sama atletku nih...Ayo berangkat. Ntar telat loo. Mau?” tanyanya.
“Anni-ah.. jelas saja tidak. Mau dipukul apa sama Pak Shindong? Jawabku sambil memukul lengannya.
“Ne, gasa! (baik, kita berangkat!)
Aku kagum, cowok sesibuk dia, masih menyempatkan dirinya untukku. Ah, baiknya dia. Kau tahu kan betapa sibuknya Super Junior? Dimobil, kami berbincang2 tentang kesibukan kami masing2. Tapi rasa2nya yang lebih sering bercerita adalah Eunhyuk, kalau aku, mungkin Cuma sibuk berlatih bulu tangkis dan voli saja. Eunhyuk? Banyak sekali, mulai dari latihan dance, konser, stay di radio sukira, press confrence, jumpa fans, super show. Banyak sekali.Tak terasa aku berdecak kagum padanya dan mungkin terdengar olehnya yang segera aku tutup mulutku agar dia tidak kePDan. Kira2 15 menit kemudian kami sudah sampai di lapangan yang sudah diboking oleh sekolah untuk siswa siswi yang berminat pada bulu tangkis atau olahaga lainnya yang dikhususkan untuk latihan saja. Kalau lapangan sekolah untuk perlombaan atau pelajaran kesegaran jasmani.
Kami segra memasuki lapangan tersebut dan kami lega karena Pak Shindong belum hadir. Kami melakukan pemanasan dulu. Tak sengaja aku mengamatinya waktu pemanasan. Benar2 keren! Selama ini aku belum menyadari bahwa Hyukkie sekeren itu. Tiba-tiba dia berbalik dan aku langsung konsentrasi lagi dengan pemanasanku. Ahahay! Aku harus memberitahukannya kepada Heeyeon dan Soojung.
*******
“yaaak! Soojung, Heeyeoni odiega? (Heeyeon kemana?)” tanyaku ke Soojung yang udah duduk di singgahsana kita di kantin.
“mungkin sedang ke kamar mandi. Mwoeo?” jawabnya
“Aku mau menberitahukan pada kalian suatu hal.” Jawabku sambil senyum2 sendiri
“YAAA!! Mitchonago? (kau gila?) Ketawa2 sendiri?” jawabnya sambil memegang jidatku
“Enak saja. Aku waras. Tunggulah Heeyeon dulu!” jawabku sambil menjulurkan lidah mengecenya
“Chingu, mianhe, aku tadi dipanggil Donghae. Ternyata dia malah asyik sama temen2nya. Ya udah aku kesini.” Datang Heeyeon sambil ngos2an
“Ne, joahaeso? (kerja bagus). Aku mau memberitahukan sesuatu pada kalian. Eunhyuk!” jawabku histeris.
“Jinjja? Kalian sudah jadian?” jawab Soojung
“Ah, pikiranmu dangkal sekali. Dia kereeen sekaliii!” jawabku sambil tersenyum.
“Ahhh, dari dulu kau selalu berkata begitu.” Sergah Heeyeon.
“hey, kau, melamun siapa?” sapa Heeyeon ke Soojung.
“Dia!” jawabnya sambil menunjuk ke arah Teukie yang sedang makan.
“YAAAA!! Kau selalu begitu. Kau sudah punya pacar, dia!” jawabku sambil memutar kepalanya menuju dimana Yesung berada.
“Aahhh, aku kan terpaksa. Lihatlah, cara makan Leeteuk oppa sangat menawan. Sangat menghayati tiap gigitannya.” Jawabnya melebih-lebihkan.
“Mwo? Kau memanggilnya oppa?” tanya Heeyeon penuh selidik
“Ne, dia yg menyuruhku.” Jawabku sambil tetap memandang eeteuk
“Kapan kalian berbicara?”Tanya Heeyeon lagi penuh selidik.
“Ada aja, mau tau aja kamu. Ah iya, aku mau memberitahukan kepada kalian. Aku sudah mendapat ijin dari si penolong putusku dengan Yesung.” Jawabku sambil tersenyum licik.
“Memang Leeteuk sunbae udah mau? Dia kan nggak ngomong kalau suka sama kamu :p .” Tanya Heeyeon pada Soojung.
“Ne. Dia ngomong kalo seminggu yang lalu dia mau nyatainnya sama aku. Tapi keduluan Yesung gitu katanya. Heran deh, kenapa juga dia ga nembak gue secepatnya bia ga diembat sama Yesung sunbae sialan itu. Kemarin aku malah masuk ke kamarnya. Gila! Tuh namja penggila putih banget, aksesorisnya putiiih semua. Yah, begitulah. Pokoknya Leeteuk suka sama aku :p ”jawab Soojung PD dengan panjang lebar
“Ehhhmmm.” Tiba-tiba ada suara namja. Kami lihat darimana suara tadi berasal. Mati kau Soojung, Leeteuk mendengarnya!. Kasian kamu. Leeteuk pun hanya tersenyum dan dibalas senyum pula oleh Soojung. Kemudian mereka menghilang dari pandangan kami berdua. Aku dan Heeyeon hanya tertawa terkikik.
J J J J J J J
#Soojung POV
“Yaaak, oppa! Sonul andwae! (lepaskan tanganku!) Oppa!” rontaku pada Leeteuk oppa.
“Neo! Bagaimana sih? Aku kan malu.” Jawabnya tetap mengukuhkan menggandeng tangnku.
“Waeyo?” tanyaku.
“Masa’ kau bilang seperti itu didepan teman2mu?” tanyanya balik
“Biarin. Emang salah? Mereka juga cerita ttg Hae dan Hyukkie.”
“Mwo? Ada apa antara mereka? Maksudku, kalau Hae dan Heeyeon aku tau. Heemi dan Hyukkie? Andwee, Hyukkie tak pernah cerita padaku” jawab Leeteuk
“Yaaak! Mereka belum jadian!” bentakku.
“Heeyy! Lihat Yesung melihat ke arah kita. Mau jalankan misi kita?” bisik Leeteuk ditelingaku.
“Ne. Aku tak betah dg.nya.” jawabku percaya diri.
Tiba-tiba Teukie memelukku dan aku membalas pelukannya, sambil kulirik Yesung yang terlihat marah. Dia berdiri, hendak menghampiriku, tapi tidak jadi karena apalah aku juga tak tahu, tapi kulihat dia tetap melihat ke arahku. Kemudian Leeteuk melepas pelukannya padaku dan mengelus rambutku, dia tersenyum padaku. OMG! Senyumnya membuatku meleleh, sangat manis dan menawan kemudian dia mendekatkan wajahnya pada pipiku, dan membisikkan aku satu kata “Yesung terlihat marah, dia mengira aku menciummu, Babo!” Kemudian dia menjauhkan wajahnya padaku. Aku melihat lagi ke arah Yesung, memasang muka kaget padanya, dan dia terlihat marah padaku. Yesung menghampiriku setelah Leeteuk oppa pergi
“Soojung, kau, kau ada apa dengan hyungku?” tanyanya marah.
 “Anni. Nothing” Jawabku dingin
“Tak usah bhg! Aku ini namjachingumu, Soojung.”
“Sunbae, kau tak peduli denganku. Kau ingat saat di dorm 3minggu yang lalu? Bahkan kau tidak merasa cemburu aku dengan Leeteuk oppa. Kau tidak mengajakku kembali setelah kau latihan dance, kau meninggalkanku. Aku tidak tahu seluk beluk dorm, kau meninggalkanku.” Jawabku sembari meneteskan airmata kepura-puraan.
