Forgottable Moment (1/?)
Author : dhe_dhoki
Cast : Shin Dongho
Park SeoJung
Park SooNa
Kevin Woo Sung Hyun
Lee Kiseop
# Castnya bukan milikku, castnya punya Tuhan. Tapi alurnya milikku.
Boleh di cop.past tapi cantumin source yaa.. Juga izin ke aku jgan lupa. Mian kalo ceritanya gajelas
Normal POV
“Annyeonghaseyo. Joneun
Park Seo Jung imnida. You can callme Seojung. I’m from Chili.” Kata Seojung
memperkenalkan diri.
“A, like that
Seojung-ah. Can you told us, how u can go to hanguk?” tanya Songsaenim
“Ah. Its caused of my
father. My father is worked in NH Media. So, me, my father and my mother moved
to Hanguk.” Kata Seojung dalam bahasa Inggris.
“Okay I see. Now u can
sit. Ehmm.. My name is Han, call me Han songsaenim. Now, You can sit over
Dongho’s seat.” Kata Songsaenim sambil menunjuk orang bernama Shin Dongho/
“Ok. Gamsahamnida Han
Songsaenim.” Kata Seojung sambil membungkukkan badan kepada Han Songsaenim dan
berjalan menuju kursi Dongho.
“Hai, aku Seojung.
Senang berkenalan denganmu, Dongho-ssi” kata Seojung pada Dongho
“Oh.” Jawab dongho
singkat. Mendapat perlakuan kurang sopan, seojung tidak mau berbasa-basi lagi
padanya langsung duduk di sebelahnya. Tidak terjadi cakap menyakap antara Seojung dan Dongho ketika pelajaran. ‘Benar2
memuakkan. Kenapa dia begini? Tidak ramah sekali. Aku akan menanyakan nanti.’
Pikir Seojung. *teeet* bunyi bel menandakan
ganti pelajaran. Sekarang
pelajaran Fisika. Aah, Seojung senang sekali dengan pelajaran Fisika, nilainya
selalu baik dan pasti bagus. ‘tak apalah jika aku dikacangin sama teman
sebangkuku yg nyebelin ini’ pikir Seojung lagi.
SEOJUNG POV
“baiklah anak2, mari
kita mulai pelajaran fisika hari ini. Mari kita bentuk kelompok belajar, cukup
dengan teman sebangku kalian. Kalian akan mendapat soal dari saya. Saya harap
kalian dapat bekerja sama dengan baik. Rundingkan hal2 yang tidak kalian
mengerti” kata Songsaenim. What? Benar2 seperti petir di tengan panas terik
matahari. Sebangku? Bekerjasama? Bagaimana aku bisa bekerja sama dengan patung
disebelahku? Mungkin aku harus pindah.Aku bertnya pada guru apakah boleh aku
pindah bangku? Dan apa reaksinya? Aku kena semprot deh. Aaah, benar2 hari yang
melelahkan.
“oke, Dongho-ssi. Kau
kerjakan soal nomor 26-50. Aku yang nomer 1-25.” Kataku pada Dongho.
“Shiro!! Kerjakan
semuanya! Jika tak ada yg dimengerti baru tanyakan aku.”
“Apa? Kau pikir kau
cerdas sekali gitu? Aku selalu mendapat nilai sempuna di sekolahku dulu. Kalau
kau pintar mengapa kau tak kerjakan semuanya?”
…. Tidak terjawab
sementara oleh namja gila itu. “HEI!! Aku tidak pernah menyuruhmu duduk dengan
anak pandai sepertiku. Nah, kau sendiri
bilang kau selalu mendapat nilai sempurna pada pelajaran fisika. Kau pasti bisa
menyelesaikannya. Pabo!” jawabnya kemudian sambil mengeluarkan hp, dan bermain?
“Yaaa!!” kataku
berteriak. “ehm, permisi, bisakah kalian diam dan segera kerjakan soal2 itu?
Kalian bisa mengganggu teman2 kalian” kata Songsaenim. Ahhh aku hanya bisa
mencak2 sebal dan mengerjakan soal2 yang sebelumnya ada beberapa pernah
kujumpai dengan cepat dan kukumpulkan pada songsaenim. Begitukah katamu Dongho?
Kau anak pandai? Okay, awas saja jika nilai2mu kalah dariku.
“Okay, nilai dari Park
SeoJung dan Shin Dongho 100. Selamat untuk kalian berdua” apa? Selamat buat
kita berdua? Sedangkan hanya aku yg mengerjakan. Huuh sial. Aku hanya bisa
cemberut setelah pelajaran menunggu bel berbunyi. Bukannya minta maaf atau apa.
Hanya diam sambil bermain hp? Ha? Dasar bocah gila. Bagaimana bisa Han
songsaenim mnyuruhku duduk dengan namja gila ini. Haaah. Bisa2nya aku berpikir
dia akan minta maaf. Bagaimana dia bisa pandai kalau tidak mau berlatih. Bosan
sekali menunggu bel selesai pelajaran. Akhirnya aku mengikuti kegiatan Dongho,
bermain hp.
“hei!” sapa seseorang
di belakangku, samba mengetuk pundakku. “ne?” jawabku. “bisa kau bantu aku soal
yang ini? Aku sedikit bingung.” katanya. “ha?” aku hanya bisa melongo melihat
wajahnya yang dorky. Astaga, dia imut sekali, dia namja atau yeoja sih? Cantik
sekali? Kemudian kulihat nama dadanya. Woo Sung Hyun. Ah, namja dia. Tapi aku
tak berbohong, dia cantik sekali. “ah ne, ini caranya begini. Tinggal
dimasukkan angkanya. Sudahkan? Lalu jangan lupa dibagi 2 dulu baru
dikuadratkan. Arra?” kataku lalu tersenyum setelah menemukan hasilnya.
“ne, gomawo ehmm. Seojung-ssi.”jawabnya.
“ne, cheonmaneyo..ehm,
Sunghyun-ssi” kataku menyebutkan nama belakangnya. “anni.”
“mwo?” kataku.
“panggil saja Kevin” selanya. “arraso, Kevin-ssi” kataku lalu tersenyum dan
kembali memainkan HPku.
#Author POV
Kembali terjadi kesunyian antara Park SeoJung dan Shin Dongho. Mereka
sama-sama bermain handphonenya masing2, masih beberapa menit untuk jam
istirahat untuk melegakan hati Seojung terlepas dari kesunyian Shin Dongho
*kriiing!!* terdengar bunyi bel yang menandakan bel istirahat. Aaa,
senangnya hati Seojung saat mendengarnya. Dia masih menunggu siapapun
mengajaknya, datang beberapa teman perempuannya di kelas untuk mengajaknya ke
kantin
“Hai, pandai, kau mirip
sekali dengan Soona.” Kata salah satu dari mereka
“Nuguseyo?” tanya Seojung penasaran
“Ahh tidak lupakan saja” kata salah satu dari mereka ketika
melihat tangan Dongho yang mengepal siap untuk meninju mereka. “ehhm, aku
Tiffany, Ini Taeyeon, dan ini Seohyun. Kami biasa disebut TaeTiSeo. Ayo ke
kantin” kata salah satu dari mereka yang tenyata Tiffany, cewek blonde yang
berhidung mancung dan mempunyai senyum yang sangat manis bagi SeoJung.
“Ehm, ne. Kajja :D” kata SeoJung yang akhirnya mengikuti mereka. “Ehm, tunggu. Shin Dongho-ssi, kau tidak ke
kantin? Ini kan waktunya istirahat.” Kata Seojung pada Dongho.
“Apa urusanmu? Orang pandai menghabiskan waktunya untuk membaca.
Pergi kau!” bentak Dongho
“Kau itu kenapa sih? Kau kesambet apa? Kalau kau pandai kenapa kau
bersekolah ha?” jawab Seojung tak mau kalah.
“Pabo! Itu bukan urusanmu! Kau sudah terlalu mencampuri urusanku.
Lihat! Teman2mu sudh menunggu!! Sana pergi dan jangan ganggu aku lagi!!” jawab
dongho yang mulai kehabisan kesabaran
Melihat TaeTiSeo yang sudah menunggunya, Seojung segera berlari
mengikuti mereka. Tetep dengan hati dongkol pada Dongho, dia berjalan mengikuti
TaeTiSeo. Setelah membeli beberapa snack kesukaannya dan ice cream vanila,
SeoJung beserta teman2 barunya, TaeTiSeo kembali ke kelas. Ketika sampai
dikelas, Seojung ingin duduk ke bangkunya. Melihat SeoJung membawa beberapa snack
itu, Dongho sedikit ternganga. Seojung melihat di sekeliling bangkunya ada
beberapa orang, mungkin teman2 dongho pikirnya, tetapi ketika ia hendak
mengambil kursinya yang kosong untuk duduk bersama TaeTiSeo, Dongho
menggertaknya.
#SEOJUNG POV
“Hei!” gertaknya ketika aku mulai mengambil kursi itu.
“Apa? Apa lagi?” kataku.
“Kau bisa duduk dibangku kosong itu! Sebelah Seohyun kan ada
kursi.” Katanya
“So? Ini kan kursiku!! Lagian nggak dipake kan?” Kataku mengambil
kursi itu lagi.
Plak! “Kau itu tuli ya? Siapa bilang ini kursimu? Kau tidak lihat
kau menduduki pacarku!” tampar Dongho dan marah pada Seojung.
“Cukup Dongho!!” gertak Kevin. Kevin? Dia juga kawan Dongho? Kenapa
aku baru melihatnya? Mustahil. “Soona sudah tiada!!”
“Kata siapa hyung? Soona masih disini!! Daritadi dia kesakitan. Itu
semua gara2 kau!” kata Dongho pada Kevin kemudian beralih ke SeoJung.
“Naega? Wae?” kataku
“Kau menduduki pacarku!” Kata Dongho berusaha menamparku lagi.
“Sudah cukup Dongho, kau lagi2 seperti ini. Soona sudah nggak ada
semenjak 2 tahun yang lalu!! Cukup cukup. Kau harus bisa melihat kenyataan
bahwa Soona sudah meninggal!” kata seseorang bertindik.
“Eli hyung!! Cukup. Kau lihat? Soona menangis!!” kata Dongho. Oh
jadi namja itu bernama Eli. Soona? Siapa itu? Itukan yang disebut oleh Tiffany
tadi. Meninggal? Iiih, ngeri banget u,u pikirku....
-TBC-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar