Selasa, 22 Mei 2012

Forgottable Moment part 1


Forgottable Moment (1/?)
Author : dhe_dhoki
Cast :     Shin Dongho
                Park SeoJung
                Park SooNa
                Kevin Woo Sung Hyun
                Lee Kiseop
# Castnya bukan milikku, castnya punya Tuhan. Tapi alurnya milikku. Boleh di cop.past tapi cantumin source yaa.. Juga izin ke aku jgan lupa.  Mian kalo ceritanya gajelas
Normal POV
“Annyeonghaseyo. Joneun Park Seo Jung imnida. You can callme Seojung. I’m from Chili.” Kata Seojung memperkenalkan diri.
“A, like that Seojung-ah. Can you told us, how u can go to hanguk?”  tanya Songsaenim
“Ah. Its caused of my father. My father is worked in NH Media. So, me, my father and my mother moved to Hanguk.” Kata Seojung dalam bahasa Inggris.
“Okay I see. Now u can sit. Ehmm.. My name is Han, call me Han songsaenim. Now, You can sit over Dongho’s seat.” Kata Songsaenim sambil menunjuk orang bernama Shin Dongho/
“Ok. Gamsahamnida Han Songsaenim.” Kata Seojung sambil membungkukkan badan kepada Han Songsaenim dan berjalan menuju kursi Dongho.
“Hai, aku Seojung. Senang berkenalan denganmu, Dongho-ssi” kata Seojung pada Dongho
“Oh.” Jawab dongho singkat. Mendapat perlakuan kurang sopan, seojung tidak mau berbasa-basi lagi padanya langsung duduk di sebelahnya. Tidak terjadi cakap menyakap antara  Seojung dan Dongho ketika pelajaran. ‘Benar2 memuakkan. Kenapa dia begini? Tidak ramah sekali. Aku akan menanyakan nanti.’ Pikir Seojung. *teeet* bunyi bel menandakan  ganti pelajaran.  Sekarang pelajaran Fisika. Aah, Seojung senang sekali dengan pelajaran Fisika, nilainya selalu baik dan pasti bagus. ‘tak apalah jika aku dikacangin sama teman sebangkuku yg nyebelin ini’ pikir Seojung lagi.
SEOJUNG POV
“baiklah anak2, mari kita mulai pelajaran fisika hari ini. Mari kita bentuk kelompok belajar, cukup dengan teman sebangku kalian. Kalian akan mendapat soal dari saya. Saya harap kalian dapat bekerja sama dengan baik. Rundingkan hal2 yang tidak kalian mengerti” kata Songsaenim. What? Benar2 seperti petir di tengan panas terik matahari. Sebangku? Bekerjasama? Bagaimana aku bisa bekerja sama dengan patung disebelahku? Mungkin aku harus pindah.Aku bertnya pada guru apakah boleh aku pindah bangku? Dan apa reaksinya? Aku kena semprot deh. Aaah, benar2 hari yang melelahkan.
“oke, Dongho-ssi. Kau kerjakan soal nomor 26-50. Aku yang nomer 1-25.” Kataku pada Dongho.
“Shiro!! Kerjakan semuanya! Jika tak ada yg dimengerti baru tanyakan aku.”
“Apa? Kau pikir kau cerdas sekali gitu? Aku selalu mendapat nilai sempuna di sekolahku dulu. Kalau kau pintar mengapa kau tak kerjakan semuanya?”
…. Tidak terjawab sementara oleh namja gila itu. “HEI!! Aku tidak pernah menyuruhmu duduk dengan anak pandai sepertiku.  Nah, kau sendiri bilang kau selalu mendapat nilai sempurna pada pelajaran fisika. Kau pasti bisa menyelesaikannya. Pabo!” jawabnya kemudian sambil mengeluarkan hp, dan bermain?
“Yaaa!!” kataku berteriak. “ehm, permisi, bisakah kalian diam dan segera kerjakan soal2 itu? Kalian bisa mengganggu teman2 kalian” kata Songsaenim. Ahhh aku hanya bisa mencak2 sebal dan mengerjakan soal2 yang sebelumnya ada beberapa pernah kujumpai dengan cepat dan kukumpulkan pada songsaenim. Begitukah katamu Dongho? Kau anak pandai? Okay, awas saja jika nilai2mu kalah dariku.
“Okay, nilai dari Park SeoJung dan Shin Dongho 100. Selamat untuk kalian berdua” apa? Selamat buat kita berdua? Sedangkan hanya aku yg mengerjakan. Huuh sial. Aku hanya bisa cemberut setelah pelajaran menunggu bel berbunyi. Bukannya minta maaf atau apa. Hanya diam sambil bermain hp? Ha? Dasar bocah gila. Bagaimana bisa Han songsaenim mnyuruhku duduk dengan namja gila ini. Haaah. Bisa2nya aku berpikir dia akan minta maaf. Bagaimana dia bisa pandai kalau tidak mau berlatih. Bosan sekali menunggu bel selesai pelajaran. Akhirnya aku mengikuti kegiatan Dongho, bermain hp.
“hei!” sapa seseorang di belakangku, samba mengetuk pundakku. “ne?” jawabku. “bisa kau bantu aku soal yang ini? Aku sedikit bingung.” katanya. “ha?” aku hanya bisa melongo melihat wajahnya yang dorky. Astaga, dia imut sekali, dia namja atau yeoja sih? Cantik sekali? Kemudian kulihat nama dadanya. Woo Sung Hyun. Ah, namja dia. Tapi aku tak berbohong, dia cantik sekali. “ah ne, ini caranya begini. Tinggal dimasukkan angkanya. Sudahkan? Lalu jangan lupa dibagi 2 dulu baru dikuadratkan. Arra?” kataku lalu tersenyum setelah menemukan hasilnya.
 “ne, gomawo ehmm. Seojung-ssi.”jawabnya.
“ne, cheonmaneyo..ehm, Sunghyun-ssi” kataku menyebutkan nama belakangnya. “anni.”
“mwo?” kataku. “panggil saja Kevin” selanya. “arraso, Kevin-ssi” kataku lalu tersenyum dan kembali memainkan HPku.
#Author POV
Kembali terjadi kesunyian antara Park SeoJung dan Shin Dongho. Mereka sama-sama bermain handphonenya masing2, masih beberapa menit untuk jam istirahat untuk melegakan hati Seojung terlepas dari kesunyian Shin Dongho
*kriiing!!* terdengar bunyi bel yang menandakan bel istirahat. Aaa, senangnya hati Seojung saat mendengarnya. Dia masih menunggu siapapun mengajaknya, datang beberapa teman perempuannya di kelas untuk mengajaknya ke kantin
 “Hai, pandai, kau mirip sekali dengan Soona.” Kata salah satu dari mereka
“Nuguseyo?” tanya Seojung penasaran
“Ahh tidak lupakan saja” kata salah satu dari mereka ketika melihat tangan Dongho yang mengepal siap untuk meninju mereka. “ehhm, aku Tiffany, Ini Taeyeon, dan ini Seohyun. Kami biasa disebut TaeTiSeo. Ayo ke kantin” kata salah satu dari mereka yang tenyata Tiffany, cewek blonde yang berhidung mancung dan mempunyai senyum yang sangat manis bagi SeoJung.
“Ehm, ne. Kajja :D” kata SeoJung yang akhirnya mengikuti mereka.  “Ehm, tunggu. Shin Dongho-ssi, kau tidak ke kantin? Ini kan waktunya istirahat.” Kata Seojung pada Dongho.
“Apa urusanmu? Orang pandai menghabiskan waktunya untuk membaca. Pergi kau!” bentak Dongho
“Kau itu kenapa sih? Kau kesambet apa? Kalau kau pandai kenapa kau bersekolah ha?” jawab Seojung tak mau kalah.
“Pabo! Itu bukan urusanmu! Kau sudah terlalu mencampuri urusanku. Lihat! Teman2mu sudh menunggu!! Sana pergi dan jangan ganggu aku lagi!!” jawab dongho yang mulai kehabisan kesabaran
Melihat TaeTiSeo yang sudah menunggunya, Seojung segera berlari mengikuti mereka. Tetep dengan hati dongkol pada Dongho, dia berjalan mengikuti TaeTiSeo. Setelah membeli beberapa snack kesukaannya dan ice cream vanila, SeoJung beserta teman2 barunya, TaeTiSeo kembali ke kelas. Ketika sampai dikelas, Seojung ingin duduk ke bangkunya. Melihat SeoJung membawa beberapa snack itu, Dongho sedikit ternganga. Seojung melihat di sekeliling bangkunya ada beberapa orang, mungkin teman2 dongho pikirnya, tetapi ketika ia hendak mengambil kursinya yang kosong untuk duduk bersama TaeTiSeo, Dongho menggertaknya.
#SEOJUNG POV
“Hei!” gertaknya ketika aku mulai mengambil kursi itu.
“Apa? Apa lagi?” kataku.
“Kau bisa duduk dibangku kosong itu! Sebelah Seohyun kan ada kursi.” Katanya
“So? Ini kan kursiku!! Lagian nggak dipake kan?” Kataku mengambil kursi itu lagi.
Plak! “Kau itu tuli ya? Siapa bilang ini kursimu? Kau tidak lihat kau menduduki pacarku!” tampar Dongho dan marah pada Seojung.
“Cukup Dongho!!” gertak Kevin. Kevin? Dia juga kawan Dongho? Kenapa aku baru melihatnya? Mustahil. “Soona sudah tiada!!”
“Kata siapa hyung? Soona masih disini!! Daritadi dia kesakitan. Itu semua gara2 kau!” kata Dongho pada Kevin kemudian beralih ke SeoJung.
“Naega? Wae?” kataku
“Kau menduduki pacarku!” Kata Dongho berusaha menamparku lagi.
“Sudah cukup Dongho, kau lagi2 seperti ini. Soona sudah nggak ada semenjak 2 tahun yang lalu!! Cukup cukup. Kau harus bisa melihat kenyataan bahwa Soona sudah meninggal!” kata seseorang bertindik.
“Eli hyung!! Cukup. Kau lihat? Soona menangis!!” kata Dongho. Oh jadi namja itu bernama Eli. Soona? Siapa itu? Itukan yang disebut oleh Tiffany tadi. Meninggal? Iiih, ngeri banget u,u pikirku....

-TBC-

Tidak ada komentar: