Hai hai hai!! Maaf ya updatenya telat banget-bangetan. Aku lagi sibuk bangeeeetttt.. Jongmal mianhaeyo. *bow*. Ini aku bawain lanjutannya New Friends. Semoga suka dan RCL please ^^
-Sungmin POV-
Pandangan kami bertemu dalam balutan bola mata. Anehnya,
detak jantungku berdebar cepat, lebih cepat daripada biasanya. Bahkan lebih
cepat dibandingkan ketika aku sedang berlari. Jika dikaitkan dengan ilmu
biologi, hormon adrenalinku sedang bekerja keras, sehingga menghasilkan detak
jantung yang luar biasa cepat. Kurasa keanehan ini mulai menjalar ke seluruh
tubuhku. Bukan hanya detak jantungku yang beraksi,sepertinya sistem syarafku juga mulai terserang keanehan
ini. Aku merasakan berjuta-juta kupu-kupu beterbangan di perutku. Geli, tapi
aku tak ingin semua ini lekas selesai. Aku tetap menatap Hyejin selama beberapa
detik, sebelum Hyejin memutuskan untuk menyudahi pertemuan kedua bola mata ini.
“Ah, ternyata kalian. Ada apa?” Tanya Donghae membuyarkan
lamunanku.
“Anni, kami mau berkunjung saja. Apakah itu terlarang?”
jawab Soojung sambil tersenyum. Bukan, bukan ke Donghae, tapi ia melontarkan
senyumnya itu kepada kekasihnya, Leeteuk.
“Tentu saja boleh jagi.” Jawab Leeteuk.
“Ehm, maaf ya, kalau aku selalu ikut-ikutan kalian. Aku
sendirian di kelas kalau tidak ada Soojung, Hyemi dan Heeyeon. Ya sudah aku
ikut mereka saja. ” kata Hyejin dengan nada sedih.
“Gwenchana.” Jawabku yang diikuti oleh anggukan kepala ketiga teman namjaku. “Lagian kita nggak
merasa terganggu kok.” Sambungku lagi.
“Ne” serempak semua orang.
Percakapan singkat itu mengundang gelak tawa dari kami.
Kamipun memulai acara rutin kami, bersenda gurau bersama, bedanya beberapa hari
belakangan dan hari-hari kedepan kami
mendapat satu kawan baru, yaitu Hyejin.
Kulihat Donghae dan Eunhyuk sudah berusaha melepaskan diri dari kerumunan kami
menuju tempat yang lebih special, tentu saja bersama kekasihnya masing-masing.
Sekarang tinggal aku, Leeteuk, Soojung, dan Hyejin. Suasana berubah menjadi
sedikit canggung, hingga akhirnya Leeteuk dan Soojung memutuskan untuk pergi ke
kantin –berdua-. Tak terelakkan lagi, sekarang tinggallah aku dan Hyejin, suasana
di tempat inipun menjadi sangat canggung, mungkin kalau ada binatang jangkrik
yang lewat akan terdengar suaranya dengan jelas.
“Sunbae,ayo pergi ke ruang dance.” Satu kalimat yang
berasal dari mulut Hyejin berhasil membuyarkan kecanggungan di antara kami
berdua.
“Eoh? Mau apa?” tanyaku.
“Mau berlatih dance, tentu saja.”
“Tapi kan kakimu masih sakit.” Elakku
“Nggak masalah kok. Lagian cuma luka ringan gini aja.
Ayolah, kumohon!!” rengeknya.
“Yasudahlah. Tapi, hentikan sikap kekanak-kanakanmu itu.”
Jawabku sambil memberantakkan rambut Hyejin yang dihiasi sebuah bando pita
putih yang sangat cocok bertengger dikepalanya.
“Yak!! Sunbae! Aku nggak kekanak-kanakan” katanya sambil
mengerucutkan bibirnya.
“Aih, tuh buktinya dikit-dikit ngambek. Haha. Kada kita
ke ruang dance!” ajakku menyudahi pertengkaran simple ini.
Kamipun bergegas pergi ke ruang dance yang memang
lokasinya tidak jauh dari kelasku. Kulihat jam tangan pink yang bertengger di
tanganku. Aku mendapati waktu kami masih cukup banyak sebelum jam istirahat
habis. Tak lama kemudian kami tiba di ruang dance yang luasnya sekitar 50m x
100 m, dilengkapi dengan kaca besar dan dinding yang dilapisi sterofom untuk
meredam suara music yang mungkin terlalu keras.
Hyejin mengeluarkan iPodnya dan mulai mengaplikasikan
iPodnya. Aku tidak tahu apa yang diperbuatnya sampai Hyejin berjalan kearah dimana
speaker diletakkan. Hyejin menancapkan connector kabel dari loudspeaker ke iPodnya
dan seketika suara alunan musik keluar dari loudspoeaker tersebut. Lagu
berjudul TRAP yang dinyanyikan oleh rekan sekerjaku, Henry Lau, mulai bergerak.
Yeoja bernama Hyejin ini melepas rompi seragam yang
dipakainya. Dia mulai mengeluarkan kemeja seragam putihnya dan seketika
tampilannya berubah seperti anak nakal. Namun anehnya, tampilannya yang wild
ini menambah kesan cantik padanya. Hyejin kini mulai meliuk-liukkan seluruh
anggota tubuhnya mengikuti irama music ini. Aku hanya diam dan memperhatikan
setiap gerakan Hyejin. Sekitar 4 menit
kemudian, lagu TRAP berhenti berputar dan seketika itu juga, Hyejin
menghentikan segala kegiatannya. Dia tersenyum kepadaku dan berjalan kearah
dimana aku berdiri.
“Sunbae, kudengar akan ada promnight untuk perpisahan
kakak kelas. Apa itu benar?” tanyanya penasaran.
“Eoh.” Jawabku sambil mengangguk.
“Apakah siswa kelas dua diperbolehkan ikut?”
“Tentu saja. Bahkan kalian yang akan mengisi acara demi
acara yang berlangsung.” Jawabku.
“Jincha?” kejutnya, lalu menghembuskan nafas berat
seperti ‘fiuh~” dan terdiam.”Sayangnya aku tidak ada grup untuk nge-dance.” Keluhnya.
“Kau kan bisa melakukannya sendiri. Dancemu tadi sangat
luwes dan aku yakin orang-orang lain akan berpikiran sama denganku.”
“Aku tidak yakin mereka akan menyukai dance-ku ini,
Sunbae” katanya sambil melontarkan nada kesedihan dan menundukkan kepalanya.
“Hyejin” panggilku yang berhasil mendongakkan kembali
kepalanya. Aku meletakkan tanganku ke pundaknya lalu tersenyum “kalau kamu
nggak pede akan kehebatanmu, bagaimana orang-orang diluar sana akan melihatmu.
Kurasa kamu tinggal mengepakkan sayapmu dan terbang hingga semua orang akan
melihatmu dan mengetahuimu.” Ujarku memberi sedikit nasihat padanya.
“Fieuh~” Hyejin menghembuskan nafas beratnya lagi, “baiklah
aku akan mencobanya.” Putusnya. Keputusannya ini membuatku tersenyum lagi,
lebih lebar daripada senyum-senyum yang pernah kuberikan kepada gadis manapun.
“Good girl!” pujiku. “Duduklah, kurasa kau lelah setelah
berlatih lagu yang mempunyai beat yang cukup kencang.” Tawarku sambil menepuk-nepuk
tempat di sebelah kananku. Sedetik kemudian Hyejin duduk di samping kananku
sambil meminum air putih yang entah didapat darimana.
“Hyejin-ah! Maukah kau menjadi partner dansaku saat
promnight nanti?” tanyaku tiba-tiba.
Seketika Hyejin mengeluarkan lagi air di mulutnya dengan
menyemburkannya. “Mwoya? Sunbae mengajakku? Sepertinya Sunbae salah orang.” Katanya
setelah menelan beberapa tetes air yang masih tersisa di mulutnya.
“Ish, jorok sekali kau Hyejin. Tentu saja aku serius. Aku
yakin kalau kamu akan menjadi partner terbaikku untuk berdansa.” Sanggahku.
“Tapi sunbae, aku tidak bisa berdansa. Sungguh!” elaknya.
“Ehm..” gumamku. Pikiranku kini sedang berkecamuk untuk
menemukan cara yang tepat agar aku tetap bisa mengajak yeoja ini sebagai
partner dansaku. ‘Aha!’ pikirku ketika aku menemukan cara yang tepat untuk
tetap mengajaknya sebagai partner dansaku. Akupun segera berdiri dan tersenyum
pada Hyejin. Aku menjulurkan tanganku, menjemput dan mengajaknya berdiri.
Hyejinpun segera meraih tanganku setelah aku meyakinkan kebingungan batinnya.
Aku mengajaknya berjalan kearah speaker berada. Aku melakukan sama persis apa
yang dilakukan oleh Hyejin,
menghubungkan connector kabel dari speaker ke iPodku dan memutar satu lagu berjudul ‘Can I Have This Dance’
yang menjadi salah satu soundtrack serial High School Musical. Tak lama
kemudian keberadaan kami berdua ditemani oleh alunan lagu ini.
Kami berdiri berhadapan dan kulihat Hyejin mulai tertawa
mendengar musik intro dari lagu ini. Aku menjulurkan tanganku ketika lirik
pertama lagu ini dinyanyikan. Hyejin lalu meraih uluran tanganku dan segera mengikuti
langkah-langkah berikutnya yang disuguhkan di lirik-lirik pertama lagu ini.
Take my hand, take a breath
Pull me close and take one step
Keep your eyes locked on mine
And let the music be your guide
Pull me close and take one step
Keep your eyes locked on mine
And let the music be your guide
Won't you promise me? (Now won't you promise me? That you'll never
forget)
We'll keep dancing (To keep dancing)
Wherever we go next
We'll keep dancing (To keep dancing)
Wherever we go next
It's like catching lightening, the chances of
finding
Someone like you
It's one in a million, the chances of feeling
The way we do
Someone like you
It's one in a million, the chances of feeling
The way we do
And with every step together
We just keep on getting better
So can I have this dance? (Can I have this dance?)
Can I have this dance?
We just keep on getting better
So can I have this dance? (Can I have this dance?)
Can I have this dance?
Take my hand, I'll take the lead
And every turn will be safe with me
Don't be afraid, afraid to fall
You know I'll catch you through it all
And every turn will be safe with me
Don't be afraid, afraid to fall
You know I'll catch you through it all
And you can't keep us apart (Even a thousand
miles can't keep us apart)
'Cause my heart is wherever you are
'Cause my heart is wherever you are
It's like catching lightening, the chances of
finding
Someone like you
It's one in a million, the chances of feeling
The way we do
Someone like you
It's one in a million, the chances of feeling
The way we do
And with every step together
We just keep on getting better
So can I have this dance? (Can I have this dance?)
Can I have this dance?
We just keep on getting better
So can I have this dance? (Can I have this dance?)
Can I have this dance?
Oh, no mountain's too high and no ocean's too
wide
'Cause together or not, our dance won't stop
Let it rain, let it pour, what we have is worth fighting for
You know I believe that we were meant to be! Oh!
'Cause together or not, our dance won't stop
Let it rain, let it pour, what we have is worth fighting for
You know I believe that we were meant to be! Oh!
It's like catching lightening, the chances of
finding
Someone like you
It's one in a million, the chances of feeling
The way we do
Someone like you
It's one in a million, the chances of feeling
The way we do
And with every step together
We just keep on getting better
So can I have this dance? (Can I have this dance?)
Can I have this dance?
Can I have this dance?
Can I have this dance?
We just keep on getting better
So can I have this dance? (Can I have this dance?)
Can I have this dance?
Can I have this dance?
Can I have this dance?
“Kau
berbohong Hyejin!” kataku
“Wae? Anniyo!”
sergahnya.
“Tadi
buktinya kamu bisa berdansa. Bahkan sangat lancar. *imagine kalau mereka dansa kaya di video ini.* Pokoknya kau harus jadi
pasangan dansaku di promnight nanti. Titik, tidak ada koma!” paksaku.
“Baiklah jika
kau memang menginginkannya.” Kata Hyejin pasrah.
‘Yes!!!’
sorakku dalam hati dengan sangat bahagianya.
*teettt~*
bunyi bel berteriak-teriak menandakan bahwa waktu kita untuk beristirahat sudah
habis. Hyejin segera merapikan kemeja dalamnya, memasukkannya kembali ke dalam
roknya yang memang mini. Kulihat dia sesegera mungkin mengenakan rompinya yang
sempat dilepasnya tadi. Setelah merasa semuanya rapih, kami kembali ke kelas
masing-masing. –Sungmin POV end-
-Eunhyuk POV-
Ish kemana
larinya 2 namja tengik ini? Sudah 5 menit semenjak bel yang menandakan berakhirnya
waktu istirahat, namun mereka belum juga kembali ke kelas. Astaga, sepertinya
mereka mencari mati dengan Song sonsaengnim. Sepertinya mereka berdua tidak
kapok di hukum berkali-kali oleh Song sonsaengnim. ‘Tok tok’ pintu berbunyi dan
seketika kulihat Leeteuk muncul di balik pintu yang dibukakan oleh Son
Sonsaengnim.
“Kau!
Bagaimana bisa kau terlambat masuk dalam kelas? Darimana saja kau ini?” cecar
Song sonsaengnim.
“Jeongmal
mianhaeyo sonsaengnim. Sewaktu istirahat tadi kaki saya terkilir, jadi saya ke
klinik dulu.” Alibi Leeteuk.
“Yasudah,
duduklah, jangan diulangi lagi! Makanya lain kali hati-hati kalau berjalan!”
tegas Song sonsaenim. Beberapa detik kemudian Leeteuk, dengan gaya kesakitannya,
berjalan kearah bangkunya berada, posisi bangkunya tepat berada di belakang bangkuku diletakkan. Aku dan Donghae
masih terdiam karena sonsaengnim masih melihat dan memusatkan pandangannya kearah
kami, tepatnya Leeteuk, dengan
tatapan tajamnya. Setelah Leeteuk berhasil meraih tempat duduknya, Sonsaengnim
kembali menulis materi matematika di papan tulis.
“Kau itu
darimana saja? Aku tau kau hanya berpura-pura sakit. Ya kan?
” Selidikku.
“Hehehehe.
Aku tadi tak sengaja lewat ke ruang dance dan menemukan dua sejoli baru sedang
berdansa. Makanya aku tertarik dan menghabiskan waktuku disana.”
“Jinja? nuguseyo?” kepo
Donghae
“Tch~ Serius! Sungmin dan
Hyejin sedang berdansa sedang berdansa dengan mesranya.”
“Jinjayo?”
sahutku dan Donghae bersamaan.
“Jeongmal! Ck
aku saja sampai cemburu pada mereka. Heung, kuterka sebentar lagi Sungmin akan kembali ke kelas.” Kata Leeteuk
panjang lebar.
“Pantas saja
Sungmin akhir-akhir ini sering melamun. Ya tanda-tanda jatuh cinta gitu deh.
Ternyata selama ini Sungmin…”
~tok tok tok!
Suara ketukan pintu kembali menggema di ruangan kelas dan memotong pembicaraan
kami bertiga. Aku dan Donghae memutuskan untuk membenahi posisi duduk kami agar
tidak mendapat pelampiasan kemarahan Song sonsaengnim. Song Sonsaenim segera membukakan pintu dan mendapati
Sungmin berdiri dengan polosnya di depan pintu.
“Kau juga terlambat? Kenapa kau
terlambat huh?” Tanya Song sonsaengnim.
“Aku harus mengantar seorang yeoja
yang terjatuh klinik. Aku terburu-buru ke kelas dan hal ini sangat mengganggu
pemandanganku sehingga aku menabraknya dan kakinya terluka. Aku tidak tega
melihatnya berjalan terpincang, lalu aku mengantarnya ke klinik.” Jelasnya panjang
lebar.
“Bilang saja kau sedang
berpacaran. Sudahlah masuk sana.” Perintah Song sonsaengnim. “jangan lupa tutup
lagi pintunya!” sambungnya.
Setelah menutup pintu kelas, Sungmin
dengan sedikit berlari mendapati tempat duduknya, yang tepatnya di sebelah
Leeteuk. Sempat kulihat Leeteuk menunjukkan ekspresi menahan tertawa dan kuakui
wajahnya sangatlah jelek.
Setelah selesai menulis materi
yang dipelajari, Song sonsaengnim menjelaskan dengan singkat materi-materi
tersebut. Sebenarnya aku sendiri kurang mengerti materi tersebut, tapi karena
rasa gengsiku untuk bertanya lebih besar daripada keingin-tahuanku akan materi
tersebut, jadi aku memutuskan untuk berpura-pura paham. *jangan ditiru yak
kawan-kawan*. Ternyata oh tenyata, akibat dari kepura-puraanku ini membuatku
masuk ke dalam jurang, jurang kebingungan. Song sonsaengnim memberikan soal
latihan tapi aku tidak mengerti sama sekali akan maksud dari soal-soal yang
diberikan.
Biasanya, kelas akan berubah
seperti pasar ketika kami mendapatkan soal. Akupun menyumbangkan suara untuk
merubah kelas seperti pasar. Awalnya memang aku bertanya pada Donghae mengenai
cara penyelesaian soal, namun karena ada beberapa soal yang tidak dipahami juga
oleh Donghae, aku bertanya pada ahlinya, Leeteuk. Ketika aku mulai bertanya,
kusempatkan diri sebentar untuk melihat kertas jawaban Leeteuk dan hasilnya adalah..
Seluruh soal sudah dijawabnya plus cara pengerjaannya. Aku melontarkan senyum
kepada Leeteuk dan memohon ijin untuk menyalin jawaban dan cara pengerjaan
soal-soal yang diberikan. Beginilah
untungnya mempunyai sahabat yang pintar dalam mata pelajaran. Aku segera
mengambil kertas jawaban dan menyalinnya secepat kilat.
Fiuh akhirnya selesai sudah aku
menyalin jawaban dan cara penyelesaian dari soal-soal iblis itu. Aku
mengembalikan kertas jawaban milik Leeteuk dan memutuskan untuk ngobrol dengan
2 sahabatku dibelakang. Aku tahu topic yang tepat untuk menambah panjangnya
obrolan kami di kelas saat ini. Masalah hubungannya dengan Hyejin. ‘Hahahaha’
aku melontarkan senyum iblisku kepada 2 sahabatku.
“Sungmin-ah! Palli, malhaebwa!!”
perintah Leeteuk.
“Mwo?” Tanya Sungmin kebingungan.RCL
“Itu, tentang hubunganmu dengan….”
Kataku menggantungkan kata terakhirku.
“nuguya??” Tanya Sungmin masih
penasaran.
“Hyejin” sahut Donghae dari
belakang yang seketika membuat gelak tawa kami –aku, Leetuk, dan Donghae- terlontar.
“Oh itu. Nggak ada kok. Cuma
temanan aja kaya aku ke kalian.” Elak Sungmin.
“Benarkah? Lalu apa yang kulihat
tadi? Aku melihatmu berdansa dengan Hyejin dengan sangat mesra. Akuilah saja
Sungmin!” kata Leeteuk.
“Ehm, anniyo. Aku dan Hyejin tidak
berpacaran. Aku ….” Katanya sengaja terputus.
“Mencintai Hyejin?” Tanyaku.
“Ehm…. Aku sebenarnya…”
-TBC-
RCL juseyo.. Kamsa^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar