Senin, 19 September 2011

Saranghaeyo 4-Lee


 Hai. Aku punya ff atau fanfiction nih. Maaf ya kalaojelek, banyak typo atau apapun. Yah ini akibat kegilaanku sama temen-temen SMP. Thanks for Ekky yg udah translate-in bebrapa kalimat ke bahasa korea. Hope you like it guys.
SARANGHAEYO 4 LEE


#Heeyeon POV
Fiuuuhh, panasnya hari ini. Aku berinisiatif pergi ke kantin yang tak jauh dimana aku duduk sekarang.
“Heeyeon!” pamggil seseorang yang mengagetkanku.
“Mwoeo?” jawabku sedikit kesal.
“Donghae memberitahuku dia ingin bertemu kau?” kata Soojung memberitahuku.
“Mwoeo? Onje?” tanyaku kegirangan
“Baru tadi” 
“Arraseo. Maksudku, kapan ingin bertemunya?”
“Nanti sore di cafe sebelah sekolah”
“Ne, kau mau ikut aku ke kantin?” ajakku
“Ne, kau yg traktir?” Soojung mengiyakan
“Shiro(nggak)!” jawabku ketus
“Kau selalu begitu” jawabnya sembari berjalan di sampingku.

Kantin sekolahku dekat dengan lapangan, baik lapangan basket, maupun lapangan voli. Aku memilih tempat duduk bersama teman2 akrabku menghadap ke arah lapangan basket. Bisa dibilang itu singgahsana kami J Oh ya, aku belum cerita, aku Lee Heeyeon murid kelas XI-1 di Namsadong High School . Dan teman-teman akrabku Park Heemi, Park Soojung. Kami ini sebenarnya murid yang biasa-biasa saja. Bahkan bisa dibilang judes sekali kepada adik kelas, jadi kami jadi disegani gara2 judes itu. *banggaLOL.
Hari ini bener-bener hari sialku. Aku nggak nyangka aja, aku kalah saing sama yang namanya Kyuhyun. Olimpiade Matematika tingkat provinsi. Aku tahu Kyu itu sudah terkenal dari boyband yang namanya Super Junior itu. Tapi aku yakin, dia tidak jujur, dia kan ber-uang. Siapa tahu dia nyogok. Selisih nilainya hanya 0.95. Bayangkan? Akhirnya aku hanya memenangkan juara 2. SIAL! Itulah awalnya aku sangat membenci Kyu. Kini aku berusaha menyelidiki apa benar dia itu curang? Aku mempengaruhi teman2 sekelasku dulu. Lalu aku mulai melancarkan serangan pada kelas lain. Dan terbukti, Kyu curang. Temannya sekelas menemukan soal2 yang sama persis di Olimpiade. Kyu, Kau tak akan bisa melawan Heeyeon!
Oh ya, ada beberapa anggota Super Junior yang satu sekolah dengan kita (chingu, maaf. Ini kan hanya fiksi. Jadi, mereka seperti teman). Kebanyakan mereka sunbae kita. Diantaranya : Lee Donghae-ah, Lee Hyukjae-ah(Eunhyuk), Leeteuk-ah, Lee Sungmin-ah, Kyu-ah, Yesung-ah dan Kibum-ah. Kyu-ah dan Kibum-ah seangkatan kami.                  Tapi 4-Lee(Leeteuk, LeeDonghae, LeeHyukjae<eunhyuk>, LeeSungmin) ditambah Yesung-ah adalah kakak kelas kita.
Sialnya hari ini juga, waktu istirahat, Yesung-ah, penyanyi utama Super Junior itu nembak aku. OMO! Mau dibawa kemana mukaku ini? Mana di tengah lapanagn basket. Kalian tahu? DITENGAH LAPANGAN BASKET! Apa nggak memalukan sekali. Apalagi donghae-sunbae melihatnya. Mukaku pasti memerah menahan malu. Kau tahu? Yesung-ah nembak aku pake tip-x kiriko berwarna hijau. Sangat nggak modal! Sudah akunya ilfil sama dia gara2 model rambutnya itu, ditambah seperti itu, membuat aku semakin jijik melihatnya. Kalau bukan angoota supejunior yang sedang melejit itu, mungkin aku akan menelannya bulat-bulat. Aku memaki2 dia sampai mungkin dia sendiri yang malu.
“Kau itu, namja macam apa kau. Kalau mau menyatakan rasa itu harusnya ditempat yang romantis, kek. Ngga sekalian aja kamu tembak aku di kuburan,hah? Mana pake apa itu hijau-hijau kau pegang? Sangat tidak modal! Mengapa kau tak pakai bunga layu yang sudah jatuh dipinggir jalan saja, hah?” itulah maki2ku terhadapnya. Tak lama setelah itu aku pun pergi meninggalkan tempat itu.
*******
#np_Walkin’ bunyi suara alarm handphoneku bergetar. Menandakan sudah jam 3. Apa? Jam 3? Loh, aku kan punya janjian ke cafe sebelah sekolah. Aduh mana janjian jam setengah 4. Mati aku kalo telat, aku harus pake baju apa juga? Mandi cepet2, trus berangkat!
*******
“Heeyeon!” sapa seorang namja sambil melambaikan tangannya kearahku. Aku mencari sumber suara itu berasal, tapi belum juga ketemu. :/ Eh, eh, itu dia si Donghae, waah, jal saengginiyeyo (sangat tampan). Aku tersenyum, kemudian aku berjalan ke arah dia duduk.
“neon neomu yeppeoyo (kau cantik)” puji Donghae yang mungkin dipaksakan L.
“gomawo. Kau juga tampan” balasku dengan senyum termanis yang pernah kupesembahkan.
“Ah, kau bisa saja. Kau mau pesan makan apa?” katanya mengganti topik pembicaraan.
“Tidak usah. Aku minum saja kalau boleh.’’ selakku
 “Baiklah, kau mau minum apa?” jawabnya sambil tersenyum manis kepadaku
“Greentea”
“Ne. Gidaryo (tunggu,ya) ?
“Ne.”
“Pelayaan! Greentea sama coklat panas 1 ya. Gomawo.” Panggilnya  sembari memesan kepada pelayan.
Setelah memesan kami keluar dari cafe itu, kami berjalan di taman belakang cafe ini. Kami bergandengan tangan menyusuri taman ini, seperti anak kecil saja pikirku.
“Heeyeon!” Panggil Donghae.
“Ne?” jawabku.