“Keude? Mianhe.. Jebal.. Mianhe.” Jawabnya sambil menarikku ke pelukannya.. Aku masih tetap berpua-pura. Aku kemudian membalas pelukannya. Akupun meneteskan airmataku dipundaknya. Dia melepaskan pelukannya dan mendudukkan aku dibangku dekat-dekat situ. Dia menghapus airmataku yang menetes dan mencium pipiku. “Mianhe..” katanya singkat.
*******
Sehari ini Yesung seperti menjadi asisten pribadiku saja, sepertinya dia tidak lepas dari pandanganku, membuatku sedikit menjauh dari namjaku yang aku sayangi, Leeteuk oppa. Aku pun berusaha tersenyum di depannya agar aku terlihat senang, padahal sebenarnya sangat risih. Pulang sekolahpun dia memaksa aku untuk diantarkannya, dengan terpaksa aku mengikutinya dan menurutinya. TERPAKSA!
Sampai rumahkupun, adikku sangat kurang ajar, menggodaku padanya. Dasar! Lihat saja! Sebentar lagi aku membawa leader SuperJunior ke rumah ini. Bukan hanya penyanyi utama. Ahhhh! Aku pun akhirnya tidak betah dengan kehadiran dia didekatku. Aku melempar senyum padanya dan dengan halus menyuruhnya pergi.
“Chagi-ah, aku sudah sampai di rumah kan? Nah, kau bisa pulang sekarang!” perintahku.
“Anni. Aku ingin menikmati udara rumahmu sebentar, chagi-ah.” Tolaknya.
“Aku mohon, aku mau beristirahat. Kau mau istirahatku terganggu?” paksaku.
“Anni, anni. Ne, aku akan pergi. Kau baik-baik ya.” Jawabnya sambil mencium singkat pipiku kemudian pergi pulang. Dan tak lupa pamit pada adikku, aku hanya tersenyum simpul.
“Yeobosoyo?”sapaku ketika telpon dari Teukppa kuangkat.
“meokgosseoyo? (kamu sudah makan belum?)” tanyanya
“Andwae, Yeppa baru pulang. Sulit sekali menghindar darinya.” Jawabku sebal.
“Cepat makan, nanti kau sakit!” perintahnya.
“Ne. Setelah aku membaca buku baru dari perpustakaan” jawabku
“Neo! nut nut nut nut” Katanya tapi sambungan telponnya terputus. Ada apa ya?
J J J J J J J
#Heeyeon POV
Dasar si Soojung aneh. Masa’ ngga terima udah punya pacar? Malah mau putus, haha sudahlah. Tapi aku akui Soojung kejam, dia mempermainkan Yesung-ah, kalau misalkan tidak suka, kenapa tak menolaknya seperti aku menolaknya. Renungku di balkon atas rumahku. Tapi hari ini Yesung sunbae beda dari biasanya. Dia seperti punya rencana.............
Telpon genggamku berdering, menandakan ada seseorang yang menelponku. Siapa ini?  Aku mengangkatnya, ternyata Sungmin sunbae, tapi ada apa? Aku kemudian bertanya padanya. Dia ingin aku datang ke dorm mengajak Heemi. Heemi? Kenapa Heemi? Apa ada hubungannya dengan Eunhyuk? Aku kemudian bertanya ada apa dengan Eunhyuk? Sungmin sunbae pun mengatakan kalau bukan tentang Eunhyuk. Lalu? “Sudahlah, kalian datang saja ke dorm. Cepat” katanya segera memutuskan sambungan.
Aku segera menghubungi Heemi dan menyuruhnya bergegas karena aku akan menjemputnya untuk datang ke dorm. Diapun mengatakan iya dan segera memutus sambungan telepon. Akupun segera berganti pakaian dan melajukan motorku menuju rumah Heemi. Aku masih dagdigdug, ada apa? Sampai2 harus cepat2. Aku tiba dirumah Heemi, dan aku lihat Heemipun sudah bersiap-siap. Segera dia menaiki motorku dan kami melaju ke jalan raya menuju dorm Sment.
Aku masih hafal ruang berkumpulnya member SJ, Aku memasuki lift dan memencet angka 12 yang menunjukkan lantai 12. Ketika keluar lift, didepanku, aku melihat Hangeng sunbae, Kibum dan Kangin sunbae sedang terburu-buru memasuki lift. Aku bertanya “Kibum-ah ada apa?” “Leeteuk hyung!” jawabnya “Kenapa?” balasku. “Yaaa! Kalian ditunggu dari tadi” teriak Sungmin dari belakang. Aku kemudian menggandeng Heemi dan kemudian mengikuti Sungmin ke ruang rekreasi SJ. Aku bingung disana ada Leeteuk sunbae yang sedang tertidur. Tertidur? Rasanya tidak. Sungmin mengajak kami ke kamarnya dan mengajak Heechul sunbae dan Siwon sunbae.
“Dia kenapa?” tanya Heemi
“Tiba-tiba dia pingsan, setelah menelpon Soojung. Hidungnya mimisan.” Jawabnya.
“Dia sakit?” tanyaku penasaran.
“Fiuuh!! Aku harus menjelaskn padan kalian. Oke. Teuk hyung, dia terkena penyakit. Lumayan akut.” Kata Sungmin sunbae pada kami.
“Tapi, Sment selalu mebantahnya dan diapun hanya menurut saja. Di benar2 lemah sekarang.” Lanjut Siwon sunbae.
“Soojung. Apa dia tau?” tanyaku.
“Tidak, dia tidak tahu.” Kata Heechul sunbae
“Blehkah kami memberitahukannya?” tanyaku
“Nah, itu. Kami takut meberitahukannya. Kami minta tolong kalian. Tapi aku mohon, jangan memberitahukannya saat dia sedang dlam emosi.” Kata Siwon.
“Baiklah.  Kalian bisa pergi, Siwon, dan Heechul. Aku mau meberitahukan sesuatu pada Heeyeon dan Heemi.” Kata Sungmin
“Baiklah” jawab Heechul dan Siwon serempak.
...........
Sungmin memberitahukan kami, bahwa Yesung, sunbae edan itu akan memutuskan Soojung. Tapi sebelum dia memutuskannya, Yesung ingin mempunyai pengganti Soojung, Nirin. Teman kami sekelas yang juga kelihatannya suka dengan Yesung. Aku betanya apa alasan Yesung memutuskan Soojung. Kata Sungmin sunbae,  Yesung berulang kali memergoki Leeteuk sunbae dan Soojung berduaan. Maka dari itu Yesung jadi menjauh dari Leeteuk. Bahkan saat Leeteuk sunbae pura-pura pingsan tadi, Yesung tak terlihat di ruangan itu. Dia sedang dikamar kata Sungmin sunbae. Sungmin juga memberitahukan bahwa Leeteuk sunbae nggak akan menyatakan cintanya pada Soojung kalau mereka berdua belum benar2 putus. Jadi Sungmin sunbae meminta kami menolong Soojung, jangan sampai Yesung yang memutuskan Soojung. Sungmin sunbae juga meminta kami untuk memanggilnya oppa. Oke, kami akan mendekatkan Nirin ke Yesung sunbae dan memberitahu Soojung untuk segera memutuskan Yesung sunbae. Jadi, itu rencananya. Pantas hari ini dia membaik2kan Soojung.
J J J J J J J
#Heemi POV
Ternyata begitu rencana busuk Yesung sunbae. Omo! Masih untung Soojung mau menerima Yesung. Mungkin kalau Leeteuk sunbae juga menembak pada saat yang bersamaan, Soojung akan memilih Leeteuk sunbae. Baiklah, ini konsekuensi kami yang berjanji pada Sungmin oppa akan membantunya. Sungmin oppa, tiba-tiba kami disuruh memanggilnya seperti itu. Tak tahulah aku apa alasannya. Oh ya penyakit Teukie sunbae, tenyata mereka bertiga membohongi kita. Mereka ingin kita melakukannya juga pada Soojung Haha :D mereka ingin melihat seberapa besar kasih Soojung pada Teukie sunbae. Usil sekali mereka, sewaktu keluar dari kamar Sungmin oppa, kami juga melihat Teukie sudah duduk lagi dan tertwa terbahak2.Dasar menyebalkan.
Drtttt drrrtt drrrtt drrrtt... Handphoneku bergetar menandakan ada SMS masuk. Aku buka ternyata dari Hyukie oppa.
From : Hyukjae +3271388907
HeyYaaa! Kau lupa! Ada latihan badminton hari ini untuk pertandingan! Jangan kau lewatkan. 5 menit lagi aku menjemputmu. Jangan buat aku menunggu seperti kemarin.
- -
Astaga! 5 menit? Tidak salah? Aku segera mandi cepat-cepat (mandi bebek maksudnya. Toh nanti pulang juga aku mandi lagi). 3menit, ah masih cukup. Aku pake parfum banyak banget dan segera siap2 semua persiapan buat badminton. Tin tin, klakson mobil berbunyi, aku lirik dari jendela disebelahku, Eunhyuk datang. Aku segera mengambil raket dan kok. Lalu segera membukakan pintu untuk Eunhyuk. Dia hanya tersenyum dan mengajakku bergegas. Aku kembali menutup pintu dan menitip pesan pada bibik.
Setelah perjalanan sekitar 20 menit perjalanan, kami sampai juga ditempat latihan. Sepeti biasa, aku pemanasan dulu biar engga terkilir. Tak sengaja aku melirik Eunhyuk yang juga sedang latihan, pandangan kami bertemu dan aku segera mengalihkan pandanganku darinya. Setelah dirasa cukup, pak shindong meyuruh kami berlatih, sebenarnya pak shindong masih muda, tapi dia menyuruh kami memanggilnya “PAK!”
“Heemi! Kau tanding dengan.... mmmmmm.... Min Young!Lekas!” begitulah kata Pak Shindong yang baik hati tapi terkadang menyebalkan itu.
Ya, aku dan MinYoung hanya bisa menuruti kata2nya. Kami bertanding dengan puncak angka 21. Awalnya aku kalah tapi dengan cepat aku mengejar kekalahanku sehingga set/ronde pertama aku menang dengan skor 21-16. Ronde kedua diteruskan. Ada kejadian lucu saat pertandingan. Aku melempar bola kok terlalu jauh hingga keluar/out. Nah, bola kok tersebut mengenai kepala Eunhyuk, aku tidak bisa menahan tawa saat mengenainya. Ekspresi mukanya juga sangat lucu sehingga aku tidak bisa menahan tawa. Ronde kedua aku kembali memenangkannya dengan skor 21-18.  Dan aku akhirnya terpilih sebagai kandidat peseta Olompiade mewakili sekolah kami.
Aku duduk menjauh dari gerombolan untuk istirahat setelah bertanding. Seorang namja menghampiriku, kalian tahu kan siapa? Ya! Hyukkie.
“HeyYaaa! Neo! Masih sakit nih kena bola kokmu!” katanya mengelus kepalanya.
“Mianhe” jawabku sambil tertawa.
“Kau malah tertawa” tegurnya
“Kau lucu sekali. Hahahahaha” jawabku masih juga tertawa.
“Aku tahu.” Selanya.
“mwo?” jawabku sambil meminum minuman yang aku pegang
“Itu pukulan cinta kan”
“Mwo?” jawabku menyemburkan minuman yang aku minum.
“Ne, sebenarnya kau mau cari perhatianku kan? Aku tahu kau menyukaiku.”
“Kau ternyata PD sekali ya?”
“Tapi benarkan perkataanku?”
“Ehmm, tak tahulah.” Jawabku sambil berdiri dan berjalan.
“Tunggu, yeojachinguga doeeojullae? (maukah kau jadi pacarku?)” tanyanya menahan tanganku.
“Disaat seperti ini kau masih bisa bercanda?” jawabku mengalihkan pembicaraan.
“Na chungdaehan (aku serius!)” jawabnya mulai kesal.
“Aku takkan percaya padamu. Kau mulai menjengkelkan!”
“Neo! Percyalah. Aku mencintaimu. yeojachinguga doeeojullae? (maukah kau jadi pacarku?)
“Baiklah. Aku mau, tapi aku butuh bukti.” Jawabku.
“Bukti? Baiklah!” jawabnya kemudian mencium pipiku yang membuat mukaku merah saking malunya.
“Yaaa! Kalian disana. Sedang apa? Teriak pak Shindong..
“Anni-ah” jawab kami serempak yang kemudian kami juga tertawa bersama dan berjalan ke arah teman2 lain.
J J J J J J J
#Soojung POV
“Soojung, kami ingin memberitahukan suatu hal padamu. Tapi kami mohon, kau jangan emosi, ya?” kata Heemi padaku
“Ada apa?” tanyaku masih asyik membaca buku perpus yang aku pinjam.
“Leeteuk.” Jawab mereka bersamaan
“Dia kenapa?” tanyaku lagsung meletakkan bukuku.
“Tuh,kan. Kau langsung menaruh bukumu. Kau janji dulu.”
“Ne, I promise!”
“Leeteuk sunbae, dia sakit. Sakit yang katanya Sungmin sunbae lumayan parah.”
“Mwo? Penyakit apa?”
“Kami kurang tahu. Kau tanya saja dengan Sungmin oppa.”
“Oppa?”
“Ne, kau juga harus memanggilnya oppa. Just for Us, katanya”
Aku segera menghampiri Sungmin sunbae untuk mengetahui apa yang sedang diderita oleh Leeteuk. Aku setengah berlari mencari Sungmin sunbae. Ditengah jalan aku bertemu Yesung, dia menabrakku sehingga mematahkan pensil kesayanganku. Aku berlutut mengambil patahan pensilku itu. Aku kemudian berdiri dan memandang Yesung.
“Kau, teganya. Mata kamu ditaroh mn sih? Ini pensil kesayanganku. Bahkan aku lebih sayang pensil ini daripada kamu. Tau? Aku mau kita putus!” omelku kemudian berlari meninggalkannya yang entah apa yang dirasakannya aku tak tahu, malas mengurusnya.
Aku melanjutkan mencari Sungmin sunbae. Aku menaiki lantai 3, lantai dimana aku sering bertemu dengannya. Ah, benar saja, itu dia, sedang berkumpul bersama Hyukkie dan Hae sunbae. Leeteuk oppa mana? Biasanya mereka kan bersama? Aku kemudian memanggilnya dan memintanya berbicara berdua. Tapi Sungmin menolaknya dan menyuruhku duduk bangku yg sedang kosong. Aku yakin itu kursi Leeteuk oppa. Sungmin sunbae kemudian bertanya ada apa mencari dirinya. Aku kemudian mengutarakan keperluanku padanya. Aku bertanya memangnya Leeteuk sedang sakit apa? Apakah hari ini dia tidak masuk karena penyakitnya itu?
“Ne, dia operasi hari ini. Apakah mereka tidak meberitahukanmu?” jawab Sungmin.
“Mereka? Siapa?”
“Heeyeon dan Heemi.”
“Anni-ah. Mereka meyuruhku bertanya padamu untuk lebih jelasnya.”
Aku melihat sekeliling, sepiii, dimana Hae dan Hyukki pikirku, tiba-tiba mereka menghilang. Aku bingung. Aku terdiam, Sungmin sunbae juga. “Na geojinmaljwo!(aku berbohong) Katanya. Aku terkejut dengan yang dikatakannya. Raut wajahku menggambarkan aku yang sedang kebingungan. Ne, Na geojinmaljwo!(Ya,aku berbohong).”
“Soojung, yeojachinguga doeeojullae? (maukah kau jadi pacarku?) kata seseorang dibelakangku. Aku menoleh ke belakang dan mendapati Teukppa dibelakangku. Aku melihat teman2ku juga dibelakang. Hae memeluk lengan Heeyeon dan Hyuk menggandeng Heemi. Tunggu. Mereka Hyuk dan Heemi jadian? Raut mukaku kembali memancarkan kebingungan. Aku pun bertanya maksudnya apa dari semua ini?
“Mianhe, kami membohongimu. Yang bohong2an memang bagian dari rencana, ternyata  kau putus dengan Yesung hyung lebih awal dan tidak terduga. Jadi kami merubah rencananya, lebih tepatnya Hyukie dan Sungmin hyung yang merubahnya.” Jelas Hae.
“Dan mereka, Hyukie dan Heemi, mereka juga barusan jadian kemarin.” Jelas Heeyeon.
“Kalian jahat tidak memberitahuku” bentakku pada Heemi dan Hyukie.
“Jadi, yeojachinguga doeeojullae? (maukah kau jadi pacarku?)” sela Teukie oppa.
“Ne, aku mau.” Jawabku kemudian dipeluk oleh Teukie oppa.
Kami kemudian tertawa lepas terutama Sungmin sunbae. “Kau jahat, Sungmin sunbae!” kataku pada Sungmin. Sungmin hanya tersenyum dan menyuruhku memanggilnya Sungmin oppa.
“SARANGHEYO 4LEE” kata Heemi, aku, dan Heeyeon bersamaan. Terlihat kebingungan diraut muka mereka dan kami hanya tertawa kecil. Kami pun mengadakan pesta di dorm nanti sore.
*******
Dasar jahat sekali mereka membohongiku. Aku tak menyangka sekali. Aku tadi mendapat berita dari Heeyeon, dia melihat Yesung jalan dengan Hwang Nirin, dia menghampiri mereka dan mengucapkan selamat. Dia juga menawakan mereka ikut piknik kami nanti sore, tetapi mereka menolaknya. Katanya mereka mau nonton film. Heeyeon melihat raut wajah kebahagiaan diwajah mereka. Aku jadi penasaran bagaimana mereka jadian? Jangan2 Yesung berselingkuh dengan Nirin sewaktu pacaran denganku dulu. Tak apalah, aku juga berselingkuh dengan Teukppa. Aku kemudian meninggalkan mereka dan menuju kantin, membeli sebotol Sunkist karena minumku sudah habis.
*******
Sore harinya aku, Heeyeon dan Heemi datang ke dorm. Anehnya di dorm hanya terdapat 4Lee dan Kim Heechul dan Kim Ryeowook.) juga suasana dorm seketika dirubah menjadi restoran. Hyuk kemudian menyuruh Wookie untuk memasakkan makanan paling enak yang pernah dimasaknya. Wookkie segera melaksanakannya. Bau harum masakan telah menyebar. Wookkie berteriak memanggil Heechul untuk mengantarkan masakannya kepada kami “Heechul Hyung, masakan sudah siap, antarkan pada mereka” teriak Wookie. Kemudian masakan diantarkan pada kami dan setelah itu Heechul dan Ryeowook pergi.
Sungmin memainkan pianonya memainkan lagu2 melankolis yang jujur saja membuatku mengantuk. Setelah makan selesai, Sungmin berhenti memainkan pianonya, dan duduk dibangku yang tersisa 1 di meja kami.
Aku, Heeyeon, dan Heemi mengatakan “SARANGHEYO 4LEE” secara bersamaan.
“Lee Donghae” sambung Heeyeon.
“Lee Hyukjae” sambung Heemi,
“Leeteuk” sambungku.
“dan Lee Sungmin” sambung kami bersamaan. Mereka ber-empat hanya mengangguk-angguk mencoba memahami.
J J J J J J J

-TAMAT-