Senin, 02 Juli 2012

New Friends pt 2


annyeong, ini aku makasih banget sama @kissme_muthiah yang udh ngebuatin buat aku.
ini ff khusus buat @Katharina_ELF muga2 seneng yang chagi (?) mumumu :* so this is it. enjoy >>

New Friends (Sequel of Saranghaeyo 4Lee) 2 of 4

-Author POV-
Pukul 19.00
            “Hmm…Seojung kau mau nonton apa?”Tanya Leeteuk kepada yeojachingunya itu. Mereka berdua sedang berada di bioskop. “Hmm…bagaimana kalau kita nonton Hello Goodbye aja?*emangnya Hello Goodbye udah ada di bioskop yah? Author kumat* “Hmm..ne. ayo kita beli tiketnya”ujar Leeteuk. “Oppa,kau saja yang mengantri yah? Aku ingin beli popcorn dulu”ujar Seojung. Leeteuk mengangguk. Seojung lalu berjalan kearah loket penjualan popcorn dan memesan 2 popcorn caramel,dan 2 cocacola.
            “Nah,ini dia tiketnya.”ujar Leeteuk sambil menghampiri Seojung. “Nontonnya jam berapa?”Tanya Seojung. “Hmm…jam 20.00”ujar Leeteuk sambil melihat ketiket. “Aish~masih sejam lagi oppa. Terus popcorn ini digimanain?”Tanya Seojung. “Kita makan aja”ujar Leeteuk. Seojung memanyunkan bibirnya. “Aish~oppa !”ujar Seojung.”Daripada kita bawa kemana-mana, mending langsung dimakan saja.”ujar Leeteuk. “Ne,baiklah.”ujar Seojung lalu berjalan kearah tempat duduk terdekat dari tempatnya.
-Park Seojung POV-
            ‘Ahh~sudah jam 19.50’ujarku dalam hati. Sedetik kemudian,aku  menepuk dahiku. Leeteuk oppa berbalik kearahku. “Wae? Neo gwaenchanayo?”Tanya Leeteuk oppa kepadaku. “Oppa,aku lupa kalau aku ngajak Hyejin buat nonton bareng sama kita.”ujarku. “Aigoo~aku kira kenapa. Hanya itu saja ? Biarkan saja. Ini kan kencan kita.”ujar Leeteuk oppa sambil tersenyum,aku membalasnya.”Sudahlah. Tidak usah dipikirkan,besok kalau ke sekolah kau bisa bilang kepadanya kalau kita lupa mengajaknya.”ujar Leeteuk oppa. “Baiklah”ujarku sambil duduk tenang. Ting tong ting tong *bunyi apaan tuh?* “Pintu studio 1 sudah dibuka. Bagi yang sudah memiliki karcis dipersilahkan untuk masuk kedalam studio”suara itu terdengar dari speaker.
“Ehh…kita sudah boleh masuk. Kajja kita masuk”ujar Leeteuk oppa sambil mengenggam tanganku. “Ne”ujarku sambil mengikuti Leeteuk oppa menuju studio 1.
-Lee Hyejin POV-
Krriinnnggg….. “Hoamm…”aku menguap sambil menggerakkan tanganku untuk mematikan jam wekerku disebelah ranjangku. Aku mengucek mataku. “Sudah jam berapa ini?”tanyaku pada diriku sendiri.Aku mengambil jam wekerku,dan melihatnya. “Hmm…jam 07.30 ternyata”ujarku tenang. Aku mengembalikan jam wekerku ke meja samping kasurku. Dan ingin kembali tidur. Baru saja aku ingin menutup mataku,sedetik kemudian aku membulatkan mataku. Aku lalu mengambil lagi jam wekerku.”Jam 07.30!!!”ujarku histeris. Omona~aku terlambat!!
Aku lalu mengambil handuk dan buru2 mandi,berpakaian,dan mengatur rosterku. Aku lalu berlari kelantai bawah dan langsung menyambar roti keju yang berada di meja makan. Aku lalu mengambil sepedaku dan mengayungnya dengan kencang.
Saat ditengah jalan…
BBRRRUUUKKKK!!!!! Aku bertabrakan dengan seorang pengendara motor.
Aku tergelatak di jalan aspal.
“Awww~appo”ujarku sambil melihat lututku yang berdarah.
“Aigoo~neo gwaenchana ?”ujar namja yang memakai helm yang menabrakku tadi. Aku hanya meringis sambil menatapnya kesal. Namja itu membuka helmnya. Omona~ Sungmin sunbae ! Seketika aku ingin berdiri dan membungkuk kepadanya,tapi gara2 lututku yang berdarah ini membuatku tidak bisa berdiri.
“Annyeong sunb…awww”ujarku aku hampir saja jatuh,untung saja Sungmin sunbae memegang tanganku jadi aku tidak jatuh.
“Gwaenchana?”Tanya Sungmin sunbae.
“Ah…gwaenchanayo, sunbae”ujarku sambil tersenyum. Aku melihat ke jam tanganku.
“Aigoo~sudah 07.45!!”ujarku. Sungmin sunbae seketika melihat kearahku.
“Mworago? 07.45? Aigoo~kita berdua terlambat”ujar Sungmin sunbae panik.
“Aish~sudah terlambat,lututku berdarah,sepedaku rusak. Apes banget sih aku hari ini!”umpatku sambil melihat kearah sepedaku yang rusak.
“Kita berdua sama-sama terlambat,dan sama-sama apes hari ini. Kita harus segera ke sekolah sebelum gerbang tertutup rapat”ujar Sungmin sunbae.
“Bagaimana caranya? Sepedaku rusak”ujarku.
“Mianhae, aku sudah merusak sepedamu. Sekarang naiklah kemotorku. Kita pergi ke sekolah bersama”ujar Sungmin sunbae. Sebenarnya,aku tidak mau ikut dengan Sungmin sunbae,tapi ini sudah kepepet aku terlambat 15 menit.
“Ne,kajja sunbae”ujarku lalu mengambil helm yang disodorkan oleh Sungmin sunbae dan naik keatas motornya. Seketika Sungmin sunbae melajukan motornya sangat kencang.
“Ya! Sunbae jangan ngebut dong”ujarku.
“Kalau aku tidak ngebut kau mau terlambat hah?!”tanyanya. Aku hanya diam. Tiba-tiba dia mengerem secara mendadak karena lampu merah,tidak sengaja aku memeluknya. Lampu hijau menyala,aku melepas pelukanku.
“Kenapa kau melepas pelukanmu?”Tanya Sungmin sunbae.
“Ah..ehh…ani..sunbae”ujarku gugup. Demi apa dia menanyakan tentang pelukanku tadi.
Sedetik kemudian dia mengerem motornya dengan mendadak,seketika itu juga aku langsung memeluknya.
“Nah,gitu kek. Pegangan supaya nggak jatuh”ujar Sungmin sunbae. Aku hanya memanyunkan bibirku dan tidak melepas pelukanku. Setelah menempuh jarak 6km dari TKP(?).
‘Huhhh…akhirnya sampai juga disekolah’batinku dalam hati saat pintu gerbang sekolah sudah terlihat.
“Aigoo~pintu gerbang sudah ditutup”ujar Sungmin sunbae. Aku lalu turun dari motor Sungmin sunbae,aku berjalan terpincang-pincang kearah pintu gerbang.
“Hyejin-a, hati-hati”ujar Sungmin sunbae khawatir,aku hanya mengangguk.
“Annyeong, Lee seosangnim. Boleh tidak aku masuk ?”tanyaku kepada satpam yang duduk dikandangnya(?). Satpam itu berjalan kearahku.
“Coba kau lihat jam tanganmu ! Ini sudah jam berapa? Kalian berdua sudah terlambat 18 menit !”ujar satpam itu tegas.
“Tapi seosangnim, kaki saya sakit banget. Tadi saya sempat tertimpa kecelakaan. Masa seosangnim tega, sih ?”ujarku sambil memakai aegyoku. Satpam itu melihat kearah lututku yang masih berdarah.
“Jebal~”ujarku.
“Yasudah,lain kali kalau kalian berdua terlambat lagi tiada ampun untuk kalian berdua”ujar satpam itu aku hanya mengangguk. Satpam itu lalu membukakan pintu gerbang. Sungmin sunbae lalu masuk kedalam parkiran.
“Kamsahamnida”ujarku,aku lalu berjalan menuju koridor skolah dengan kaki terpincang-pincang *maksudnya jalan sambil terpincang-pincang*. Tiba-tiba ada orang yang mengangkat tanganku dan menaruhnya ditengkuknya,membantuku berjalan. Aku melihat kearah samping kiriku,Sungmin Sunbae,dia juga berbalik kearahku sambil tersenyum. Aigoo~mata ku dan matanya bertemu. Dia menatap mataku dalam. Aku langsung menunduk,aku tidak ingin menatap matanya bisa-bisa nanti aku meleleh. Aku rasa mukaku memerah.
“Aku akan mengantarmu ke UKS”ujar Sungmin sunbae.
“Eh? Tidak usah. Lebih baik sunbae masuk kekelas saja. Sunbae sudah sangat terlambat”ujarku.
“Andwae,aku akan mengantarmu,aku yang menabrakmu jadi aku juga harus bertanggung jawab”ujar Sungmin sunbae sambil tersenyum kearahku,aku membalas senyumannya.
“Ohh ne,pipimu merah tuh”ujar Sungmin sunbae sambil menunjuk pipiku. Aish~. Seketika aku menunduk.
“Hahahaha….Hyejin…Hyejin. kau baru digituin ajah pipinya sudah merah”ujar Sungmin sunbae sambil tertawa. Aku memanyunkan bibirku.
“Nah…sudah sampai di UKS”ujar Sungmin sunbae.
“Huhh…”ujarku lega. Aku lalu duduk diatas kursi di UKS. Sungmin sunbae berjalan kearah kotak  P3K. Dia lalu mengambil obat merah.
“Awww…appo”ujarku.
“Mianhae”ujar Sungmin sunbae. Dia mengobati lukaku dengan sangat lembut. Dengan sentuhan terakhir plaster luka.
“Hmm…sunbae”ujarku ketika Sungmin sunbae menaruh kembali kotak P3K.
“Ne?”ujarnya sambil berbalik kearahku.
“Gomawo”ujarku sambil tersenyum. dia membalas senyumanku.
“Ne”ujarnya.
 “Oh ne, kajja kita sama-sama ke ruang BK. Kita bilang saja kalau macet arra?”tanyanya. Aku mengangguk. Aku dan Sungmin sunbae lalu berjalan ke ruang BK untuk melapor kalau kami berdua terlambat.
-Park Seojung POV-
            “Heemi..Heemi kamu liat Hyejin nggak?”tanyaku sambil mencolek punggung Heemi yang duduk didepanku*maksudnya didepan bangku*. Dia berbalik dengan sangat hati-hati,mungkin takut ketahuan sama seosangnim.
            “Molla,mungkin dia sakit atau izin”ujar Heemi dia lalu berbalik kembali menghadap ke papan dimana disitu ditulis berbagai macam rumus Fisika membuatku bosan. Coba saja Hyejin ada aku pasti akan menanyakan hal yang tidak aku tau.
Tok..tokk…ada seseorang yang mengetuk pintu. Seketika aku menoleh kearah pintu kelas. Ahh~aku baru saja bilang andai saja Hyejin berada disini,dia sudah ada disini.
“Annyeong seosangnim. Mianhamnida aku sudah terlambat di pelajaranmu. Aku sudah dari ruang BK dan katanya aku boleh  masuk”ujar Hyejin sambil membungkukkan tubuhnya kearah seosangnim. Park Seosangnim menoleh kearah Hyejin.
“Ne,lain kali jangan diulangi lagi”ujar seosangnim dan kembali menulis rumus-rumus mematikan di papan tulis. Hyejin tersenyum sambil berjalan kearahku,yaiyalah secara bangkuku,bangkunya juga
“Annyeong Seojung-a”sapa Hyejin padaku lalu duduk disampingku. Aku mengangguk.
“Hyejin-shii,kenapa kau terlambat?”tanyaku
“Hmm…macet”ujar Hyejin. Aku mengangguk sambil membentuk huruf O dengan bibirku.
“Oh ne,soal nonton kemarin aku lupa mengajakmu”ujarku.
“Gwaenchana,lagipula itukan acara kencanmu dengan Leeteuk sunbae”ujar Hyejin sambil tersenyum. Aku mengangguk.
“Oh ne,Hyejin-a kau tau tidak bagaimana cara mengerjakan soal ini?”tanyaku pada Hyejin sambil memberikan buku Fisika. Hyejin mulai menjelaskan bagaimana cara mengerjakan soal Fisika ini.
-Lee Sungmin POV-
Aku mulai berjalan kearah kelasku. Aku mengingat kejadian tadi pagi. Dia memelukku,yah walaupun terpaksa.
‘Ahh~aku menyukai yeoja itu’batinku dalam hati. Sedetik kemudian aku menggeleng.
“Aish~apa yang kupikirkan ini? Tidak mungkin aku menyukainya”ujarku sambil mengeleng-geleng. Tapi…kenapa saat dia memelukku kurasa jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya? Apa ini namanya cinta?.
“Annyeong haseyo seosangnim,mianhamnida aku terlambat,tadi sangat macet”ujarku sambil membungkukkan badanku menghadap ke seosangnim. Seosangnim menoleh kearahku.
“Ne,lain kali jangan diulangi lagi. Silahkan duduk”ujar seosangnim. Aku lalu duduk kebangkuku. Sepanjang pelajaran aku sama sekali tidak memerhatikan. Aku selalu melamun.
Kkkkkrrriiinnngggg….. bunyi bel istirahat berbunyi. Aku masih saja melamun.
“Ya! Sungmin-a kenapa kau melamun terus dari tadi?”Tanya seorang namja disampingku,aku berbalik.
“Hyukkie~ wae?”tanyaku kepada Eunhyuk.
“Kenapa kau melamun terus daritadi? Kau pikir aku tidak memerhatikanmu?”tanyanya.
“Ahh,aniya. Aku tidak kenapa-kenapa”ujarku.
“Ohh….pasti kau sedang jatuh cinta,iyakan?”Tanya Eunhyuk. Hei,ada apa dengan anak ini?
“Eh? Aniya”selaku.
“Jinca? Kajja bilang saja. Kau tidak bisa bohong”ujar Eunhyuk.
“Aniya,aku tidak jatuh cinta”ujarku.
“Kau bohong. Kau pasti jatuh cinta. Jatuh cinta itu ada tanda-tandanya”ujar Eunhyuk. Aku mengerutkan dahiku.
“Apa tanda-tanda itu?”tanyaku.
“First,saat dia berkontak fisik denganmu jantung mu langsung berdetak kencang tidak seperti biasanya. Yang kedua,dia menatap matamu dengan dalam. Yang ketiga…”Eunhyuk berhenti bicara.
“Kenapa berhenti?”
“Aku lupa yang ketiga itu seperti apa.”
“Aish~kau ini dasar pelupa”ujarku. Dia terkekeh.
‘Yang dikatakan Eunhyuk itu sama yang sedang kurasakan. Apa aku jatuh cinta dengan Hyejin? Ahh…tidak mungkin’batinku sambil menggelengkan kepalaku.
“Annyeong!!!”teriak seorang yeoja. Aku menoleh kearah pintu kelas. Ya! Mereka! Seojung,Heemi,Heeyeon,dan….Hyejin. Apa yang mereka lakukan disini? Aku menatap Hyejin. Dia menatapku balik.
Deg! Jantungku berdegup lebih kencang. What Is Love? *Author nyanyi lagu What Is Love EXO*
TBC

jangan lupa RCL :Dv

Sabtu, 02 Juni 2012


New Friends (Sequel of Saranghaeyo 4Lee) 1 of 4


-Park Seojung POV-
Hari ini tepat 3 bulan aku bersama Leeteuk oppa, aku senang sekali karena nanti aku dan teman-temanku akan mengadakan triple date seperti biasa. Kriing~ terdengar bunyi telepon dari handphone.ku
“Yeobosoyo” kataku
“Mwo? Latihan? Kan kemaren sudah?” kataku lagi
“Apa? Lagunya diganti? Ah baiklah, tapi tak lebih jam 5” kataku dan kemudian mematikan telepon. Apa? Latihan lagi? Aaah, Cape!! Lagu You Are The One kemaren kan hampir selesai aku mainkan dengan piano untuk promnight kakak kelas. Aku memang ingin memberi kejutan untuk Leeteuk oppa^^ Sekarang diganti? Oh ya, aku sekarang sedang mengikuti beberapa pembelajaran musik, apalagi piano. Aku sangat terpesona ketika Leeteuk memainkan sebuah lagu saat ulang tahunku. Jadi aku ingin mempelajarinya juga. Kkk~
Omo!! Jam berapa ini? Aku harus cepat2 berangkat sekolah dan memberikan kado anniv untuk namjachingu tercintaku, Leeteuk oppa.. aaah, aku selalu tersenyum sendiri ketika mengingat bagaimana dia menipuku waktu itu. Aaa *author : mau tau? Baca Saranghaeyo 4Lee*
Aku dengan kecepatan kuda *buset* mengendarai sepeda motor miniku ke sekolah, karena aku nggak mau terlambat dan tentu saja memberikan kado untuk Leeteuk oppa^^. Setelah menempuh kurang lebih 4km, aku sampai disekolah. Kemudian aku meletakkan tas dikelas. Aku tidak melihat Heemi dan Heeyeon. Eodiga? Ah, I dont care *buset jahat banget*. Aku kemudian dengan tergesa-gesa menuju kelas Leeteuk oppa.
“Ah itu dia” kataku ketika aku memasuki kelasnya dan mendapati sosok lelaki berambut pirang dan mempunyai senyum maut itu xD
“Yaaa! Seojung-ah, waeyo?” katanya padaku.
“Ah, anniyo. Aku mau memberikan ini.” Kataku sambil menyulurkan kado kecilku padanya.
“Wae? Aku kan tidak ulangtahun.” Tanyanya kebingungan.
“Yaa!! Kau lupa? Ini 3rd month anniv kita” jawabku sambil memasang tampang ngambek.
“Ah, aku lupa. Hadiahnya nanti saja ya. Kkk~” kikiknya sambil mencubit pipiku.
“Auw!! Oppa! Appoyo!!” kataku sambil mengkrucutkan bibir
Asyik2nya bercanda dengan leeteuk oppa, aku tak sadar kalau Heeyeon  dan  Heemin juga ada disini. Merka mengagetkanku saat sedang asyik2nya bersenda gurau dengan Leeteuk oppa. Jangan salah sangka dulu. Aku dan awan-kawanku tidak selalu ngapel ke kelas oppadeul, tapi oppadeul juga sering ke kelas kita. Lebih sering malah.. kkkk~
*teeeeeeet~ bunyi bel tanda masuk kelas berbunyi, aku, Heemin dan Heeyeon segera keluar dari kelas oppadeul, dan menuju kelas kita sendiri xD
Kami segera duduk dan menyiapkan buku pelajaran pertama, Matematika. Heeyeon suka sekali. Aku? Haduh, jangan harap suka, terkadang angka2 itu digunakan dan diapakan saja aku tak mengerti. J *bow*. Beberapa menit pelajaran, tiba2 pintu terketuk dan ternyata kepala sekolah datang. Waeyo? Apakah mau memanggil anak nakal dari kelas kita? Jangan sampai deh. Oh aku salah ternyata ada anak baru. Mwo? Dia tinggi sekali, dia namja atau yeoja sih? Tinggi sekali.. ckckck~
“Annyeonghaseyo, joneun Lee Hyejin imnida. Kalian bisa memanggilku Hyejin. Bangapta” katanya singkat memperkenalkan diri.
“Kau darimana?” Tanya temanku.
“Aku dari Asrama Putri Xiulin.” Katanya sambil tersenyum.
“Oh dia yeoja. Tapi kenapa ya dia pindah ke sekolahku? Kan Asrama Putri Xiulin juga bagus” tanyaku dalam hati.
“Ehm baiklah, Hyejin-ssi, kau boleh duduk sekarang. Ehm, Kau boleh duduk di sebelah Seojung” kata Kim Songsaenim. “Gwenchana Seojung-ssi?” tanya Kim Songsaenim padaku.
“Ah, ne gwenchana. Silahkan” kataku kemudian minggir ke sebelah kiri bangku, membiarkan dia duduk di kananku.
“Hai" kataku ketika dia duduk. Apa? Aku melihatnya saja harus mendongakkan kepalaku. Kataku dalam hati.
“Hai juga. Tak kusangka kau mungil sekali, 2 temanmu yang ada didepanmu juga.” Katanya sambil sedikit terkikik dan memperkecil suaranya pada kata terakir.
Aku yg sedikit malu mendengarnya hanya dapat berkata “Ah, kami bertiga memang dikenal dengan trio imut nan mungil” untuk menutupi perasaan malu xD
“kkk~ benar2 lucu sekali.” Katanya sekilas tetap diiringi kikikan kecil agar tidak terdengar  Kim Songsaenim.
“ah, ne. Gomapta” kataku kemudian. Sedetik berikutnya kami kembali terfokus dengan pelajaran matematika itu. Ah, aku benar2 tidak mengerti maksudnya. Aku kemudian berpikir untuk menanyakan hal ini kepada Heeyeon. “Psst! Psst! Heeyeon-ah!” panggilku pada HeeYeon”
“Wae?” kata Heeyeon sesekali menengok karena takut ketahuan Kim Songsaenim.
“Otokae? Aku benar2 tak mengerti dengan semuanya.” Kataku.
“Mwo? Kau itu apasih yg ada didalam otakmu itu?” kata Heeyeon. Pluk, secercah kapur mengenai kepala Heeyeon. Upss aku merasa bersalah. Setelah Kim Seongsenim tidak melihat lagi, Heeyeon menengok ke arahku dengan tangan mengepal mengancamku. Aku hanya bisa membentuk huruf V dengan jari telunjuk dan jari tengan sambil mengucapkan “Mian” dan kemudian aku berusaha bertanya pada Hyejin
“Seojung-ah, wae?” kata Hyejin.
“Anni, aku nggak ngerti caranya ini. Otokae? Neomu arraseo?” kataku bertanya padanya.
“Ah, sedikit. Ini masukkan ke rumusnya, seperti yg dicatatkan Songsaenim tadi rumusnya. Kemudian dihitung dulu perkaliannya didalam kurung ini, baru dibagi 3. Angka berikutnya bisa dibagi dengan penyebut angka sebelum/ sesudahnya. Arrachi?” katanya.
“Ah, lumayan. Gomapta Hyejin-ah”
Kemudian Kim Songsaenim memberi beberapa soal dan memang beberapa bisa kukerjakan, tentu saja tidak selesai, aku berniat menanyakannya pada Leeteuk oppa nanti xD
*teeeet~* bunyi bel istirahat berbunyi, dan kemudian Kim Songsaenim menyudahi pelajaran dan menyuruh kami menyelesaikan soal soal tadi yg belum selesai. Aku kemudian merapikan bukuku dan bersiap untuk ke kantin.
“Hyejin-ah, kau tidak ikut?” tanyaku pada Hyejin.
“Ah, anniyo, aku bawa bekal kok.” Katanya sambil tersenyum.
“Ah geurom, annyeong” kataku sambil membungkukkan badan dan meninggalkan kelas bersama Heemin dan Heeyeon.
-di kantin-
“Yaaa!! Dia baik sekali” kataku.
“Nuguya?” tanya Heemi.
“Lee HyeJin” kataku.
“Tapi dia tadi ngejekin kita. Katanya kita pendek. Aku tadi denger loh” Kata Heeyeon, dia memang sensitif.
“Dia berkata kita mungil, bukan pendek” kataku “dan dia kelihatannya suka music juga, tadi bukunya penuh coretan not balok. Aku punya temen dong suka musik. Kkk~” lanjutku
“Eh iya, dia kan tinggi tuh, dia kayanya juga suka olahraga. Buktinya tinggi banget. Tapi gatau kalo itu keturunan dari orang tua xD” kata Heemi.
“Mwo? Ada apa dengan kalian?” tanya Heeyeon.
“Ne, dan matematikanya juga ga kalah keren” kataku.
“Mwo? Jinja? Wah kalau begitu bukan aku saja yang pervert dengan matematika” kata Heeyeon kemudian.
“Ne. Bagimana kalau dia kita gabungkan dalam persahabatan ini. Kalian mah enak sebangku. Aku kan ga ada yg asyik buat ngobrol selama ini kecuali dia.” Kataku sambil menyendok eskrim yang tanpa sadar dari tadi hanya aku aduk2 saja.
“Klop sekali” kata Heemi adan Heeyeon hampir bebarengan.
“Chagi~~~” kata 3 namja bebarengan saat aku dan temen2ku mau kembali ke kelas dan membuat kita batal kembali ke kelas.
“Yaaa! Kalian. Kenapa meninggalkanku sendirian di kelas” kata seorang namja yang barusan muncul memarahi 3 namja barusan sambil mengerucutkan bibir.
“Mian._.V” kata Leeteuk oppa sambil membuat huruf V dari jarinya.
“Yaaa!! Awas saja kalau kalian ulangi lagi” katanya sambil bergabung dengan kami. Kkk~ aku selalu tertawa melihat 4 namja imut serta lucu-lucu ini. Kami kemudian terlibat dalam obrolan2 seru diselingi dengan tawa sesekali.
“Seojung-ah!” sepertinya ada yg memanggilku, aku kemudian menoleh mencari sumber suara yg memanggilku. "Ah, Hyejin-ssi. Wae?" Tadi katanya bawa bekal. Ya sudah lah.Kemudian aku melambaikan tanganku mengisyaratkan dia untuk bergabung dengan kita.
“Wow, tinggi sekali kau. Bahkan aku dan kamu hampir sama” kata Donghae oppa kemudian. Mendengar itu, Hyejin hanya tersenyum malu2 dan kulihat Heeyeon memukul lengan Donghae kemudian dan kamu tertawa bersama.
“Seojung-ah, kukira kau akan segera kembali, tapi kau tak segera kembali, aku tak ada teman di kelas. Maaf ya kalau menggangu kalian.” Kata Hyejin kemudian.
“Ah, sudahlah, kita disini dulu saja.” Kata Sungmin hyung sebelum sempat aku menjawab pertanyaan Hyejin.
“Ne, gabung aja gapapa kok. Kkk~ lagian kan kamu temen baru kita” kataku dan mendapat angukan dari Heemi dan Heeyeon.
“Gomawo” katanya sambil tersenyum. “Ah, bukannya kalian SuperJunior?” kkk~ senang bertemu kalian.” Katanya sudah mulai terhubung.
“Ne. Aku si cute leader.” Kata Leeteuk dan mendapat “huuuuu” dari Donghae, Eunhyuk, dan Sungmin. “Apasih kalian” kata Leeteuk kemudian dan membuatku ingin sekali mencubit pipinya itu.. kkkk~
“Aku si ganteng donghae” kata Donghae kemudian “Waaa!! Kau juga pd sekali Donghae!!” kata Leeteuk tak mau kalah. “Jelas kan? Siapa lagi yang ganteng disini selain aku?” kata Donghae tetap dengan kePDan yang akut.
“AKU!!” kata Leeteuk, Eunhyuk, dan Sungmin oppa bersamaan.
“Oh ya, dan aku, king of dance Eunhyuk” kata Eunhyuk kemudian.
“Eunhyuk sunbae, aku begitu menyukaimu. Aku suka dance juga.. haha xD sulit sekali menirukan gerakanmu” kata Hyejin kemudian dan mengundang pandangan aneh dari Heemi.
“Ehm, maksudmu mengidolakan kan? Tokoh idola kan?” kataku untuk menenangkan Heemi.
“Ne. Tentu saja.” Katanya tersenyum kemudian.
“Ehm, dan aku flowers boy, Sungmin” kata Sungmin oppa dan berhasil membuat kita meleleh, omo!!
“Sudah sejak kapan genk ini terbentuk?” kata Hyejin.
“Yaaa!! Kita tidak membentuk genk!!! Hahaha” kata Heeyeon dan berhasil membuat Hyejin ketakutan. “Hyejin, aku tak bermaksud seperti itu. Kami tidak membentuk genk, kami hanya kumpul2 saja kok” kata Heeyeon melunak kemudian dan membuat senyum Hyejin muncul kembali.

Kembali kami bersenda gurau dengan yaah pacar masing2.. kkk~ aku tak mengerti, padahal Sungmin oppa tidak mempunyai couple di grup ini, tetapi dia pasti ikut kami.. gwenchana, biasanya kalau ada masalah pasti kami curhatnya ke Sungmin oppa. “Oh ya, oppa, nanti nontonnya ditunda ya? Aku ada acara khusus, jadi jam 7 saja ya? Jangan jam 5 yaya?” kataku pada Leeteuk oppa.
“Oh kalian mau nonton?” kata Hyejin.
“ne, kau mau ikut?” kata Heemi.
“Ah, nanti aku mengganggu.” Kata Hyejin malu-malu.
“Gwenchana” kataku dan Sungmin oppa bebarengan. Hal ini membuat Hyejin kaget dan Sungmin hyung diam kemudian mempersilahkan aku bicara duluan. “Kan lumayan buat refresing” sambungku
“ne, ayolah ikut saja” kata Sungmin oppa kemudian dan mengundang tawa diantara kami.
*teeeeet* bel masuk berbunyi dan kami berpisah sampai disini. Aku dan kawan2 kembali ke kelas masing2 :D

TBC

Selasa, 22 Mei 2012

Forgottable Moment part 1


Forgottable Moment (1/?)
Author : dhe_dhoki
Cast :     Shin Dongho
                Park SeoJung
                Park SooNa
                Kevin Woo Sung Hyun
                Lee Kiseop
# Castnya bukan milikku, castnya punya Tuhan. Tapi alurnya milikku. Boleh di cop.past tapi cantumin source yaa.. Juga izin ke aku jgan lupa.  Mian kalo ceritanya gajelas
Normal POV
“Annyeonghaseyo. Joneun Park Seo Jung imnida. You can callme Seojung. I’m from Chili.” Kata Seojung memperkenalkan diri.
“A, like that Seojung-ah. Can you told us, how u can go to hanguk?”  tanya Songsaenim
“Ah. Its caused of my father. My father is worked in NH Media. So, me, my father and my mother moved to Hanguk.” Kata Seojung dalam bahasa Inggris.
“Okay I see. Now u can sit. Ehmm.. My name is Han, call me Han songsaenim. Now, You can sit over Dongho’s seat.” Kata Songsaenim sambil menunjuk orang bernama Shin Dongho/
“Ok. Gamsahamnida Han Songsaenim.” Kata Seojung sambil membungkukkan badan kepada Han Songsaenim dan berjalan menuju kursi Dongho.
“Hai, aku Seojung. Senang berkenalan denganmu, Dongho-ssi” kata Seojung pada Dongho
“Oh.” Jawab dongho singkat. Mendapat perlakuan kurang sopan, seojung tidak mau berbasa-basi lagi padanya langsung duduk di sebelahnya. Tidak terjadi cakap menyakap antara  Seojung dan Dongho ketika pelajaran. ‘Benar2 memuakkan. Kenapa dia begini? Tidak ramah sekali. Aku akan menanyakan nanti.’ Pikir Seojung. *teeet* bunyi bel menandakan  ganti pelajaran.  Sekarang pelajaran Fisika. Aah, Seojung senang sekali dengan pelajaran Fisika, nilainya selalu baik dan pasti bagus. ‘tak apalah jika aku dikacangin sama teman sebangkuku yg nyebelin ini’ pikir Seojung lagi.
SEOJUNG POV
“baiklah anak2, mari kita mulai pelajaran fisika hari ini. Mari kita bentuk kelompok belajar, cukup dengan teman sebangku kalian. Kalian akan mendapat soal dari saya. Saya harap kalian dapat bekerja sama dengan baik. Rundingkan hal2 yang tidak kalian mengerti” kata Songsaenim. What? Benar2 seperti petir di tengan panas terik matahari. Sebangku? Bekerjasama? Bagaimana aku bisa bekerja sama dengan patung disebelahku? Mungkin aku harus pindah.Aku bertnya pada guru apakah boleh aku pindah bangku? Dan apa reaksinya? Aku kena semprot deh. Aaah, benar2 hari yang melelahkan.
“oke, Dongho-ssi. Kau kerjakan soal nomor 26-50. Aku yang nomer 1-25.” Kataku pada Dongho.
“Shiro!! Kerjakan semuanya! Jika tak ada yg dimengerti baru tanyakan aku.”
“Apa? Kau pikir kau cerdas sekali gitu? Aku selalu mendapat nilai sempuna di sekolahku dulu. Kalau kau pintar mengapa kau tak kerjakan semuanya?”
…. Tidak terjawab sementara oleh namja gila itu. “HEI!! Aku tidak pernah menyuruhmu duduk dengan anak pandai sepertiku.  Nah, kau sendiri bilang kau selalu mendapat nilai sempurna pada pelajaran fisika. Kau pasti bisa menyelesaikannya. Pabo!” jawabnya kemudian sambil mengeluarkan hp, dan bermain?
“Yaaa!!” kataku berteriak. “ehm, permisi, bisakah kalian diam dan segera kerjakan soal2 itu? Kalian bisa mengganggu teman2 kalian” kata Songsaenim. Ahhh aku hanya bisa mencak2 sebal dan mengerjakan soal2 yang sebelumnya ada beberapa pernah kujumpai dengan cepat dan kukumpulkan pada songsaenim. Begitukah katamu Dongho? Kau anak pandai? Okay, awas saja jika nilai2mu kalah dariku.
“Okay, nilai dari Park SeoJung dan Shin Dongho 100. Selamat untuk kalian berdua” apa? Selamat buat kita berdua? Sedangkan hanya aku yg mengerjakan. Huuh sial. Aku hanya bisa cemberut setelah pelajaran menunggu bel berbunyi. Bukannya minta maaf atau apa. Hanya diam sambil bermain hp? Ha? Dasar bocah gila. Bagaimana bisa Han songsaenim mnyuruhku duduk dengan namja gila ini. Haaah. Bisa2nya aku berpikir dia akan minta maaf. Bagaimana dia bisa pandai kalau tidak mau berlatih. Bosan sekali menunggu bel selesai pelajaran. Akhirnya aku mengikuti kegiatan Dongho, bermain hp.
“hei!” sapa seseorang di belakangku, samba mengetuk pundakku. “ne?” jawabku. “bisa kau bantu aku soal yang ini? Aku sedikit bingung.” katanya. “ha?” aku hanya bisa melongo melihat wajahnya yang dorky. Astaga, dia imut sekali, dia namja atau yeoja sih? Cantik sekali? Kemudian kulihat nama dadanya. Woo Sung Hyun. Ah, namja dia. Tapi aku tak berbohong, dia cantik sekali. “ah ne, ini caranya begini. Tinggal dimasukkan angkanya. Sudahkan? Lalu jangan lupa dibagi 2 dulu baru dikuadratkan. Arra?” kataku lalu tersenyum setelah menemukan hasilnya.
 “ne, gomawo ehmm. Seojung-ssi.”jawabnya.
“ne, cheonmaneyo..ehm, Sunghyun-ssi” kataku menyebutkan nama belakangnya. “anni.”
“mwo?” kataku. “panggil saja Kevin” selanya. “arraso, Kevin-ssi” kataku lalu tersenyum dan kembali memainkan HPku.
#Author POV
Kembali terjadi kesunyian antara Park SeoJung dan Shin Dongho. Mereka sama-sama bermain handphonenya masing2, masih beberapa menit untuk jam istirahat untuk melegakan hati Seojung terlepas dari kesunyian Shin Dongho
*kriiing!!* terdengar bunyi bel yang menandakan bel istirahat. Aaa, senangnya hati Seojung saat mendengarnya. Dia masih menunggu siapapun mengajaknya, datang beberapa teman perempuannya di kelas untuk mengajaknya ke kantin
 “Hai, pandai, kau mirip sekali dengan Soona.” Kata salah satu dari mereka
“Nuguseyo?” tanya Seojung penasaran
“Ahh tidak lupakan saja” kata salah satu dari mereka ketika melihat tangan Dongho yang mengepal siap untuk meninju mereka. “ehhm, aku Tiffany, Ini Taeyeon, dan ini Seohyun. Kami biasa disebut TaeTiSeo. Ayo ke kantin” kata salah satu dari mereka yang tenyata Tiffany, cewek blonde yang berhidung mancung dan mempunyai senyum yang sangat manis bagi SeoJung.
“Ehm, ne. Kajja :D” kata SeoJung yang akhirnya mengikuti mereka.  “Ehm, tunggu. Shin Dongho-ssi, kau tidak ke kantin? Ini kan waktunya istirahat.” Kata Seojung pada Dongho.
“Apa urusanmu? Orang pandai menghabiskan waktunya untuk membaca. Pergi kau!” bentak Dongho
“Kau itu kenapa sih? Kau kesambet apa? Kalau kau pandai kenapa kau bersekolah ha?” jawab Seojung tak mau kalah.
“Pabo! Itu bukan urusanmu! Kau sudah terlalu mencampuri urusanku. Lihat! Teman2mu sudh menunggu!! Sana pergi dan jangan ganggu aku lagi!!” jawab dongho yang mulai kehabisan kesabaran
Melihat TaeTiSeo yang sudah menunggunya, Seojung segera berlari mengikuti mereka. Tetep dengan hati dongkol pada Dongho, dia berjalan mengikuti TaeTiSeo. Setelah membeli beberapa snack kesukaannya dan ice cream vanila, SeoJung beserta teman2 barunya, TaeTiSeo kembali ke kelas. Ketika sampai dikelas, Seojung ingin duduk ke bangkunya. Melihat SeoJung membawa beberapa snack itu, Dongho sedikit ternganga. Seojung melihat di sekeliling bangkunya ada beberapa orang, mungkin teman2 dongho pikirnya, tetapi ketika ia hendak mengambil kursinya yang kosong untuk duduk bersama TaeTiSeo, Dongho menggertaknya.
#SEOJUNG POV
“Hei!” gertaknya ketika aku mulai mengambil kursi itu.
“Apa? Apa lagi?” kataku.
“Kau bisa duduk dibangku kosong itu! Sebelah Seohyun kan ada kursi.” Katanya
“So? Ini kan kursiku!! Lagian nggak dipake kan?” Kataku mengambil kursi itu lagi.
Plak! “Kau itu tuli ya? Siapa bilang ini kursimu? Kau tidak lihat kau menduduki pacarku!” tampar Dongho dan marah pada Seojung.
“Cukup Dongho!!” gertak Kevin. Kevin? Dia juga kawan Dongho? Kenapa aku baru melihatnya? Mustahil. “Soona sudah tiada!!”
“Kata siapa hyung? Soona masih disini!! Daritadi dia kesakitan. Itu semua gara2 kau!” kata Dongho pada Kevin kemudian beralih ke SeoJung.
“Naega? Wae?” kataku
“Kau menduduki pacarku!” Kata Dongho berusaha menamparku lagi.
“Sudah cukup Dongho, kau lagi2 seperti ini. Soona sudah nggak ada semenjak 2 tahun yang lalu!! Cukup cukup. Kau harus bisa melihat kenyataan bahwa Soona sudah meninggal!” kata seseorang bertindik.
“Eli hyung!! Cukup. Kau lihat? Soona menangis!!” kata Dongho. Oh jadi namja itu bernama Eli. Soona? Siapa itu? Itukan yang disebut oleh Tiffany tadi. Meninggal? Iiih, ngeri banget u,u pikirku....

-TBC-