“Kau, kau tadi kenapa menolak Yesung sunbae? Kau kan tahu, dia adalah penyanyi utama Super Junior.” belanya
“Hajiman shironado (Tapi aku tak suka).” Jawabku membela
“Suaranya kan bagus.” Dia terus mengeyel
“Tetap saja aku tak suka.” Aku tak kalah ngeyel juga
“Baiklah, aku menyerah. Apa kau punya namja lain dihatimu sehingga menolak Yesung sunbae?” jawabnya dengan pandangan aneh.
“Mungkin saja.” Jawabku sambil mengangkat pundakku
“Nugu na? Neanun ara? (Siapa dia? Boleh aku tau?)” Tanyanya penuh selidik
“Anni. Neo aranha (kau tidak blh tahu).”
“Napuna?! Gaja! (Kau jahat?! Ayolah!)
“Araunun sarami. (kau tahu orgnya) 
“ah,gure. nuguseyo?(Ah, baiklah siapa itu)?” tanyanya penuh selidik
“Aku tak akan membocorkannya padamu” jawabku sambil menjulurkan lidahku.
“Gure (baiklah), aku menyerah. Na, Joaheyo (Aku menyukaimu).” akunya
“Mweo?” jawabku setengah kaget.
“Ne. yeojachinguga doeeojullae? (maukahkau jadi pacarku?)” tanyanya penuh harap padaku.
“Anni.” Jawabku ketus
“MwoeoNeo Shiro?(apa? Kau tak suka padaku?)” jawabnya kecewa
“Anni. Joahe” jawabku berdiri kemudian berlari
“Ahhh, neo!” jawabnya sambil berlari mengejarku

J J J J J J J

#Soojung POV
Dasar ya ni cowok sunbae kaga’ punya malu. Tadi pas istirahat dia nembak si Heeyeon, udah dimaki-maiki pula. Eh, ngapain juga pulangnya nembak gue di parkiran. Bayangin deh! PARKIRAN! Malu banget deh gue. Mana banyak chingudeul disana nyorakin lagi. Dengan amat-sangat terpaksa aku menerimanya. Aku nggak suka dengannya. Lihat saja gayanya yang sangat memuakkan. Belum2 dia sudah memanggil chaggi. OMO! Memang terdengar jahat, tapi aku hanya mempermainkannya. Itu belum setimpal dengan apa yg aku rasakan saat dia menembakku di parkiran.
 “Yeobosoyo” sapaku mengangkat telpon.
“Chaggi, jonun (ini aku), Yesung.”
‘ah, orang ini’ pikirku. “Mwoyo?” jawabku sedikit ketus.
“Mokoyo nawa hamke? (Kau mau makan bersamaku?) Aku mau memperkenalkanmu ke hyung dan dongsaeng2ku di dorm?”
“Mwoeo? Anni. Nan shiro.(aku tak mau)” Jawbku dingin
“Ayolah, chaggi. Kau akan kujemput.” Jawabnya memaksa
“Hajima...(jangan...).” jawabku yang kemudian terputus sambungannya
@ dorm super junior
Aku digandeng Yesung sunbae memasukki dorm Super Junior. Ah, pasti ramai sekali disana. Ketika aku memasuki pintu masuknya aku menemui seorang wanita yang perkiraanku bernama BoA itu. Dia menyapa Yesung, dan aku hanya tersenyum. Kemudian kami memasuki lift dengan tanganku masih diseret Yesung. Aku berusaha meronta, tapi percuma. Walau tangannya kecil, tapi dia juga kuat.
Sampailah di lantai 12, lantai asrama super junior. Setelah pintu terbuka, Yesung segera menarikku mengikutinya. ‘Dasar penyiksa’ pikirku. Setelah berjalan kira-kira 3 meter. Sampailah aku pada ruangan besar yang aku perkirakan ruang berlatih menari para anggota super junior. Ada sekitar 10 orang berkumpul disitu. ‘Tunggu! 10? Ditambanh Yesung jadinya 11. Yang dua kemana?’ pikirku. Aku lihat satu persatu wajah mereka sambil memastikan lengkap. ‘Tunggu, mana Donghae dan Leeteuk?’ pikirku.
“Hyung, ini yeojachinguku, Soojung” katanya memperkenalkanku pada Heechul dan Hangeng.
“Saeng, ini yeojachinguku, Soojung” katanya pula kepada dongsaeng2nya.
“Annyeong sunbae, Soojung imnida” jawabku memandang hyung2 dan dongsaeng2 Yesung dan mencari Leeteuk dan Donghae.
“Hai, maaf terlambat. Aku habis dipanggil Sooman....” Tiba-tiba pintu terbuka dan nampak seoang namja memakai kaos putih beserta celana ¾ berwarna abu-abu. Dia juga memakai jam putih andalannya.”Neo! Soojung kan?”
“Ne, dia Soojung, pacar Yesung hyung” jawab Kibum.
“Mwoeo?” jawabnya tak percaya.
“Annyeong sunbae, na, Soojung imnida.” Jawabku sembari membungkukkan badan menghormati Leeteuk oppa kemudian mengulurkan tangan kepadanya.
“Leeteuk imnida. Chukkae! Panggil aku leeteuk oppa!” jawabnya dengan senyum yang memperlihatkan lesung pipi di bawah dbibir sebelah kirinya.
“Ne, gomawo, sunbae. Maksudku oppa.” Jawabku tersenyum juga.
Aku hanya duduk di sofa yang tersedia di ruang dance tersebut, aku melihat betapa kerennya ternyata member2 Superjunior saat berlatih, kecuali.... Yah, kau tahu siapa kan? Aku menatap sesosok namja yang aku idolakan. Astaga betapa kerennya dia saat berlatih, berwibawa, aaaaa J. Tiba-tiba pintu terbuka, Donghae datang sembari membawa seorang yeoja yang aku kenal. Ya, dia Lee Heeyeon. Berarti mereka... Apa? Masak mereka sudah pacaran? Ah, aku tak percaya. Aku mencoba melontarkan bahasa isyarat kepadanya yang dijawab dengan anggukan kepalanya. Astaga!!!
Seperti tadi, Donghae juga memperkenalkan Heeyeon sebagai yeojachingunya kepada para member suju lainnya. Aku sebal, ini saatnya Yesung memperkenalkanku padanya dan Donghae. Aku diperkenalkan sebagai yeojachingu Yesung kepadanya. Heeyeon terbelalak mendengar penyataan Yesung. Mungkin ini yang sedang dipikirkan Heeyeon ‘bukankah tadi istirahat Yesung menyatakan cinta padaku? Bagaimana bisa?’. Lalu mereka melanjutkan latihan mereka. Heeyeon dan aku kemudian duduk di sofa dan ngobrol.
“Yaa! Neo! Mana bisa kau menerima Yesung?” kata Heeyeon
“Aku menyesal menerimanya. Lagian, aku akan hanya permainkan dia.” Jawaku kesal.
“Bagaimana bisa? Aku pikir kau sudah jadian dengan dia” jawabnya sambil menunjuk namja yang aku perhatikan daritadi
“Tadi, sepulang sekolah, kau kan pulang duluan. Heemi katanya ada keperluan, aku jadi pulang sendiri, aku melewati parkiran. Dia menembakku disana. Mana banyak orang lagi, aku kan malu, ya terpaksa aku terima.”
“Lalu bagaimana kau dengan dia?” jawabnya kembali menunjuk namja yang sedari tadi aku perhatikan.
“Molla. Aku akan menjalani dulu. Aku akan bertingkah laku buruk, kemudian Yesung akan meninggalkanku.” Jawabku pasrah
“Daebak, chingu!” jawabnya sembari mengejekku. Aku kemudian kembali memperhatikan namja yang selalu menarik perhatianku, tak sengaja mata kami bertemu kemudian aku menunduk malu menghindari tatapan matanya.
Setelah kira-kira 2 jam, mereka menyudahi latihan dan satu persatu keluar. Kemudian Donghae menghampiri Heeyeon, aku hanya tersenyum ketika mereka berpamitan. Aissh! Dimana Yesung, dasar namja aneh, aku pacarnya ditinggal, egois. Di ruang itu tinggal aku dan namja yang selalu menarik mataku. kemudian dia menghampiriku dan duduk disampingku.
“Yesung assoseyo imnika? (belum datang ya?)” sapanya
“Ah, anni. Ttonaso (dia meninggalkanku).” jawabku
“Boleh aku tau, bagaimna kau bisa jadian dengannya?” tanyanya
“Andwee. Mianhe.” jawabku
“Gwenchana.” Jawabnya yang kemudian diam seribu bahasa “Soojung!” sambungnya.
“Ne?”
“Waeyo? Kenapa kau pilih dia? Aku baru saja ingin menyatakannya padamu. Mengapa kau pilih dia?” *HarusnyaKauPilihAku mode:on*  jawabnya yang kemudian memegang tanganku.
“Mianhe oppa. Na... na... Aku nggak bisa menjelaskannya padamu. Suatu hari aku akan bercerita padamu.”
“gure, minggu depan, kau harus datang lagi kesini! Kau harus cerita padaku.” Ajaknya.
“Ne, aku akan datang.” Jawabku yang membalas pegangan tanganya dengan erat. Lalu kami keluar ruangan bersama.
J J J J J J J
#Leeteuk POV
“Setelah memenangkan MuBank, aku ingin kalian berlatih lebih giat untuk bersiap2 ke Grammy Award” kata Lee Sooman.
“Ne!” jawabku padanya. Setelah dia pergi aku dengan setengah berlari
Aku segera naik lift dan memencet angka 12, lantai dimana asrama superjunior berada. Setelah setengah berlari sekitar 3 meter, aku membuka pintu ruang berlatih dance dan berbicara “Mian aku telat, aku dipanggil Sooman....” aku kaget dengan kehadiran seorang yeoja di tengah2 kami. Kemudian aku hanya bisa berkata “.....Neo? Soojung kan?” sambil terkejut. Kibum pun menjawab “Ne, ga papa hyung, Ah, dia Soojung, yeojachingunya Yesung hyung” JGLAARR!!! Bagai disambar petir aku, Soojung-ku. Aaaa, mungkn aku saja yang terlalu menaruh harapan besar kepadanya sehingga aku dengan PDnya beranggapan bahwa dia juga mencintaiku. Jangan harap, dia sudah milik Yesung, aku tak berhak.
Aku segera memberitahukan kepada mereka apa yang  dibicarakan Sooman padaku dan kami segera berlatih dance tanpa Donghae. Selama latihan sebisa mungkin aku berkonsentasi pada dance. Sekitar 30menit kami berlatih, pintu terbuka dan Donghae hadir membawa yeoja bernama Heeyeon dan memperkenalkan sebagai yeojachingunya. Bukankah dia yang ditembak Yesung saat istirahat, bagaimana mungkin Yesung mendapat Soojung, pasti ada sesuatu. Aku lihat Soojung melontarkan suatu kalimat isyarat, ah lucunya dia. Oh ya aku lupa, aku menyuruh Soojung memanggilku oppa J.
Setelah acara perkenalan selesai, kami melanjutkan latihan dance kami. Aku lihat Soojung dan Heeyeon berbicara empat mata. Kemudian aku tak sengaja melihat Heeyeon menunjukku yang kemudian aku tindak lanjuti dengan memalingkan muka. Aku mendengar tawa dari mereka berdua yang kemudian berganti diam, sunyi yang terdengar hanya musik dance dan hitungan para member. Aku mencoba melihat apa yang mereka perbuat, terutama pada Soojung, dan tanpa sengaja mata kami bertemu, kemudian dia menunduk, aku masih mengamatinya. ‘Pemalu’ pikirku.
Ketika selesai berlatih, aku lihat Yesung malah pergi dan mengacuhkan Soojung ‘namjachingu macam apa dia?’ batinku. Setelah tinggal aku dan dia di ruangan, aku menghampirinya dan mengajaknya ngobrol 4 mata. Aku menggenggam erat tangannya saat aku bilang bahwa aku sebenarnya ingin mengatakan itu juga. Matanya berkaca-kaca dan melihatnya aku ikut berkaca2 juga. Dia juga berjanji menceritakan bagaimana dia bisa jadian dengan dongsaengku, Yesung.Setelah menghapus airmata yang sudah dipelupuk, aku dan Soojung keluar ruangan dan kuantar dia keluar dorm dan menghentikan taksi untuknya.
*******
Seminggu kemudian benar juga dia ke dorm, dia menelponku kalau dia sudah berada di depan dorm. Aku segera menjemputnya, dan mengajaknya ke asrama kami. Sesampainya di asrama, aku biarkan Soojung meminta ijin ke Yesung supaya dia tidak berfikir aneh2 kepada kami.
“Hyung, kau mau apa dengannya?” kata Hangeng sambil menunjuk Soojung yang sedang bebicara pada Yesung
“Dia mau curhat, katanya.” Jawabku bohong
“Hyung, kalau kau apa-apakan dia mati kau!” jawabnya mengancam. Dasar Hangeng! 
Setelah melihat Soojung selesai ijin kepada Yesung, aku mengajaknya ke kamarku. Dia telihat kaget karena terdapat Heechul di dalam, aku menenangkannya dan memohon pada Heechul untuk meninggalkan kami berdua.
“Jadi begini, oppa.” Katanya yang kemudian aku duduk di sebelahnya.
“Bagaimana?”
“Jadi, waktu itu aku pulang sendiri, saat Heeyeon pulang duluan gara-gara ada janji sama Donghae. Sedangkan Heemi pulang duluan katanya punya tugas. Tinggallah aku belum pulang.”
“Lalu?”
“Aku memilih jalan tersingkat, karena aku mau segera pulang saja. Aku lewat parkiran. Disanapun banyak chingudeul, kau tahu kan oppa, aku paling malu kalau banyak bocah. Di sana, Yesung sunbae tiba-tiba memelukku, aku kaget sekali. Kemudian dia mneyatakannya. Kontan bocah2 disana menyoraki aku, aku paling bising dengan itu. Jadi untuk menutupi rasa marahku dan malu aku, aku menerimanya saja.” Akuku panjang lebar.
“Lalu, apa perasaan yang kau rasakan padanya.”
“Tidak ada. Aku mutlak hanya menutupi rasa malu aku. Aku berusaha bersifat buruk padanya agar aku bisa secepatnya putus. Aku bolehkan minta tlg pada oppa?”
“Marhebwa!(katakan!) Apa yang kau butuhkan!”
“Aku akan berusaha pura2 selingkuh dengan oppa, kemudian Yesung akan memutuskanku.”
Aku memeluknya, erat sekali. Kemudian aku berkata padanya “Walau hanya berpura-pura kita berpacaran, aku sangat bahagia bila kau bahagia. Sarangheyo, Soojung”
J J J J J J J
#Heemi POV
“Eih, neo! Sini!” perintahku pada Soojung saat menemuinya.
“Aish,mwoyo??” jawabnya sambil mengikutiku.
“Apa benar kau jadian dengan Yesung sunbae?” tanyaku
“Ne, aku TERPAKSA!! Camkan, aku TERPAKSA.” Jawabnya.
“Baguslah, aku kira kau benar2 jatuh cinta pada singa itu.”
“Yaak! Kau jgn sembarangan yaa...Aku hanya mencintai Leeteuk oppa.”
“Aku mau bercerita padamu.Kau ada waktu?” tanyanya mengalihkan pembicraan.
“Mianhe, mungkin Heeyeon bisa membantumu. Aku mau ke perpus, ada buku baru disana, aku mau membaca sebelum yg lain membacanya.”
“Dasar nerd!” ejekku
“Aku akan menceritakan padamu isi bukunya!” jawabnya segera berlari.
Aku berdiri mematung di teras kelas yang dekat dengan lapangan basket. Heeyeon sudah pergi bersama Donghae, Soojung? Keranjingan buku banget tuh orang. Bahkan mungkin seluruh buku perpustakaan dia sudah baca, tapi mungkin belum yang baru. Tiba-tiba ada namja menghampiriku. Ah, jangan dia Tuhan, pleasee!!
“Yaak! Kau butuh teman?” katanya.
“Ah, anni, aku sedang memperhatikan mereka bermain basket” jawabku menyergah sambil menunjuk tim basket sekolah yg sdg berlatih.
“geojinmal (bohong). Aku tahu kau butuh teman. Aku tadi bertemu Soojung berlari menuju perpus, pasti dia mengincar buku baru. Sedang aku lihat si Heeyeon lagi mesra-mesraan tuh sama si Donghae. Aku sebel deh sama Donghae, aku belum putus sama dia, masak dia udah nembak Heeyeon? Aishh!” jelasnya panjang lebar.
“Dasar gay!” godaku sambil mecubit pinggangnya
“Yaaa! Neo!”jawabnya menjitak kepalaku “Hey, kau akan berlatih badminton kan nanti sore?” Sambungnya
“Ne,. Memangnya kau :p” jawabku mengejeknya
“Hey, aku rajin yaa.” Belanya.
“Yah, whatever. Memang kenapa? Kau juga datang kan?” tanyaku
“Aku akan datang. Aku nanti akan menjemputmu, tidak ada tolakan, tdk ada alasan. Arraso?” katanya
“Ne. Mwo? Kau menjemputku?” tanyaku ada histeris
“Aku sudah bilang, tidak ada alasan. Aku pergi atletku.” Katanya ngacir pergi
“Hyukkie-ah!” aku memanggil tapi dia tidak respon, menyebalkan. Tunggu, dia menjemputku? AH, mungkin Cuma ada kebutuhan mendadak yang bertujuan di sekitar rumahku. Tapi tetap saja mengundang tanda tanya besar di kepalaku. Mengapa? OMO! Emg kenapa sih dia pake jemput aku segala, bikin pusing, bikin dagdigdug. Ah, tak tahulah.
*******
BENER SAJA. Dia menjemputku sore ini, aduuh. Kok dia bener2 jemput aku sih? Aku pengen pipis nih. Dia mengetuk pintu rumahku dan memencet bel rumahku. Aku kemudian segera menyiapkan raket dan kokku, mana pake hilang lagi. Duh, mana sihh? Hoe! Bantu cari dong reader! Nah, ini dia! Ah, membuat lama. Aku segera memakai sepatu putihku kemudian menguncir rambutku dan memakai softlensku. Kemudian aku bejalan menuju pintu dan membukakannya.
“Yaaak! Lama sekali kau bukakan? Kau baru mandi ya?” katanya sambil menghirup bauku.
“Hey! Enak saja. Jangan mentang2 sunbae trus bisa ngejek aku yaa!” kataku mendorong Eunhyuk sunbae.
“Ne.. ne.. aku takut sama atletku nih...Ayo berangkat. Ntar telat loo. Mau?” tanyanya.
“Anni-ah.. jelas saja tidak. Mau dipukul apa sama Pak Shindong? Jawabku sambil memukul lengannya.
“Ne, gasa! (baik, kita berangkat!)
Aku kagum, cowok sesibuk dia, masih menyempatkan dirinya untukku. Ah, baiknya dia. Kau tahu kan betapa sibuknya Super Junior? Dimobil, kami berbincang2 tentang kesibukan kami masing2. Tapi rasa2nya yang lebih sering bercerita adalah Eunhyuk, kalau aku, mungkin Cuma sibuk berlatih bulu tangkis dan voli saja. Eunhyuk? Banyak sekali, mulai dari latihan dance, konser, stay di radio sukira, press confrence, jumpa fans, super show. Banyak sekali.Tak terasa aku berdecak kagum padanya dan mungkin terdengar olehnya yang segera aku tutup mulutku agar dia tidak kePDan. Kira2 15 menit kemudian kami sudah sampai di lapangan yang sudah diboking oleh sekolah untuk siswa siswi yang berminat pada bulu tangkis atau olahaga lainnya yang dikhususkan untuk latihan saja. Kalau lapangan sekolah untuk perlombaan atau pelajaran kesegaran jasmani.
Kami segra memasuki lapangan tersebut dan kami lega karena Pak Shindong belum hadir. Kami melakukan pemanasan dulu. Tak sengaja aku mengamatinya waktu pemanasan. Benar2 keren! Selama ini aku belum menyadari bahwa Hyukkie sekeren itu. Tiba-tiba dia berbalik dan aku langsung konsentrasi lagi dengan pemanasanku. Ahahay! Aku harus memberitahukannya kepada Heeyeon dan Soojung.
*******
“yaaak! Soojung, Heeyeoni odiega? (Heeyeon kemana?)” tanyaku ke Soojung yang udah duduk di singgahsana kita di kantin.
“mungkin sedang ke kamar mandi. Mwoeo?” jawabnya
“Aku mau menberitahukan pada kalian suatu hal.” Jawabku sambil senyum2 sendiri
“YAAA!! Mitchonago? (kau gila?) Ketawa2 sendiri?” jawabnya sambil memegang jidatku
“Enak saja. Aku waras. Tunggulah Heeyeon dulu!” jawabku sambil menjulurkan lidah mengecenya
“Chingu, mianhe, aku tadi dipanggil Donghae. Ternyata dia malah asyik sama temen2nya. Ya udah aku kesini.” Datang Heeyeon sambil ngos2an
“Ne, joahaeso? (kerja bagus). Aku mau memberitahukan sesuatu pada kalian. Eunhyuk!” jawabku histeris.
“Jinjja? Kalian sudah jadian?” jawab Soojung
“Ah, pikiranmu dangkal sekali. Dia kereeen sekaliii!” jawabku sambil tersenyum.
“Ahhh, dari dulu kau selalu berkata begitu.” Sergah Heeyeon.
“hey, kau, melamun siapa?” sapa Heeyeon ke Soojung.
“Dia!” jawabnya sambil menunjuk ke arah Teukie yang sedang makan.
“YAAAA!! Kau selalu begitu. Kau sudah punya pacar, dia!” jawabku sambil memutar kepalanya menuju dimana Yesung berada.
“Aahhh, aku kan terpaksa. Lihatlah, cara makan Leeteuk oppa sangat menawan. Sangat menghayati tiap gigitannya.” Jawabnya melebih-lebihkan.
“Mwo? Kau memanggilnya oppa?” tanya Heeyeon penuh selidik
“Ne, dia yg menyuruhku.” Jawabku sambil tetap memandang eeteuk
“Kapan kalian berbicara?”Tanya Heeyeon lagi penuh selidik.
“Ada aja, mau tau aja kamu. Ah iya, aku mau memberitahukan kepada kalian. Aku sudah mendapat ijin dari si penolong putusku dengan Yesung.” Jawabku sambil tersenyum licik.
“Memang Leeteuk sunbae udah mau? Dia kan nggak ngomong kalau suka sama kamu :p .” Tanya Heeyeon pada Soojung.
“Ne. Dia ngomong kalo seminggu yang lalu dia mau nyatainnya sama aku. Tapi keduluan Yesung gitu katanya. Heran deh, kenapa juga dia ga nembak gue secepatnya bia ga diembat sama Yesung sunbae sialan itu. Kemarin aku malah masuk ke kamarnya. Gila! Tuh namja penggila putih banget, aksesorisnya putiiih semua. Yah, begitulah. Pokoknya Leeteuk suka sama aku :p ”jawab Soojung PD dengan panjang lebar
“Ehhhmmm.” Tiba-tiba ada suara namja. Kami lihat darimana suara tadi berasal. Mati kau Soojung, Leeteuk mendengarnya!. Kasian kamu. Leeteuk pun hanya tersenyum dan dibalas senyum pula oleh Soojung. Kemudian mereka menghilang dari pandangan kami berdua. Aku dan Heeyeon hanya tertawa terkikik.
J J J J J J J
#Soojung POV
“Yaaak, oppa! Sonul andwae! (lepaskan tanganku!) Oppa!” rontaku pada Leeteuk oppa.
“Neo! Bagaimana sih? Aku kan malu.” Jawabnya tetap mengukuhkan menggandeng tangnku.
“Waeyo?” tanyaku.
“Masa’ kau bilang seperti itu didepan teman2mu?” tanyanya balik
“Biarin. Emang salah? Mereka juga cerita ttg Hae dan Hyukkie.”
“Mwo? Ada apa antara mereka? Maksudku, kalau Hae dan Heeyeon aku tau. Heemi dan Hyukkie? Andwee, Hyukkie tak pernah cerita padaku” jawab Leeteuk
“Yaaak! Mereka belum jadian!” bentakku.
“Heeyy! Lihat Yesung melihat ke arah kita. Mau jalankan misi kita?” bisik Leeteuk ditelingaku.
“Ne. Aku tak betah dg.nya.” jawabku percaya diri.
Tiba-tiba Teukie memelukku dan aku membalas pelukannya, sambil kulirik Yesung yang terlihat marah. Dia berdiri, hendak menghampiriku, tapi tidak jadi karena apalah aku juga tak tahu, tapi kulihat dia tetap melihat ke arahku. Kemudian Leeteuk melepas pelukannya padaku dan mengelus rambutku, dia tersenyum padaku. OMG! Senyumnya membuatku meleleh, sangat manis dan menawan kemudian dia mendekatkan wajahnya pada pipiku, dan membisikkan aku satu kata “Yesung terlihat marah, dia mengira aku menciummu, Babo!” Kemudian dia menjauhkan wajahnya padaku. Aku melihat lagi ke arah Yesung, memasang muka kaget padanya, dan dia terlihat marah padaku. Yesung menghampiriku setelah Leeteuk oppa pergi
“Soojung, kau, kau ada apa dengan hyungku?” tanyanya marah.
 “Anni. Nothing” Jawabku dingin
“Tak usah bhg! Aku ini namjachingumu, Soojung.”
“Sunbae, kau tak peduli denganku. Kau ingat saat di dorm 3minggu yang lalu? Bahkan kau tidak merasa cemburu aku dengan Leeteuk oppa. Kau tidak mengajakku kembali setelah kau latihan dance, kau meninggalkanku. Aku tidak tahu seluk beluk dorm, kau meninggalkanku.” Jawabku sembari meneteskan airmata kepura-puraan.
“Keude? Mianhe.. Jebal.. Mianhe.” Jawabnya sambil menarikku ke pelukannya.. Aku masih tetap berpua-pura. Aku kemudian membalas pelukannya. Akupun meneteskan airmataku dipundaknya. Dia melepaskan pelukannya dan mendudukkan aku dibangku dekat-dekat situ. Dia menghapus airmataku yang menetes dan mencium pipiku. “Mianhe..” katanya singkat.
*******
Sehari ini Yesung seperti menjadi asisten pribadiku saja, sepertinya dia tidak lepas dari pandanganku, membuatku sedikit menjauh dari namjaku yang aku sayangi, Leeteuk oppa. Aku pun berusaha tersenyum di depannya agar aku terlihat senang, padahal sebenarnya sangat risih. Pulang sekolahpun dia memaksa aku untuk diantarkannya, dengan terpaksa aku mengikutinya dan menurutinya. TERPAKSA!
Sampai rumahkupun, adikku sangat kurang ajar, menggodaku padanya. Dasar! Lihat saja! Sebentar lagi aku membawa leader SuperJunior ke rumah ini. Bukan hanya penyanyi utama. Ahhhh! Aku pun akhirnya tidak betah dengan kehadiran dia didekatku. Aku melempar senyum padanya dan dengan halus menyuruhnya pergi.
“Chagi-ah, aku sudah sampai di rumah kan? Nah, kau bisa pulang sekarang!” perintahku.
“Anni. Aku ingin menikmati udara rumahmu sebentar, chagi-ah.” Tolaknya.
“Aku mohon, aku mau beristirahat. Kau mau istirahatku terganggu?” paksaku.
“Anni, anni. Ne, aku akan pergi. Kau baik-baik ya.” Jawabnya sambil mencium singkat pipiku kemudian pergi pulang. Dan tak lupa pamit pada adikku, aku hanya tersenyum simpul.
“Yeobosoyo?”sapaku ketika telpon dari Teukppa kuangkat.
“meokgosseoyo? (kamu sudah makan belum?)” tanyanya
“Andwae, Yeppa baru pulang. Sulit sekali menghindar darinya.” Jawabku sebal.
“Cepat makan, nanti kau sakit!” perintahnya.
“Ne. Setelah aku membaca buku baru dari perpustakaan” jawabku
“Neo! nut nut nut nut” Katanya tapi sambungan telponnya terputus. Ada apa ya?
J J J J J J J
#Heeyeon POV
Dasar si Soojung aneh. Masa’ ngga terima udah punya pacar? Malah mau putus, haha sudahlah. Tapi aku akui Soojung kejam, dia mempermainkan Yesung-ah, kalau misalkan tidak suka, kenapa tak menolaknya seperti aku menolaknya. Renungku di balkon atas rumahku. Tapi hari ini Yesung sunbae beda dari biasanya. Dia seperti punya rencana.............
Telpon genggamku berdering, menandakan ada seseorang yang menelponku. Siapa ini?  Aku mengangkatnya, ternyata Sungmin sunbae, tapi ada apa? Aku kemudian bertanya padanya. Dia ingin aku datang ke dorm mengajak Heemi. Heemi? Kenapa Heemi? Apa ada hubungannya dengan Eunhyuk? Aku kemudian bertanya ada apa dengan Eunhyuk? Sungmin sunbae pun mengatakan kalau bukan tentang Eunhyuk. Lalu? “Sudahlah, kalian datang saja ke dorm. Cepat” katanya segera memutuskan sambungan.
Aku segera menghubungi Heemi dan menyuruhnya bergegas karena aku akan menjemputnya untuk datang ke dorm. Diapun mengatakan iya dan segera memutus sambungan telepon. Akupun segera berganti pakaian dan melajukan motorku menuju rumah Heemi. Aku masih dagdigdug, ada apa? Sampai2 harus cepat2. Aku tiba dirumah Heemi, dan aku lihat Heemipun sudah bersiap-siap. Segera dia menaiki motorku dan kami melaju ke jalan raya menuju dorm Sment.
Aku masih hafal ruang berkumpulnya member SJ, Aku memasuki lift dan memencet angka 12 yang menunjukkan lantai 12. Ketika keluar lift, didepanku, aku melihat Hangeng sunbae, Kibum dan Kangin sunbae sedang terburu-buru memasuki lift. Aku bertanya “Kibum-ah ada apa?” “Leeteuk hyung!” jawabnya “Kenapa?” balasku. “Yaaa! Kalian ditunggu dari tadi” teriak Sungmin dari belakang. Aku kemudian menggandeng Heemi dan kemudian mengikuti Sungmin ke ruang rekreasi SJ. Aku bingung disana ada Leeteuk sunbae yang sedang tertidur. Tertidur? Rasanya tidak. Sungmin mengajak kami ke kamarnya dan mengajak Heechul sunbae dan Siwon sunbae.
“Dia kenapa?” tanya Heemi
“Tiba-tiba dia pingsan, setelah menelpon Soojung. Hidungnya mimisan.” Jawabnya.
“Dia sakit?” tanyaku penasaran.
“Fiuuh!! Aku harus menjelaskn padan kalian. Oke. Teuk hyung, dia terkena penyakit. Lumayan akut.” Kata Sungmin sunbae pada kami.
“Tapi, Sment selalu mebantahnya dan diapun hanya menurut saja. Di benar2 lemah sekarang.” Lanjut Siwon sunbae.
“Soojung. Apa dia tau?” tanyaku.
“Tidak, dia tidak tahu.” Kata Heechul sunbae
“Blehkah kami memberitahukannya?” tanyaku
“Nah, itu. Kami takut meberitahukannya. Kami minta tolong kalian. Tapi aku mohon, jangan memberitahukannya saat dia sedang dlam emosi.” Kata Siwon.
“Baiklah.  Kalian bisa pergi, Siwon, dan Heechul. Aku mau meberitahukan sesuatu pada Heeyeon dan Heemi.” Kata Sungmin
“Baiklah” jawab Heechul dan Siwon serempak.
...........
Sungmin memberitahukan kami, bahwa Yesung, sunbae edan itu akan memutuskan Soojung. Tapi sebelum dia memutuskannya, Yesung ingin mempunyai pengganti Soojung, Nirin. Teman kami sekelas yang juga kelihatannya suka dengan Yesung. Aku betanya apa alasan Yesung memutuskan Soojung. Kata Sungmin sunbae,  Yesung berulang kali memergoki Leeteuk sunbae dan Soojung berduaan. Maka dari itu Yesung jadi menjauh dari Leeteuk. Bahkan saat Leeteuk sunbae pura-pura pingsan tadi, Yesung tak terlihat di ruangan itu. Dia sedang dikamar kata Sungmin sunbae. Sungmin juga memberitahukan bahwa Leeteuk sunbae nggak akan menyatakan cintanya pada Soojung kalau mereka berdua belum benar2 putus. Jadi Sungmin sunbae meminta kami menolong Soojung, jangan sampai Yesung yang memutuskan Soojung. Sungmin sunbae juga meminta kami untuk memanggilnya oppa. Oke, kami akan mendekatkan Nirin ke Yesung sunbae dan memberitahu Soojung untuk segera memutuskan Yesung sunbae. Jadi, itu rencananya. Pantas hari ini dia membaik2kan Soojung.
J J J J J J J
#Heemi POV
Ternyata begitu rencana busuk Yesung sunbae. Omo! Masih untung Soojung mau menerima Yesung. Mungkin kalau Leeteuk sunbae juga menembak pada saat yang bersamaan, Soojung akan memilih Leeteuk sunbae. Baiklah, ini konsekuensi kami yang berjanji pada Sungmin oppa akan membantunya. Sungmin oppa, tiba-tiba kami disuruh memanggilnya seperti itu. Tak tahulah aku apa alasannya. Oh ya penyakit Teukie sunbae, tenyata mereka bertiga membohongi kita. Mereka ingin kita melakukannya juga pada Soojung Haha :D mereka ingin melihat seberapa besar kasih Soojung pada Teukie sunbae. Usil sekali mereka, sewaktu keluar dari kamar Sungmin oppa, kami juga melihat Teukie sudah duduk lagi dan tertwa terbahak2.Dasar menyebalkan.
Drtttt drrrtt drrrtt drrrtt... Handphoneku bergetar menandakan ada SMS masuk. Aku buka ternyata dari Hyukie oppa.
From : Hyukjae +3271388907
HeyYaaa! Kau lupa! Ada latihan badminton hari ini untuk pertandingan! Jangan kau lewatkan. 5 menit lagi aku menjemputmu. Jangan buat aku menunggu seperti kemarin.
- -
Astaga! 5 menit? Tidak salah? Aku segera mandi cepat-cepat (mandi bebek maksudnya. Toh nanti pulang juga aku mandi lagi). 3menit, ah masih cukup. Aku pake parfum banyak banget dan segera siap2 semua persiapan buat badminton. Tin tin, klakson mobil berbunyi, aku lirik dari jendela disebelahku, Eunhyuk datang. Aku segera mengambil raket dan kok. Lalu segera membukakan pintu untuk Eunhyuk. Dia hanya tersenyum dan mengajakku bergegas. Aku kembali menutup pintu dan menitip pesan pada bibik.
Setelah perjalanan sekitar 20 menit perjalanan, kami sampai juga ditempat latihan. Sepeti biasa, aku pemanasan dulu biar engga terkilir. Tak sengaja aku melirik Eunhyuk yang juga sedang latihan, pandangan kami bertemu dan aku segera mengalihkan pandanganku darinya. Setelah dirasa cukup, pak shindong meyuruh kami berlatih, sebenarnya pak shindong masih muda, tapi dia menyuruh kami memanggilnya “PAK!”
“Heemi! Kau tanding dengan.... mmmmmm.... Min Young!Lekas!” begitulah kata Pak Shindong yang baik hati tapi terkadang menyebalkan itu.
Ya, aku dan MinYoung hanya bisa menuruti kata2nya. Kami bertanding dengan puncak angka 21. Awalnya aku kalah tapi dengan cepat aku mengejar kekalahanku sehingga set/ronde pertama aku menang dengan skor 21-16. Ronde kedua diteruskan. Ada kejadian lucu saat pertandingan. Aku melempar bola kok terlalu jauh hingga keluar/out. Nah, bola kok tersebut mengenai kepala Eunhyuk, aku tidak bisa menahan tawa saat mengenainya. Ekspresi mukanya juga sangat lucu sehingga aku tidak bisa menahan tawa. Ronde kedua aku kembali memenangkannya dengan skor 21-18.  Dan aku akhirnya terpilih sebagai kandidat peseta Olompiade mewakili sekolah kami.
Aku duduk menjauh dari gerombolan untuk istirahat setelah bertanding. Seorang namja menghampiriku, kalian tahu kan siapa? Ya! Hyukkie.
“HeyYaaa! Neo! Masih sakit nih kena bola kokmu!” katanya mengelus kepalanya.
“Mianhe” jawabku sambil tertawa.
“Kau malah tertawa” tegurnya
“Kau lucu sekali. Hahahahaha” jawabku masih juga tertawa.
“Aku tahu.” Selanya.
“mwo?” jawabku sambil meminum minuman yang aku pegang
“Itu pukulan cinta kan”
“Mwo?” jawabku menyemburkan minuman yang aku minum.
“Ne, sebenarnya kau mau cari perhatianku kan? Aku tahu kau menyukaiku.”
“Kau ternyata PD sekali ya?”
“Tapi benarkan perkataanku?”
“Ehmm, tak tahulah.” Jawabku sambil berdiri dan berjalan.
“Tunggu, yeojachinguga doeeojullae? (maukah kau jadi pacarku?)” tanyanya menahan tanganku.
“Disaat seperti ini kau masih bisa bercanda?” jawabku mengalihkan pembicaraan.
“Na chungdaehan (aku serius!)” jawabnya mulai kesal.
“Aku takkan percaya padamu. Kau mulai menjengkelkan!”
“Neo! Percyalah. Aku mencintaimu. yeojachinguga doeeojullae? (maukah kau jadi pacarku?)
“Baiklah. Aku mau, tapi aku butuh bukti.” Jawabku.
“Bukti? Baiklah!” jawabnya kemudian mencium pipiku yang membuat mukaku merah saking malunya.
“Yaaa! Kalian disana. Sedang apa? Teriak pak Shindong..
“Anni-ah” jawab kami serempak yang kemudian kami juga tertawa bersama dan berjalan ke arah teman2 lain.
J J J J J J J
#Soojung POV
“Soojung, kami ingin memberitahukan suatu hal padamu. Tapi kami mohon, kau jangan emosi, ya?” kata Heemi padaku
“Ada apa?” tanyaku masih asyik membaca buku perpus yang aku pinjam.
“Leeteuk.” Jawab mereka bersamaan
“Dia kenapa?” tanyaku lagsung meletakkan bukuku.
“Tuh,kan. Kau langsung menaruh bukumu. Kau janji dulu.”
“Ne, I promise!”
“Leeteuk sunbae, dia sakit. Sakit yang katanya Sungmin sunbae lumayan parah.”
“Mwo? Penyakit apa?”
“Kami kurang tahu. Kau tanya saja dengan Sungmin oppa.”
“Oppa?”
“Ne, kau juga harus memanggilnya oppa. Just for Us, katanya”
Aku segera menghampiri Sungmin sunbae untuk mengetahui apa yang sedang diderita oleh Leeteuk. Aku setengah berlari mencari Sungmin sunbae. Ditengah jalan aku bertemu Yesung, dia menabrakku sehingga mematahkan pensil kesayanganku. Aku berlutut mengambil patahan pensilku itu. Aku kemudian berdiri dan memandang Yesung.
“Kau, teganya. Mata kamu ditaroh mn sih? Ini pensil kesayanganku. Bahkan aku lebih sayang pensil ini daripada kamu. Tau? Aku mau kita putus!” omelku kemudian berlari meninggalkannya yang entah apa yang dirasakannya aku tak tahu, malas mengurusnya.
Aku melanjutkan mencari Sungmin sunbae. Aku menaiki lantai 3, lantai dimana aku sering bertemu dengannya. Ah, benar saja, itu dia, sedang berkumpul bersama Hyukkie dan Hae sunbae. Leeteuk oppa mana? Biasanya mereka kan bersama? Aku kemudian memanggilnya dan memintanya berbicara berdua. Tapi Sungmin menolaknya dan menyuruhku duduk bangku yg sedang kosong. Aku yakin itu kursi Leeteuk oppa. Sungmin sunbae kemudian bertanya ada apa mencari dirinya. Aku kemudian mengutarakan keperluanku padanya. Aku bertanya memangnya Leeteuk sedang sakit apa? Apakah hari ini dia tidak masuk karena penyakitnya itu?
“Ne, dia operasi hari ini. Apakah mereka tidak meberitahukanmu?” jawab Sungmin.
“Mereka? Siapa?”
“Heeyeon dan Heemi.”
“Anni-ah. Mereka meyuruhku bertanya padamu untuk lebih jelasnya.”
Aku melihat sekeliling, sepiii, dimana Hae dan Hyukki pikirku, tiba-tiba mereka menghilang. Aku bingung. Aku terdiam, Sungmin sunbae juga. “Na geojinmaljwo!(aku berbohong) Katanya. Aku terkejut dengan yang dikatakannya. Raut wajahku menggambarkan aku yang sedang kebingungan. Ne, Na geojinmaljwo!(Ya,aku berbohong).”
“Soojung, yeojachinguga doeeojullae? (maukah kau jadi pacarku?) kata seseorang dibelakangku. Aku menoleh ke belakang dan mendapati Teukppa dibelakangku. Aku melihat teman2ku juga dibelakang. Hae memeluk lengan Heeyeon dan Hyuk menggandeng Heemi. Tunggu. Mereka Hyuk dan Heemi jadian? Raut mukaku kembali memancarkan kebingungan. Aku pun bertanya maksudnya apa dari semua ini?
“Mianhe, kami membohongimu. Yang bohong2an memang bagian dari rencana, ternyata  kau putus dengan Yesung hyung lebih awal dan tidak terduga. Jadi kami merubah rencananya, lebih tepatnya Hyukie dan Sungmin hyung yang merubahnya.” Jelas Hae.
“Dan mereka, Hyukie dan Heemi, mereka juga barusan jadian kemarin.” Jelas Heeyeon.
“Kalian jahat tidak memberitahuku” bentakku pada Heemi dan Hyukie.
“Jadi, yeojachinguga doeeojullae? (maukah kau jadi pacarku?)” sela Teukie oppa.
“Ne, aku mau.” Jawabku kemudian dipeluk oleh Teukie oppa.
Kami kemudian tertawa lepas terutama Sungmin sunbae. “Kau jahat, Sungmin sunbae!” kataku pada Sungmin. Sungmin hanya tersenyum dan menyuruhku memanggilnya Sungmin oppa.
“SARANGHEYO 4LEE” kata Heemi, aku, dan Heeyeon bersamaan. Terlihat kebingungan diraut muka mereka dan kami hanya tertawa kecil. Kami pun mengadakan pesta di dorm nanti sore.
*******
Dasar jahat sekali mereka membohongiku. Aku tak menyangka sekali. Aku tadi mendapat berita dari Heeyeon, dia melihat Yesung jalan dengan Hwang Nirin, dia menghampiri mereka dan mengucapkan selamat. Dia juga menawakan mereka ikut piknik kami nanti sore, tetapi mereka menolaknya. Katanya mereka mau nonton film. Heeyeon melihat raut wajah kebahagiaan diwajah mereka. Aku jadi penasaran bagaimana mereka jadian? Jangan2 Yesung berselingkuh dengan Nirin sewaktu pacaran denganku dulu. Tak apalah, aku juga berselingkuh dengan Teukppa. Aku kemudian meninggalkan mereka dan menuju kantin, membeli sebotol Sunkist karena minumku sudah habis.
*******
Sore harinya aku, Heeyeon dan Heemi datang ke dorm. Anehnya di dorm hanya terdapat 4Lee dan Kim Heechul dan Kim Ryeowook.) juga suasana dorm seketika dirubah menjadi restoran. Hyuk kemudian menyuruh Wookie untuk memasakkan makanan paling enak yang pernah dimasaknya. Wookkie segera melaksanakannya. Bau harum masakan telah menyebar. Wookkie berteriak memanggil Heechul untuk mengantarkan masakannya kepada kami “Heechul Hyung, masakan sudah siap, antarkan pada mereka” teriak Wookie. Kemudian masakan diantarkan pada kami dan setelah itu Heechul dan Ryeowook pergi.
Sungmin memainkan pianonya memainkan lagu2 melankolis yang jujur saja membuatku mengantuk. Setelah makan selesai, Sungmin berhenti memainkan pianonya, dan duduk dibangku yang tersisa 1 di meja kami.
Aku, Heeyeon, dan Heemi mengatakan “SARANGHEYO 4LEE” secara bersamaan.
“Lee Donghae” sambung Heeyeon.
“Lee Hyukjae” sambung Heemi,
“Leeteuk” sambungku.
“dan Lee Sungmin” sambung kami bersamaan. Mereka ber-empat hanya mengangguk-angguk mencoba memahami.
J J J J J J J

-TAMAT-

Tidak ada komentar: